Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Pembawaan Wajah Yang Selalu Mengejek


__ADS_3

“Khehe,, dasar lalat-lalat kecil, lihatlah serangga ini beraksi,” ucap Yi Lang terkekeh dan dengan bangga melirik ke arah para Assasint yang sudah dalam sekejap mengepungnya.


Bukannya marah di jadikan umpan, kini Yi Lang malah semakin bahagia dan ia malah ingin mencoba hal gila saat ini.


...


Sementara para Assasint yang mengepung Yi Lang, hanya bisa diam sambil menatap Yi Lang dengan tatapan niat membunuh.


“Apa hah, kenapa kalian diam saja, aku di sini loh, ayo cepat tangkap aku,” ucap Yi Lang terlihat dengan nada bingung di saat ia melihat para Assasint hanya diam saja sambil mengarahkan niat membunuh ke arahnya.


“Huh,, kalian ini aneh, apa kalian semua bisu?” Tanya Yi Lang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mendengar ejekan demi ejekan dari Yi Lang, semakin membuat para Assasint menunjukkan niat membunuh yang intens.


Wuss..!! Tap tap..!!


Tak berselang lama, setelah Yi Lang selesai bicara, terlihat Assasint terkuat muncul.


Assasint terkuat tersebut, kini berdiri di salah satu puncak bangunan sambil mengarahkan pandangannya ke Yi Lang.


“Hemm..!! Jika tidak salah, kau itu yang di juluki Serigala Bayangan ya,” ucap Assasint terkuat dengan nada dingin.


“Aku tak tahu apa tujuanmu datang membuat kekacauan di kota ini. Tapi selagi aku masih memiliki niat baik, maka pergilah dari sini sebelum-”


“Sebelum apa heh? Apa kau pikir setara denganku,” ucap Yi Lang yang langsung memotong ucapan Assasint terkuat.

__ADS_1


“Kali ini aku jauh berbeda dengan sebelumnya, dan juga, julukanku kali ini berbeda, bukan Serigala Bayangan lagi, tapi Dewa Kematian,” sambung Yi Lang dengan nada bangga mengklaim dirinya menjadi Dewa Kematian.


Buk buk..!!


“Dan jika kalian mampu menyentuh sehelai jubahku ini, maka aku akan mengaku kalah dan mengganti julukan ku tadi menjadi Dewa Bayangan.” Teriak Yi Lang sambil menepuk-nepuk dadanya.


...


Mendengar ucapan Yi Lang, membuat Assasiny terkuat mengerutkan keningnya.


“Apa dia ini seorang idiot?” Gumam Assasint terkuat dalam hati.


Assasint terkuat sadar jika apa yang di ucapkan dari mulut Yi Lang, bukanlah sebuah ejekan. Tapi jika orang awam mendengar ucapan Yi Lang, maka mereka akan merasa di ejek olehnya.


Assasint terkuat tentu sering bertemu orang-orang idiot seperti Yi Lang di Benua Tengah di masa lalu. Rata-rata mereka mengucapkan ucapan ejekan tanpa mereka sadari sendiri.


...


“Hemm..!! Kalian bunuh idiot ini, jangan tinggalkan jejak sedikitpun setelah kalia membunu-” sebelum Assasint terkuat sempat menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Assasint terkuat mengeluarkan dagger kembarnya.


Wuss..!!


“Hehe,, wajahmu itu yang terlihat idiot,” kekeh Yi Lang yang kini muncul tepat di depan Assasint terkuat dan langsung mengayunkan tinjunya ke arah wajah Assasint terkuat.


Wung..!!

__ADS_1


Trank..!! Bam..!!


Terlihat ayunan tinju Yi Lang langsung di tahan oleh Assasint terkuat, bahkan sebelum tinju Yi Lang sampai.


“Hoo,, insting yang luar biasa mengerikan, kini aku yakin jika kau pasti pemimpin para Assasint ini,” ucap Yi Lang sambil tersenyum lebar dan mundur dua langkah.


Tepat di saat Yi Lang mundur, terlihat puluhan Assasint langsung menerjang ke arah Yi Lang. Tapi sebelum mereka sempat melempar belati dan mengayunkan senjata mereka, sebuah teriakan terlebih dahulu terdengar.


“Jangan menyerangnya, kalian cepat mundur,” teriak Assasint terkuat.


Setelah memperingati bawahannya, kini Assasint terkuat menatap tajam Yi Lang, yang kini berdiri dengan nyaman di salah satu atap bangunan.


“Sudah ku duga, wajah dan mulutmu itu memang mengejek, bahkan sebelum kau bicarapun, itu sudah membuat orang lain kesal.” Dengus Assasint terkuat.


Blush..!!


“Kalian semua menjauh darinya, dia adalah bagianku, karena jika kalian semua menyerangnya sekalipun, itu akan membuat kalian meregang nyawa. Dia ini sangat liar dalam hal melarikan diri dan sangat kuat dalam menyerang balik.” Ucap Assasint terkuat sambil mengambil langkah siap menyerang ke arah Yi Lang.


Huuh..??


Dahi Yi Lang berkerut, saat mendengar ucapan Assasint terkuat jika wajahnya ini adalah wajah mengejek.


Sontak dengan polos Yi Lang memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


“Perasaan tidak ada yang salah dengan wajahku, mengejek dari mananya? Dan juga mulutku ini sangat sopan, selama aku hidup, aku sama sekali tidak pernah mengejek seseorang.” Gumam Yi Lang bertanya-tanya dalam hati.

__ADS_1


“Huh, lupakan saja, ini pasti akal-akalannya untuk memancingku agar aku bingung,” dengus Yi Lang yang langsung merasakan udara di sekitarnya. Bersamaan dengan itu, Yi Lang pun merasakan adanya pergerakan lambat dari atas kepalanya.


Slash..!! Slash..!!


__ADS_2