Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Seorang Developer dan dimulainya Memprovokasi Calon Musuh


__ADS_3

“Benar, item kedua kali ini adalah Budak dari Ras Manusia, dan ini pertama kalinya Rumah Lelang Tanpa Nama mau melelang Ras Manusia, biasanya kami menolak, tapi budak Manusia kali ini sedikit berbeda,” ucap Manager Mo terdiam sesaat, karena ia ingin memancing rasa penasaran para tamu, agar mereka semakin berminat dengan budak manusia kali ini dan juga, harganya pasti akan terjual mahal.


Woahh..!!


Teriakan kembali terdengar di lantai 1, mereka semua melirik ke arah budak manusia dengan rasa penasaran.


“Auranya jauh berbeda dengan manusia pada umumnya, apakah ia memang seorang manusia?” Teriak salah satu tamu yang ada di ruang VIP. Tamu tersebut duduk di ruangan 03, ia tak lain Wen Zi.


“Bukan hanya itu saja, aku juga melihat secara samar-samar tubuhnya di baluti oleh cahaya. Apakah itu jenis energi cahaya atau sejenis energi?” Sambung Patriak Klan Cang, yang duduk di ruang VIP no 15.


...


Di tempat Zang Wei berada, terdengar juga suara Mu Lan Jia yang bertanya kepada Zang Wei.


“Benar, aku juga baru merasakan dan melihatnya secara samar-samar,” ucap Mu Lan Jia melirik ke arah Zang Wei.


“Apakah budak itu memang benar-benar manusia? Seperti yang di katakan Wen Zi tadi, auranya berbeda dari Ras Manusia pada umumnya?” Sambung Mu Lan Jia bertanya kepada Zang Wei.


Zang Wei yang di tanyai oleh Mu Lan Jia, hanya diam saja, karena saat ini Zang Wei fokus ke lamunannya sendiri.


“Bagaimana bisa dia sampai ke tempat ini? Apakah setelah jiwaku berpindah tempat, ia langsung mengikuti kemana jiwaku pergi?” Gumam Zang Wei bertanya-tanya dalam hatinya.


Tentu saja ia sangat mengenal sosok yang ada di dalam kerangkeng itu, karena sosok tersebut memang bukanlah Manusia, melainkan seorang Developer, dulunya ia adalah sejenis Monster unik yang mampu meniru tubuh manapun yang telah ia makan. Ia juga mampu mengembangkan semua jenis tubuh yang ia tiru, mulai dari tubuh, kekuatan, teknik dan lainnya.


Namun semenjak Zang Wei menundukkannya dan menjadikannya budak dengan kontrak jiwa, Developer tersebut menjadi patuh kepada Zang Wei dan berhenti membuat kekacauan.

__ADS_1


...


“Tes tes,, apa kau mendengar suaraku saudara Zang?” Terdengar suara teriakan melalui telepati dari Bai Xin.


“Suadara Zang, apakah kau masih disana,” sambung Bai Xin terus menerus berteriak melalui telepati.


Hingga Zang Wei yang melamun, langsung terkejut di sertai tubuhnya menegang di saat punggungnya merasakan ada yang kenyal-kenyal.


Sontak Zang Wei melompat ke depan dan melihat ke arah Mu Lan Jia.


“Apa-apaan kau ini?” Dengus Zang Wei melotot ke arah Mu Lan Jia.


“Huh,, kau ini di ajak bicara dari tadi hanya diam saja, bahkan saudaramu pun katanya sudah puluhan kali berteriak kepadamu melalui telepati, tapi kau tidak merespon,” dengus Mu Lan Jia dengan wajah cemberut.


Tak lama setelah itu, Zang Wei kembali mendengar suara saudaranya.


“Tes tes,, apa kau dengar suaraku saudara Zang, aku ingin bertanya, apakah kau mengenal budak manusia itu? Jika kau mengenalnya, maka kau bisa memilikinya, tapi dengan syarat, kau harus memberitahuku secara rinci tentangnya. Karena akulah yang menangkapnya kurang lebih 9 bulan yang lalu, aku merasa ia bukanlah seorang manusia, karena aku merasakan insting buasnya yang sangat kuat, sama seperti Monster dari Dunia lain.” Teriak Bai Xin melalui telepati.


“Bawa dia, karena aku terhubung dengannya,” ucap Zang Wei terdengar serius.


Sontak Zang Wei pun langsung memegang batu komunikasi.


“Saya menawar 100 juta Kristal Semesta,” ucap Zang Wei yang suaranya terdengar menggema ke seluruh rumah lelang.


Eehh..!!

__ADS_1


Para tamu yang sedang asik-asiknya saling tawar menawar, seketika melirik ke ruangan VVIP.


“Apakah dia ini bodoh atau memang sengaja memprovokasi kita karena kekayaannya,” dengus salah satu tamu VIP yang terdengar di penuhi amarah. Ia tak lain Patriak Klan Cang.


Terlebih lagi, Patriak Klan Cang baru saja selesai menawar dengan tawaran 500 Kristal Langit.


“Aku rasa ia menyombongkan kekayaannya di sertai ingin memprovokasi kita karena dia kaya raya,” sambung Jang Wo dengan nada ejekan.


“Jika begitu, berikan saja dia budak lemah itu, kita akan lihat sampai batas mana kekayaannya,” ucap Patriak Xiao Lang yang berasal dari klan Kuno, nada suara Patriak Xiao Lang sangatlah ramah, namun beberapa orang sadar jika itu bermaksud mengejek Zang Wei.


...


Zang Wei yang mendengar ejekan demi ejekan yang ia terima dari para tamu VIP, terlihat tidak peduli, berbeda dengan Mu Lan Jia dan Ratu Jing Ling, mereka berdua terlihat sangat ingin memakan orang-orang yang memprovokasi Zang Wei.


Bahkan Wen Zi pun sama, ia sangat ingin membalas ejekan tersebut, tapi ia sadar jika saat ini masih belum waktunya ia bereaksi. Karena rencana dari Tuan mudanya, ia boleh menawar saat pertengahan lelang berlangsung.


...


Kembali ke Zang Wei.


“Ehem,, tentu saja kalian yang miskin akan selalu iri terhadap orang kaya, bahkan aku yakin beberapa dari kalian pasti akan menjilat kaki ku jika tahu total kekayaanku yang sebenarnya,” ucap Zang Wei dengan nada ramah.


“Itu sudah menjadi Hukum Alam, yang mana kekuatan dan harta akan menjadi segalanya, kalian pun sadar akan hal tersebut. Kalian juga bisa menjadi seperti ini, karena telah berhasil menjilat para penguasa Benua ini.” Sambung Zang Wei yang terdengar secara terang-terangan mengejek serta memprovokasi seluruh tamu di pelelangan.


Blush..!! Blush..!! Brumm..!!

__ADS_1


__ADS_2