
“Biar ku beri tahu kau, jika aku bukan berasal dari Menara Informasi lagi, dan perlu kau tahu, aku akan menghancurkan Menara Informasi sampai ke akar-akarnya,” sambung Topeng Harimau yang langsung membuat Dan Jiansen menelan ludah.
...
Mendengar apa yang di katakan sahabatnya, membuat Han Liu Sheng terkejut.
Tapi dengan cepat ia tersadar kembali, karena sadar jika ini belum waktunya untuk bertanya kepada Zhao Hu.
“Saudara Zhao, bisakah kau bantu aku untuk mengintrogasi mereka, aku ingin tahu apa tujuan bocah sialan ini datang ke kotaku,” ucap Han Liu Sheng melirik Zhao Hu.
Zhao Hu yang mendengar itu, langsung tersenyum tipis.
“Aku tahu tujuan mereka datang kesini, mereka datang kesini mencari seorang pemuda, yang tak lain kenalanku.” Ucap Zhao Hu.
“Tapi aku bingung, dari mana murid Master Sekte Harimau Hitam ini tahu nama kenalanku ini lah yang tidak aku ketahui. Jadi, aku perlu mencari tahunya saat ini,” sambung Zhao Hu sembari melangkah ke tempat Dan Jiansen berlutut.
Tap tap..!!
Tanpa basa basi, Zhao Hu langsung menyeret Dan Jiansen ke arah ruang rahasia milik Han Liu Sheng.
“Oh ya, bereskan saja mereka semua, bawa mayat mereka ke Gunung Darah, dimana tempat bersarangnya para Binatang Buas tingkat tinggi tinggal. Dengan begitu, kita bisa menyamarkan kematian mereka dengan mengatakan mereka mungkin di bunuh Binatang Buas jika pihak Sekte Harimau Hitam datang ke sini.” Ucap Zhao Hu menghentikan langkahnya dan memberitahu Han Liu Sheng.
Han Liu Sheng pun mengangguk, karena ia juga memikirkan hal yang sama sebelumnya.
***
Sore harinya.
Tap tap..!!
Terlihat Wen Zi datang bersama sosok pria tau mengenakan kaca mata melangkah menuju tempat Zang Wei tinggal, tapi ada yang aneh dari pria tua tersebut. Yaitu wajahnya di penuhi luka lebam.
“Tuan muda, ini saya Wen Zi telah datang bersama seorang yang ingin menjual Bangunannya dengan harga yang murah,” teriak Wen Zi dari luar pintu masuk Rumah Obat.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Hei,, jangan berteriak di sini, ini tempat para pasien di rawat.”
Terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa muncul dari balik pintu dan memarahi Wen Zi.
Wen Zi yang melihat sosok wanita yang cukup cantik keluar memarahinya, hanya bisa terdiam saja.
Tak berselang lama, muncul Zang Wei dan Lu Bei dari belakang.
“Maafkan atas sikap temanku ini nona Zia,” ucap Zang Wei tersenyum hangat.
Alhasil, wajah Sin Zia seketika menjadi memerah, tanpa banyak kata, ia kembali masuk ke dalam dengan berlari kecil.
Lu Bei yang melihat cara keponakannya merayu wanita, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Jangan suka memanfaatkan hati para wanita Wei'er, jika ibumu tahu, ia pasti akan marah,” ucap Lu Bei sembari mengusap rambut keponakannya.
Zang Wei hanya bisa tersenyum cenggung saat kepalanya di usap layaknya anak kecil dan sedikit merinding jika ibunya tersadar lalu tahu semua yang ia lakukan terhadap para wanita.
“Ehem,, ayo masuk Wen Zi, dan bawa juga tamu kita,” ajak Zang Wei langsung mengalihkan pembicaraan.
Wen Zi dan pria tua tersebut pun langsung masuk setelah di persilahkan.
***
“Terimakasih pak tua, senang sekali berbisnis dengan anda,” ucap Zang Wei tersenyum lebar sembari menyalami pria tua tersebut.
Pria tua tersebut hanya bisa mengangguk dengan tubuh merinding saat di tatap oleh Wen Zi.
“Se..Semua alih kepemilikan akan saya berikan besok Tuan muda, sementara untuk nama yang anda minta adalah Lu Bei, apakah namanya benar?” Tanya pria tua tersebut memastikan.
Zang Wei mengangguk ringan membenarkan.
Tak lama, Zang Wei pun teringat akan sesuatu. “Oh ya, katamu jika kau dulu adalah seorang pembisnis di bagian jual beli bangunan di Ibukota dan beberapa kota besar. Jika aku boleh tahu, kenapa kau bisa jatuh bangkrut?” Tanya Zang Wei penasaran.
Pria tua tersebut hanya bisa tersenyum pahit. “Iya Tuan muda, usaha saya dulu cukup sukses, tapi karena tekanan para Bangsawan dan semua bawahan yang saya sewa melarikan diri, akhirnya dalam sekejap semuanya hilang.” Jawab pria tua yang bernama Liu Fei.
__ADS_1
Mendengar itu, mata Zang Wei sedikit bersinar.
“Hehe,, kini aku tahu mau bagaimana cara menjalankan semua harta yang aku dapat,” gumam Zang Wei dalam hati.
“Tapi sebelum bisnis ingin bergerak keluar kota, akan lebih baik aku mencari beberapa bawahan setia yang bisa menjaga bisnisku ini.” Sambung Zang Wei sembari melirik ke arah Liu Fei.
“Nama mu tadi Liu Fei bukan, jika begitu, bagaimana jika kau bekerja di bawahku, aku ingin kau menjalankan bisnis yang pernah kau lakukan di masa lalumu.”
“Gajimu juga akan sesuai dengan kinerjamu dan juga aku ingin semua bisnis yang kau jalankan atas perintahku ini melalui namamu. Artinya aku hanya pemilik dari balik bayangan dan kau pemilik yang di ketahui banyak orang.” Ucap Zang Wei di sertai senyuman lebar.
Liu Fei yang mendengar itu, hanya bisa terkejut dan dalam hati ia berpikir jika Zang Wei ini orang gila, jika bukan orang gila, maka ia anak klan patriak klan yang ingin menghambur-hamburkan uangnya saja.
Tapi ia seketika terkejut di saat Zang Wei tahu jika Liu Fei meragukan ucapannya, sehingga ia menjelaskan sedikit rinci rencananya.
Ia ingin Liu Fei hanya membuka bisnis jual beli bangunan dan surat tanah di Kota Han ini saja terlebih dahulu. Lantaran ia belum memiliki bawahan yang bisa menjaga menjaga Bisnis tersebut jika ia ingin memperbesar Bisnisnya hingga keluar kota.
Dan pada saat ia sudah memiliki bawahan yang cukup kuat untuk bisa menjaga Bisnis tersebut, maka Zang Wei akan memberikan Liu Fei perintah untuk memperbesar bisnisnya hingga ke seluruh Benua Barat.
Dan nantinya Zang Wei juga memiliki rencana jika sudah memiliki cabang di beberapa kota, ia ingin Cabang tersebut ada sebuah tempat pengumpul informasi, serta memperjual belikan informasi secara rahasia.
Niatnya, Zang Wei ingin mengajak Menara Informasi untuk melakukan kerjasama dengan dirinya dan ia yakin mampu mengendalikan mereka.
...
Tap tap..!!
Di saat Zang Wei menjelaskan beberapa rencananya kepada Liu Fei dan Wen Zi.
Lu Bei datang dengan membawa beberapa makanan ringan dan minuman.
“Apakah aku terlalu lama membawa hidangannya?” Tanya Lu Bei melirik ke arah Liu Fei.
Liu Fei pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Ti..Tidak Tuan Lu, anda tidak terlambat, bahkan kami baru saja ingin membicarakan bayaran atas pembelian Bangunan yang saya jual kepada Tuan muda Wei,” ucap Liu Fei dengan senyuman hangat dan Lu Bei tidak tahu jika Liu Fei sudah di kendalikan oleh Zang Wei.
__ADS_1
Tanpa rasa curiga, Lu Bei mengangguk dan bertanya. “Lalu apakah kalian berdua sama-sama memiliki kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain?”
“Tentu tidak, malah kami sama-sama untung paman, bukankah begitu Tuan Liu?” Jawab Zang Wei dengan seutas senyum hangat di arahkan ke Liu Fei.