Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Di mulainya Pergerakan Para Tetua Menuju Target Yang Mereka Serang


__ADS_3

“Kau ini mirip dengan Penguasa Agung kami, jika begini, rupanya aku harus cepat-cepat mempertemukanmu dengan Penguasa Agung, agar kau langsung di angkat sebagai Anggota Inti Kabut Malam nantinya.” Teriak Raja Darah di sertai tawa bahagia, setelah ia mengetahui sifat asli Wen Zi mirip seperti Pemimpin Kabut Malam.


Wen Zi yang mendengar itu, hanya bisa tersenyum canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Ehem..!! Saya rasa, saya tidak pantas mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Penguasa Agung yang kakak maksud, karena saya ini masih terlalu kecil untuk bertemu seorang penguasa,” ucap Wen Zi dengan nada merendah.


Bukannya kecewa atau marah saat mendengar ucapan Wen Zi, Raja Darah malah semakin tertawa lebar dan sangat ingin mempertemukan Wen Zi dengan Penguasa Agungnya.


“Haha,, semakin kau merendah, malah itu semakin membuatku untuk ingin membawamu ke Markas pusat,” ucap Raja Darah.


“Tapi karena kau dan aku saat ini ingin bersenang-senang, maka kita harus bersenang-senang lebih dulu, baru setelah itu kita berangkat ke Benua Tengah.” Sambung Raja Darah.


Wen Zi pun langsung mengangguk santai dan terlihat kembali melanjutkan pekerjaannya dalam membuat strategi bersama Assasint bertopeng, tepat setelah Raja Darah pergi.


...


Bukit tempat para tetua berkumpul.


Tap tap..!!


“Bagaimana? Apakah kalian sudah siap?” Tanya Tetua Wang yang kini mendatangi para ketua kelompok yang sedang berdiskusi ulang.


“Hehe,, tentu saja sudah, jalur yang akan kami ambil menuju area tambang ada 2, aku dan tetua Lang akan melalui jalur ini, sementara tetua Jang akan melalui jalur ini,” jawab tetua Xiao sambil menunjukkan sebuah peta untuk menuju area Tambang.


“Heng,, awas saja jika kau membohongiku nanti, dan ingat janjimu tetua Xiao, kau harus membagi rata bagian tambang denganku, karena kau menjadikanku dan anggota kelompok ku sebagai umpan untuk melancarkan rencanamu bersama tetua Lang,” dengus tetua Jang yang terlihat tidak rela untuk di jadikan umpan, tapi apa boleh buat, setelah mendengar hasil pembagian tambang, ia tidak bisa menolak harta sebesar itu.


“Hehe,, tentu saja sesuai kesepakatan, kau harus memancing mereka ke arahmu lebih dulu, jika sebagian mereka terpancing, dan jalur yang kami lalui cukup aman nantinya, maka kami akan membagi yang telah kami janjikan, bukankah begitu tetua Lang,” kekeh tetua Xiao sambil melirik tetua Lang yang langsung mengangguk membenarkan.


Mendengar itu, tetua Wang pun terlihat tidak terlalu peduli.


Kini pandangannya mengarah ke tetua Cang dan 2 tetua pemimpin kelompok.

__ADS_1


“Lalu kalian, apa yang kalian rencanakan untuk menerobos masuk ke klan Jin?” Tanya Tetua Wang.


“Kami akan mengikuti jalurmu menuju kediaman pemimpin kota, baru setelah mencapai titik yang ada di sini, baru kami akan lurus menuju kediaman klan Jin.” Jawab tetua Cang menunjuk peta yang ia buat.


Terlihat di peta, jalur kediaman pemimpin kota, satu garis lurus dari bukit tempat mereka berada saat ini dan terlihat tidak jauh di belakang kediaman pemimpin kota, ada lokasi kediaman klan Jin tinggal.


“Jadi begitu, aku tentu saja tidak keberatan asal kau dan anggota kelompokmu tidak menjadi beban bagi kami nantinya.” Ucap tetua Wang terdengar santai, namun di balik ucapannya, ada makna mengejek dan merendahkan.


“Hehe,, tentu saja, urus saja bagianmu, karena kami akan mengurus bagian kami tanpa menggangu apa yang kalian kerjakan nantinya.” Kekeh tetua Cang.


...


Tap tap..!!


10 menit berlalu.


Kini para pemimpin kelompok terlihat sudah bersiap bergerak.


“Tunggu apalagi, ayo berangkat,” teriak tetua Xiao yang paling tidak sabar ingin menguasai dan mengklaim tambang milik klan Jin menjadi miliknya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Dengan cepat tetua Xiao dan tetua Lang melesat melalui jalan memutari kota, tanpa harus masuk ke dalam kota.


Sementara tetua Jang terlihat memasuki kota, karena itu jalur yang sudah ia sepakati dengan tetua Xiao dan tetua Lang, dan di balik wilayah klan Jin juga tempat pintu masuk utama masuk ke area tambang.


...


Untuk tetua Wang, ia juga terlihat langsung melesat menuju gerbang Barat bersama tetua Cang, 2 pemimpin kelompok dan anggota kelompok mereka masing-masing.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Berhenti, tunjukkan identi-”


Wung..!!


Bam..!!


Sebelum sosok penjaga gerbang Barat menyelesaikan ucapannya, kepalanya langsung di ledakkan oleh salah satu anggota dari tetua Cang.


Tetua Wang yang melihat itu, seketika memasang wajah penuh amarah.


“Apa maksudnya ini hah, apa kau ingin membuat masalah denganku,” teriak tetua Wang melotot ke arah tetua Cang.


“Eeh,, bukankah dengan membunuhnya, memudahkan kita untuk masuk tanpa halangan dan tidak akan menghambat kita menuju lokasi target kita masing-masing.” Ucap tetua Cang memasang wajah tanpa rasa bersalah.


Krak krak..!!


“Sialan, akan ku lepaskan kau kali ini, tapi untuk kedepannya, akan ku pecahkan kepalamu, sama seperti penjaga itu,” ucap tetua Wang yang langsung bergerak masuk bersama anggota kelompoknya.


Wuss wuss..!!


Tetua Cang yang memang sudah merencanakan itu dari awal, untuk membuat Tetua Wang menghadapi beberapa masalah nantinya saat menuju kediaman pemimpin kota, kini terlihat menyeringai lebar.


“Khehe,, kalian bertiga, buat kegaduhan di jalan yang akan di lalui mereka, dengan begitu, aku yakin pemimpin kota akan menyadari jika tetua Wang bersama kelompoknya berniat mengacaukan kota serta menyerang dirinya.” Kekeh tetua Cang.


3 dari Ahli bela diri bayaran pun langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.


Dret..!! Wuss..!!


Sementara tetua Cang terlihat kembali melanjutkan perjalanan dengan mengikuti tetua Wang dari belakang, dengan jarak 1000 meter, itu ia lakukan agar tetua Wang tidak mencurigainya lagi.


Wuss wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2