
“Teknik Pedang Iblis Penghancur, Tebasan Penghancur Dewa,” teriak Zuan Lang mengayunkan pedangnya.
Slash..!!
Wuss..!!
Bom bom bom bom bom..!!
Duarr..!!
Ibukota Kekaisaran Ming seketika berguncang cukup hebat tepat setelah bentrokan Zang Wei dan Zuan Lang terjadi.
Tapi tidak berhenti sampai di sana saja, terlihat saat ini Zang Wei yang terhempas di udara, kembali melesat ke arah Zuan Lang.
Bersamaan dengan itu, Zuan Lang juga ikut melesat ke arah Zang Wei dan bahkan saat ini Zuan Lang di penuhi niat membunuh yang sangat besar.
Wuss wuss..!!
“Mati,” teriak keduanya serempak tepat setelah berjarak 1 meter.
Slash slash..!!
Trank..!!
Krak krak..!!
Di saat benturan kedua terjadi, terlihat tongkat besat Zang Wei mulai retak.
Hal tersebut membuat Zuan Lang tersenyum lebar, sehingga ia kembali mengalirkan sisa energi yang ia miliki untuk mendorong pedangnya.
Blush..!!
“Haha,, mati kau bocah,” teriak Zuan Lang yang kini di penuhi kebahagiaan, lantaran melihat tanda-tanda kemenangan.
Zang Wei yang melihat senjatanya mulai retak, bukannya takut, ia malah tetap memasang wajah tenang.
Blush..!!
__ADS_1
Tidak ingin kalah, Zang Wei pun ikut mengalirkan senjatanya dengan sisa energinya.
Krak krak..!!
Bomm..!!
Argh..!!
Ledakan besar kembali terjadi setelah dorongan energi yang keduanya berikan.
Wuss..!! Bam..!!
Urgh..!!
Terlihat Zuan Lang yang terhempas ke daratan, hingga membuat tanah tempatnya terhempas menciptakan kawah.
Tap tap..!!
Zuan Lang yang mulai bangkit sambil memegangi pundak kanannya, dimana lengannya telah putus, kini mulai mengeluarkan seutas senyum lebar di saat ia mengingat saat dimana ia memenggal kepala Zang Wei.
“Khehe,, akhirnya rintangan terbesar kedua telah hilang,” kekeh Zuan Lang dalam hati.
Tepat di saat Zuan Lang berencana kabur dengan menggunakan token teleportasi, terlihat kedua bawahan Zang Wei muncul.
“Di sana, dia sudah terluka parah, jangan biarkan dia kesempatan untuk menyembuhkan diri serta melarikan diri,” teriak Patriak Xu yang muncul bersama Patriak Wen.
Wuss wuss..!!
Dengan cepat kedua bawahan Zang Wei melepaskan seluruh kekuatan mereka dan di arahkan ke Zuan Lang.
Tapi terlihat Zuan Lang malah mengeluarkan seutas senyum lebar ke arah kedua bawahan Zang Wei. Seolah-olah Zuan Lang terlihat mengucapkan selamat tinggal.
Blush..!!
Bom bom bom..!!
Duarr..!!
__ADS_1
Bersamaan dengan kedua serangan bawahan Zang Wei mencapai target, terlihat target sudah lebih dulu di selimuti oleh cahaya dan lenyap begitu saja.
Melihat itu, Patriak Wen dan patriak Xu langsung meruang.
Arghh..!!
“Sialan, kenapa aku begitu lambat datang kesini,” teriak Patriak Xu sambil mengeluarkan seluruh energinya yang tersisa.
...
Di tempat Patriak Yan dan tetua Yu, mereka yang melesat ke arah Zang Wei, hanya bisa mematung di saat melihat tubuh Tuan muda mereka terbaring tanpa kepala.
“Apakah ini hanya mimpi?” Tanya Patriak Yan melirik tetua Yu.
“Aku yakin ini pasti mimpi kan, tetua Yu,” sambung Patriak Yan yang kini tanpa sadar meneteskan air mata.
Tetua Yu yang di tanya, hanya bisa terdiam kaku di tempatnya, bahkan saking shok dan tidak percayanya dia melihat Tuan mudanya mati, pikirannya mulai menyalahkan dirinya dirinya.
“Hehe,, ini salahku, aku terlalu lemah, semua orang yang aku sayangi selalu mati melindungiku. Betapa lemahnya aku ini.” Ucap tetua Yu mulai ngelantur.
Argh..!!!
Karena terbawa emosi dan pikiran di selimuti kegelapan, tetua Yu pun langsung mengamuk dan menghancurkan apa yang ada di sekitarnya.
***
Tap tap..!!
Sementara kedua penjaga Benua dan para leluhur yang bersamanya, terlihat baru sampai.
Apa yang ia lihat saat ini, membuat mereka tidak bisa berkata-kata.
“Hemm..!! Apakah dia salah satu musuh? Jika ia maka kita harus melumpuhkan kedua orang itu,” perintah Leng Zen, salah satu Penjaga Benua.
“Lalu sisanya juga tangkap saja, kita perlu mengintrogasi mereka dengan apa yang terjadi di tempat ini, itu karena aku merasakan jejak dari Zuan Lang beberapa saat lalu, yang artinya telah terjadi pertarungan besar di sini.” Sambung Gui Shin yang terlihat melesat ke arah dimama Patriak Xu dan patriak Wen berada bersama, beberapa leluhur lainnya.
Lalu Leng Zen terlihat melesat ke arah dimana Patriak Yan dan tetua Yu berada.
__ADS_1
Wuss wuss..!!