Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Ancaman Tuan Muda Wang Yuan Membawa Kematian Bagi Dirinya


__ADS_3

Mendengar itu, wajah para pemimpin dan sekutunya langsung tersenyum lebar, mereka terlihat tidak peduli akan rencana busuk tetua Wang, karena yang ada di pikiran mereka saat ini adalah bagaimana cara mereka menyingkirkan kelompok saingan mereka yang lain.


...


Di saat para tetua kini sedang merencanakan bagaimana mereka bisa menyerang area tambang dan mengambil alihnya. Terlihat Yi Lang duduk santai bersama Wang Si.


“Kenapa mereka semua sangat bodoh Yi Lang?” Tanya Wang Si yang mulai bosan melihat para menusia yang menurutnya idiot.


“Entahlah, aku pun merasa malu sebagai manusia yang kini melihat betapa bodohnya mereka, bukannya bersatu untuk melawan organisasi Kabut Malam, mereka malah memecahkan diri karena sebuah tambang.” Balas Yi Lang yang terdengar menghela nafas panjang.


“Apa pikiran manusia memang selalu seperti ini setelah menemukan sesuatu yang berharga?” Tanya Wang Si melirik ke arah Yi Lang.


Yi Lang pun langsung mengangguk. “Hemm..!! Sebagian akan seperti itu dan sebagian lagi pasti memikirkan resikonya dan lebih memilih menjauh, dan ada juga yang memanfaatkan sebagai sebuah arena berdarah, salah satunya adalah Tuan mu, ia memanfaatkan Tambang tersebut sebagai arena, karena sudah memikirkan jika Tambang ini pasti akan di perebutkan.” Ucap Yi Lang.


“Dan pada akhirnya, kita sudah tahu siapa yang akan menjadi pemilik Tambang tersebut nantinya.” Sambung Yi Lang.


“Siapa?” Tanya Wang Si. “Apakah itu Tuanku, jika dia, maka itu pantas menjadi miliknya.” Celetuk Wang Si yang terdengar membanggakan Tuannya.


“Bukan, yang akan mengambil alih tambang sepenuhnya adalah Raja Kerajaan Bintang, karena tambang tersebut ada di wilayah kerajaannya. Maka itu sepenuhnya akan menjadi hak Kerajaan.” Balas Yi Lang.


“Tapi di balik itu, entah apa yang Tuan rencanakan, karena ia memang sengaja memberikan tambang ini kepada Kerajaan Bintang. Mungkin saja Tuan membuat sebuah perjanjian dengan Raja Ming Lian Ji, dan janji itu adalah Raja Ming harus ikut membantunya mengalahkan Organisasi Kabut Malam.” Ucap Yi Lang sambil mengangkat kedua bahunya, tanda apa yang ia katakan bisa saja terjadi.

__ADS_1


...


Di saat Yi Lang dan Wang Si asik mengobrol sambil bersender di salah satu pohon, terdengar suara langkah kaki mendekati tempat mereka duduk.


Tap tap..!!


Yi Lang dan Wang Si yang melihat siapa yang menghampiri mereka pun langsung bangkit.


“Kenapa kalian tidak ikut berdiskusi?” Tanya Tuan muda Wang terlihat penasaran.


“Mengapa aku harus ikut, toh aku hanya Assasint bayaran, dan juga aku di sini hanya untuk melindungimu dan tetua Wang, itulah perjanjiannya.” Jawab Yi Lang.


“Lalu untuk masalah kalian, kalian mau memperebutkan hasil jarahan milik klan Jin, aku tak peduli, karena perjanjiannya, setelah kalian menang melawan klan Jin nantinya, aku akan langsung pergi.” Sambung Yi Lang.


Tuan muda Wang yang terkejut mendengar itu, dengan cepat melirik ke arah Tetua Wang dan terlihat tetua Wang mengangguk membenarkan.


“Ehem..!! Aku tak tahu jika perjanjiannya hanya untuk melindungiku dan Tetua Wang.” Ucap Tuan muda Wang terdengar berbasa-basi.


“Bagaimana jika aku akan menambah bayaranmu, asal kau-”


Sret..!!

__ADS_1


Sebelum Tuan muda Wang menyelesaikan ucapannya, Yi Lang langsung muncul di depan Tuan muda Wang dan mengarahkan belatinya di leher Tuan muda Wang.


“Aku tidak peduli jika kau memanfaatkan sekutumu, tapi jangan mencoba memanfaatkanku jika kau memang masih menyayangi nyawamu,” dengus Yi Lang di sertai tatapan niat membunuh.


“Tu..Tunggu dulu Serigala Bayangan, dia masih muda, dan masih perlu di ajari banyak hal. Jadi mohon maklumi saja ucapan bodoh Tuan muda saya ini,” ucap Tetua Wang yang terlihat panik.


Padahal Tetua Wang sudah memperingati Tuan mudanya jika Yi Lang tidak mudah di manfaatkan, salah bicara sedikit, maka nyawa akan langsung melayang, ia juga tidak peduli siapapun yang mencoba memanfaatkannya, ia pasti akan langsung membunuhnya tanpa belas kasih.


Sementara Tuan muda Wang yang merasakan tajamnya belati milik Yi Lang, hanya bisa mematung di sertai wajah berkeringat dingin.


“Ma..Maafkan saya Tuan Serigala Bayangan, saya salah, berjanji tidak akan berniat untuk memanfaatkan anda lagi.” Ucap Tuan muda Wang yang kini mulai kencing di celananya.


Mencium bau amis, Yi Lang pun mendegus kecil. “Dasar pengecut kecil, lain kali, hilangkan senyum licikmu itu jika ingin memanfaatkan seseorang. Karena senyumanmu itu sangat menjijikkan,” ucap Serigala Bayangan yang terlihat menghilang dari tempatnya berdiri.


Wajah Tuan muda Wang hanya bisa menahan amarah saat di ejek. “Awas saja kau, akan ku balas kau puluhan kali lipat lebih dari apa yang aku rasakan saat ini,” gumam Tuan muda Wang sambil berusaha menahan malu melihat dirinya yang mengompol.


“Apa kau lihat-lihat, awas saja jika kau menceritakan ini, jika saja aku mendengar namaku tersebar mengompol di celana, maka akan ku colok matamu serta akan ku perbudak semua keluargaku,” dengus Tuan muda Wang melirik ke arah Wang Si.


Wang Si yang mendengar ancaman itu hanya bisa berpura-pura menundukkan kepalanya.


“Bocah kau kencur berani sekali mengancamku, awas saja, jika tidak ada orang, akan ku ***** kau tanpa sisa.” Gumam Wang Si dan berencana untuk menjadikan Tuan muda Wang sebagai wadah barunya.

__ADS_1


***


__ADS_2