Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Bergeraknya Para Bawahan Bangsawan dan Patriak Klan yang Mengincar Zang Wei


__ADS_3

Hem hem..!!


“Namaku ada di sini bibi, aku sengaja menulis namaku dengan jarum saat aku masih kecil, itu aku lakukan agar aku mengingat namaku, tapi sayang sekali, aku kini sudah tidak tahu caranya membaca dan menulis lagi.” Ucap Wen Yu Ning dengan nada cemberut sambil menunjukkan tangan kanannya.


...


Mendengar itu, pandangan semua orang mengarah ke tangan mungil Wen Yu Ning yang di penuhi luka tusukan.


Terlihat juga di ribuan luka tusukan tersebut, tertulis nama Wen Yu Ning dan beberapa nama klan Wen lainnya, seperti nama kedua orang tua, dan kakak Wen Yu Ning.


Bukan hanya itu saja, ada juga beberapa luka tusukan dari senjata tajam yang di yakini itu orang lain yang melakukannya, atau dengan kata lain, orang-orang yang telah memperbudak Wen Yu Ning telah menyiksa tubuh Wen Yu Ning dengan berbagai macam cara, demi kepuasan mereka.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Sini nak, biar paman mencoba menyembuhkanmu,” ucap Bai Xin yang terlihat tidak tega saat melihat luka di sekujur tubuh Wen Yu Ning.


Bukannya senang akan bantuan dari Bai Xin, terlihat Mu Lan Jia malah marah.


“Huh,, kenapa baru sekarang kau malah mau membantunya? Apakah karena dia adalah adik dari bawahan saudaramu, baru kau mau membantunya dan jika dia bukan adik dari saudaramu, kau tidak peduli dan tetap menjualnya sebagai budak hah.” Dengus Mu Lan Jia yang mencerca Bai Xin dengan kata-kata sensitif.


Bai Xin yang mendengar itu, hanya bisa terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana cara menjelaskan ini kepada seorang wanita yang sedang marah.


Menyadari Bai Xin tidak tahu harus menjelaskan bagaimana, Zang Wei pun maju.

__ADS_1


“Lalu kenapa kau hanya diam saja saat melihat banyak penduduk tertindas di saat kau masih menjadi Master dari Sekte Harimau Hitam dulu?” Tanya Zang Wei melirik Mu Lan Jia.


Mu Lan Jia seketika terdiam.


“I..Itu-”


“Semua orang mempunyai pemikiran yang berbeda dan tujuan mereka masing-masing, jadi kau tidak usah membela dirimu sendiri demi keegoisanu itu nona Lan.” Ucap Zang Wei langsung memotong ucapan Mu Lan Jia.


“Iya ya, aku salah, maafkan aku,” ucap Mu Lan Jia yang hanya bisa cemberut.


...


Setelah tidak ada kesalah pahaman dan ketegangan lagi, terlihat Bai Xin mencoba memulihkan luka Wen Yu Ning.


Bukan sampai di sana saja, terlihat juga Wen Zi mencoba bicara dengan adiknya secara perlahan, tepat setelah ia sembuh.


Terlihat Wen Yu Ning yang sudah sembuh, mulai kembali ceria lagi, tapi sifatnya tidak mencerminkan ia berusia 16 tahun, melainkan seperti gadis berusia 5 tahunan.


Karena itu, membuat Wen Zi cukup mudah mendekati dan mengajak adiknya berkomunikasi, terlebih Wen Zi di bantu oleh Mu Lan Jia.


***


Sementara Zang Wei, ia terlihat bersama Bai Xin di ruangan VIP milik Wen Zi dan kembali mengikuti pelelangan.

__ADS_1


Tapi sampai pelelangan akan berahir, terlihat Zang Wei tidak terlalu tertarik dengan semua item yang di keluarkan oleh Manager Mo Xen Chen.


“Hemm..!! Ini sudah item ke 99, apa masih belum ada yang menarik minatmu Saudara Zang?” Tanya Bai Xin sambil menikmati teh yang ia buat sendiri.


“Semua item yang telah di keluarkan memang menarik, tapi itu semua tidak akan berguna bagiku, jadi akan sia-sia jika aku membelinya.” Jawab Zang Wei dengan nada santai.


“Hoo,, lalu apa langkah yang akan kau lakukan selanjutnya?” Tanya Bai Xin sambil melirik ke arah para tamu di ruangan VIP.


“Beberapa bawahan mereka, sudah keluar terlebih dahulu, aku yakin tujuan mereka adalah dirimu.” Sambung Bai Xin yang kini memandang Zang Wei.


Zang Wei yang sudah tahu jika dirinya di incar oleh beberapa Bangsawan dan Patriak Klan, hanya menyikapi dengan senyuman tipis.


“Tenang saja, aku sudah mengatur ini semua, jadi kau tidak perlu ikut campur dan hanya menonton saja setelah aku keluar dari Pasar Gelap.” Ucap Zang Wei dengan nada percaya diri.


Mendengar itu, Bai Xin pun menyeringai lebar. “Khehe,, rupanya aku akan menonton pertunjukan yang menarik ya,” kekeh Bai Xin sambil memegangi sebuah selembaran kertas yang baru saja di berikan oleh Assasint bawahannya.


Terlihat Bai Xin membaca laporan yang di berikan bawahannya jika di Kota Janghu, ada 2 anggota klan Jin sedang mencari Zang Wei atas perintah Pemimpin kota, dan tujuan mereka mencari Zang Wei adalah untuk merekrutnya menjadi Penasehat sekaligus ahli strategi mereka.


“Jadi kau ingin mengadu domba salah satu petinggi organisasi yang berasal dari Benua Tengah dengan mereka semua yang ingin mengincarmu di sini ya. Rencana yang menarik,” ucap Bai Xin sambil melirik Zang Wei yang sudah berdiri tepat setelah item ke 100 selesai di lelang.


“Hem...!! Nantikan saja pertunjukkannya saudara Xin, aku akan kembali dulu ke kota Janghu. Jadi, ku titip Nona Lan, nona Jing dan adiknya Wen Zi di sini. Jaga mereka baik-baik.” Ucap Zang Wei sambil melangkah menuju pintu keluar, yang mana di depan pintu Wen Zi sudah menunggu.


Tap tap..!!

__ADS_1


__ADS_2