
“Kita akan bertemu lain kali, dan pada saat pertemuan kita yang akan datang, di sanalah kalian semua akan mati.” Teriak Raja Darah yang suaranya langsung menggema.
Bom bom..!! Duarr..!!
Flashback End.
Tepat setelah suara Raja Darah lenyap, terlihat serangan dari Patriak Yan langsung meledak bersama Api dan Es Phoenix yang keluar dari senjata Raja Ming dan Patriak Xu.
Sret..!!
Huh huh..!!
“Sialan, dia ternyata mempunyai sebuah Token teleportasi yang harganya 2 kali lipat dari Senjata Tingkat Legenda.” Umpat Tetua Yan yang kini terlihat bangkit setelah dirinya terhempas dan tubuhnya membentur dinding.
Tap tap..!!
“Wajar saja dia mempunyai Token Teleportasi yang sangat mahal tersebut, itu karena dia adalah Jendral Bayangan atau petinggi yang berasal dari Organisasi terbesar di seluruh Benua.” Ucap Patriak Xu yang terlihat melangkah sambil membersihkan debu yang menempel di seluruh jubahnya.
“Hemm..!! Aku pun mempunyai 3 Token seperti itu, jadi aku yakin ia pasti mempunyai lebih dari yang aku miliki.” Sambung Raja Ming sambil melangkah ke tengah.
Tap tap..!!
“Jadi, pada akhirnya kita tidak bisa bertarung dengannya, dia lebih dulu menyadari kekuatan dari Senjata ini, sehingga ia lebih memilih mundur, cih,” dengus Patriak Xu yang terlihat cemberut.
Mendengar itu, dahi patriak Yan berkerut. “Aku yakin jika kau datang seorang diri, kakimu pasti bergetar ketakutan sebelum sampai kesini saudara Xu. Jadi jangan terlalu besar kepala karena musuh mundur.” Ucap patriak Yan terdengar memperingati rekan yang telah ia anggap saudara.
Tap tap..!!
__ADS_1
Saat Patriak Xu ingin membalas ucapan Patriak Yan, terlihat patriak Fang datang sambil membawa jasat dari sosok manusia yang kini telah berubah menjadi setengah Iblis.
Bruk..!!
“Dari yang aku lihat, ini adalah Kalajengking Iblis Jiwa, terlihat jelas dari bentuk perubahannya.” Ucap Patriak Fang melirik ke arah kedua saudaranya dan terahir Raja Ming.
“Kau benar, ini memang kondisi yang di ambil alih oleh Kalajengking Iblis Jiwa, alangkah baiknya jika kita membakarnya, karena jika kita membiarkan mayatnya utuh, aku takut jika Kalajengking yang ada di dalam tubuhnya masih hidup dan memasuki tubuh mansia lain setelah kita pergi.” Ucap Patriak Yan yang kini duduk di depan mayat Tuan muda Cang.
Tap tap..!!
Setelah sepakat, terlihat Raja Ming langsung melangkah dan membakar mayat Tuan muda Cang menggunakan Tombak Phoenix Api.
Blush..!!
Bukan hanya itu saja, Raja Ming bahkan membakar semua mayat yang ada di labirin dan juga membakar Mansion kediaman Klan Jin. Tapi sebelum membakarnya, Patriak Xu dan Patriak Fang lebih dulu mengambil semua barang beharga yang tersimpan di dalam sana.
Tap tap..!!
“Hem hem..!! Aku bahkan merasa tidak melihatnya ikut turun ke tempat ini sebelumnya, jadi kemana dia pergi?” Sambung Patriak Xu melirik ke arah Raja Ming.
Raja Ming yang baru sadar juga, tentu saja heran dengan hilangnya adiknya itu.
Tap tap..!!
“Aku di sini, kalian tenang saja, aku tidak hilang kok,” celetuk Pangeran Ming yang secara tiba-tiba muncul dari balik lubang yang berada di samping mansion sedang terbakar saat ini.
“Eeh,, aku baru sadar ada lubang di sana, apakah kau menemukan benda beharga atau sesuatu yang mencurigakan di dalam sana?” Tanya Patriak Xu melirik Pangeran Ming.
__ADS_1
“Tidak ada hal yang mencurigakan, aku hanya menemukan ini saja,” tunjuk Pangeran Ming, terlihat menunjukkan kantong penyimpanan dan mengeluarkannya.
Blush..!!
Bruk..!!
Melihat gunungan Emas, mata para Patriak langsung melotot tak percaya.
Bahkan Raja Ming juga sempat terjekut, lantaran gunungan emas yang ada di depannya ini sedikit lebih banyak dari harta penyimpanan yang ada di Kerajaannya.
“I..Ini, aku tak menyangka jika kau telah menemukan harta penyimpanan Klan Jin Pangeran, kau memang luar biasa.” Ucap Patriak Yan terlihat sangat bahagia, saking bahagianya, pandangan matanya tidak pernah lepas dari gunungan emas di depannya.
“Ehem..!! Alangkah baiknya jika kita simpan dulu emas ini, dan untuk masalah pembagiannya, kita akan bicarakan nanti setelah berkumpul kembali.” Ucap Raja Ming dengan nada bijak.
Tapi di dalam hatinya, sebenarnya ia ingin mengklaim gunungan emas ini sebagai miliknya. Bahkan ia juga diam-diam menghubungi ayahnya, Sang Kaisar Ming untuk datang kesini, agar pihak Kerajaan mendapat pembagian jauh lebih banyak.
Karena menurut Raja Ming, jika di bagi menjadi 6, maka ia dan adiknya mendapat 30% saja, sementara pihak Zang Wei di untungkan yang akan mendapat 70%, terlebih ketiga orang di depannya ini adalah bawahan Zang Wei, artinya ke 70% itu akan menjadi milik Zang Wei seorang.
Tapi Raja Ming tidak mengetahui sesuatu yang jauh lebih besar di sembunyikan oleh Pangeran Ming atau dapat di katakan Shang Liu ( Developer )
Shang Liu saat ini menyembunyikan 10 kali lipat jauh lebih banyak dari apa yang ia tunjukkan di depan, jika semua orang tahu, mereka pasti akan langsung mengeroyok Shang Liu karena telah menipu mereka. Tapi beruntung wajah Shang Liu yang menyamar jadi Pangeran Ming selalu datar, sehingga tidak ada yang menyadari ia Pangeran palsu.
Tap tap..!!
“Apa yang di katakan Gege memang benar, alangkah baiknya jika kita pergi dulu tempat ini, karena tempat ini sebentar lagi akan runtuh.” Ucap Pangeran Ming sambil menunjuk ke arah atas, dimana tanah mulai berjatuhan secara perlahan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1