Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Bersama Xing Ji dan Kepanikan Klan Ji


__ADS_3

“Dan akan bahaya jika kau mengikutiku memburu setiap Jendral Bayangan yang pastinya memiliki banyak bahawan berbahaya. Jadi aku harap kau mengerti jika aku tidak mengizinkanmu ikut.” Ucap Zang Wei yang kini melihat Xing Ji meneteskan air matanya, lantaran kecewa.


Bruk..!!


Dengan reflek Zang Wei memeluk Xing Ji di saat ia melihatnya meneteskan air mata.


“Tenanglah, ini hanya perpisahan sementara dan juga aku berjanji akan menghubungimu setiap ada kesempatan melalui Batu Komunikasi yang tak lama lagi akan di edarkan oleh Paviliun Bunga Malam.” Ucap Zang Wei yang terlihat mencoba menenangkan Xing Ji.


Walau Zang Wei saat ini masih terasa hampa dalam urusan percintaan, atau dapat di katakan ia tidak memiliki perasaan sepenuhnya kepada Xing Ji. Zang Wei tetap profesional.


Ia juga mencoba belajar untuk mencintai Xing Ji, itu karena hatinya merasakan kehangatan saat bersama Xing Ji.


***


Cukup lama Zang Wei dan Xing Ji berpelukan dan Zang Wei terus mencoba meyakinkan Xing Ji. Hingga akhirnya terlihat Xing Ji mulai menerima semuanya.


“Janjilah untuk datang menemuiku di depan keluargaku setelah semua masalahmu selesai,” ucap Xing Ji yang kini terlihat mengacungkan jari kelingkingnya.


Zang Wei yang melihat itu, hanya bisa mengerutkan keningnya.


“Huuf,, maafkan aku Xing Ji, untuk masalah ini, aku tidak bisa berjanji, itu karena aku takut saat aku datang nanti, kau malah sudah menikah dengan laki-laki lain.” Ucap Zang Wei terdengar tenang.


“Aku juga tentu tidak membatasimu mau bertemu atau mencintai laki-laki lain, karena itu adalah pilihanmu sendiri. Tapi jika kau memang benar-benar mau menungguku tanpa batas waktu yang tidak kita ketahui, maka aku akan berusaha mencintaimu sepenuh hati tepat setelah menikahimu pada saat aku mengunjungi rumahmu.” Sambung Zang Wei sambil mengusap rambut Xing Ji.


Xing Ji yang mendengar itu, bukannya kecewa, ia malah tersenyum hangat.


Hemm..!!

__ADS_1


“Tenanglah, aku tidak akan melirik laki-laki manapun, sama seperti dirimu yang tidak terlalu memandang wanita cantik dan terbilang cuek.” Ucap Xing Ji.


“Jadi, ingatlah janjimu, selama apapun, aku akan menunggumu dan pada saat kau datang kerumahku, kau harus menikahiku.” Sambung Xing Ji yang kini terlihat memasang wajah sedikit memerah.


Zang Wei yang kini terkejut, lantaran Xing Ji tahu sipatnya tentang wanita, hanya bisa melototkan matanya.


***


Keesokan harinya.


Zang Wei yang kini berada di penginapan bersama Xing Ji, terlihat baru bangun dari ranjangnya sambil memandang Xing Ji yang masih tertidur pulas.


“Huuf,, apakah ini memang jalan yang benar?” Gumam Zang Wei yang merasa bersalah kepada Xing Ji.


Zang Wei merasa tidak tega meninggalkan Xing Ji, itu karena ia sudah menidurinya semalam.


Walau itu bukan keinginan Zang Wei, tetap saja Zang Wei merasa sedikit bersalah.


Tap tap..!!


Umh..!!


“Kau mau kemana?” Tanya Xing Ji yang kini terlihat membuka matanya dan memperlihatkan mata yang sangat indah di sertai rambut terurai bewarna putih keperakan.


“Kamar mandi, tunggulah sebentar, aku ingin membersihkan badanku yang sedikit lengket.” Jawab Zang Wei sambil mengusap rambut Xing Ji.


Xing Ji pun langsung membalas dengan mengatakan ikut, namun Zang Wei melarangnya.

__ADS_1


Tap tap..!!


Walau begitu, karena Xing Ji memaksa dan sedikit merengek, pada akhirnya Zang Wei terpaksa membawa Xing Ji ikut ke kamar mandi bersama.


***


Di saat Zang Wei dan Xing bersama di dalam penginapan.


Saat ini Klan Ji sedang gempar, terlihat semua tetua Klan di kumpulkan, bahkan para leluhur pun ikut berkumpul, salah satunya Long Ji.


Long Ji yang kini berdiri sambil memasang wajah penuh amarah, terlihat sebisa mungkin menahan amarahnya.


“Apa kau yakin jika kakak mu menghilang setelah memasuki lorong bangunan yang tidak jauh dari gerbang Istana?” Tanya Long Ji melirik ke arah Wu Ji yang kini bergetar ketakutan.


“Dan sebelum menghilang, kakak mu menunjukkan gerak gerik mencurigakan, namun saat melihatnya, kau hanya diam saja tanpa mencoba menghentikannya.” Sambung Long Ji yang nada suaranya mulai terdengar sedikit meledak.


Tap tap..!!


“Tenanglah ayah, Cucu laki-laki mu mungkin saja tidak sampai berpikir jika akan terjadi seperti ini, makanya ia tidak berpikir sampai ke arah sana, dimana kakak perempuannya menghilang di depan matanya.” Ucap Han Ji yang tak lain Patriak Klan.


“Benar ayah, Wu'er juga pastinya yang terpukul, karena melihat kakaknya menghilang di depan matanya, tanpa bisa melakukan apa-apa.” Sambung ayah Wu Ji dan tak lain adik dari Han Ji, ayah dari Xing Ji.


Tap tap..!!


“Akan lebih baik kau duduk kakak, karena saat ini semua tetua sudah berkumpul, jadi kita akan langsung mendiskusikan pencarian Xing'er,” ucap sosok pria tua yang tak lain salah satu Leluhur Klan Ji.


Long Ji yang melihat leluhur Qan Ji pun langsung mengangguk ringan.

__ADS_1


“Huuf,, baiklah, ayo kita bahas area mana saja yang akan kita dahulukan untuk melakukan pencarian, aku juga akan meminta bantuan Yang Mulia nanti untuk mengerahkan beberapa bawahannya.” Ucap Long Ji sambil melangkah menuju kursi pemimpin tertinggi klan Ji.


Tap tap..!!


__ADS_2