Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Melawan Para Assasint Part 5


__ADS_3

“Status,” gumam Zang Wei sambil melangkah mundur untuk menjauhi Assasint berjubah biru.


Blush..!!


Nama : 96 / Wu Jie ( 100 dari 1000 Assasint Terkuat )


Ras : Manusia Setengah Serigala


Umur : 150 Tahun


Level : Prajurit Tingkat 5 Ahir


Daya Tempur : 120% ( 250% )


Kekuatan tersembunyi : Mampu Bergerak Mengikuti Kecepatan Angin dan Mampu menyatu dengan bayangan.


Tap tap..!!


Tanpa sadar Zang Wei kembali mundur di saat ia melihat data milik Assasint di depannya.


“I..Ini,, sial bagaimana aku bisa menang melawannya jika kekuatan seperti ini,” umpat Zang Wei dalam hati di sertai tubuh sedikit bergetar.


Karena sadar mustahil untuk menang bertarung secara langsung, sontak Zang Wei melihat area sekitar.


Ia kini melihat situasi, apakah ada yang bisa ia manfaatkan dari sekelilingnya untuk melawan musuh di depannya ini.


Tapi apa yang Zang Wei lihat hanya hamparan rumput di belakangnya dan di depannya adalah hutan.


Hutan ibarat rumah dan senjata bagi para Assasint, sementara hamparan rumput adalah situasi yang membuat Zang Wei rugi jika bertarung melawan Wu Jie saat ini.


“Cih, apa boleh bu-”


Wung..!!


Sebelum Zang Wei sempat menyelesaikan ucapannya, Wu Jie seketika muncul di depan Zang Wei dengan kaki terayun tepat mengarah ke wajah Zang Wei.


Sontak Zang Wei dengan cepat mengangkat tongkatnya untuk berusaha mengurangi dampak kerusakan yang ia terima.


Bam..!!


Wuss..!!


Bersamaan dengan benturan tongkat Zang Wei dan kaki Wu Jie, terlihat dari ujung kaki Wu Jie, muncul belati kecil yang langsung mengarah ke kening Zang Wei.


Crash..!!

__ADS_1


Beruntung Zang Wei yang sudah menebak hal tersebut, sudah lebih dulu menggeser kepalanya ke arah kiri.


Bam bam bam..!!


Tidak lama setelah Zang Wei menghindari belati yang keluar dari ujung sepatu Wu Jie, berulah terlihat Zang Wei terhempas akibat tidak kuat menahan tendangan Wu Jie.


Tap tap..!!


Urgh..!!


“Cih,, tendangannya sangat kuat,” umpat Zang Wei yang kini mulai bangkit setelah menyingkirkan batang pohon yang menimpa tubuhnya.


Wuss..!!


“Sial,” teriak Zang Wei melebarkan matanya saat melihat Wu Jie muncul dalam jarak 5 meter di depannya dan langsung melempar puluhan belati dari lengan jubahnya.


Jlep jlep jlep jlep..!!


Namun terlihat Zang Wei dengan mudah menghindari semua belati tersebut menggunakan langkah Naga.


“Hoo,, menarik, kau memiliki kecepatan juga bocah, jika begitu mari kita lihat sampai mana batas kecepatanmu itu,” ucap Wu Jie terdengar sangat menikmati saat melihat Zang Wei berlari layaknya tikus kecil.


Mendengar itu, Zang Wei hanya bisa mengumpat dalam hati dan langsung berlari di saat melihat ratusan belati kembali mengarah ke dirinya.


Jlep jlep jlep..!!


“Sial, ingin sekali ku ledakkan kepalamu karena berani mempermainkanku, tapi apa boleh buat, perbedaan kita terlalu jauh. Jadi satu-satunya cara adalah membuat pertaruhan yaitu menguras semua energi Qi'mu, sebelum aku terluka parah oleh mu,” umpat Zang Wei dalam hati sambil menatap ke arah 3 belati yang kini muncul dari atas, depan dan kanannya.


Dengan cepat Zang Wei berguling untuk menghindari ketiga belati tersebut dan langsung melakukan manuver untuk menghindari belati susulan.


Bukan hanya itu saja, terlihat Zang Wei memutar tubuhnya saat masih di udara.


Crash crash...


Tap tap..!!


“Urgh,, luka yang aku terima secara perlahan semakin banyak,” gumam Zang Wei yang kini berlutut dengan kaki kanan menekuk ke lantai.


Pandangan Zang Wei juga mengarah ke Wu Jie dengan tatapan dingin.


Sementara Wu Jie yang melihat ke arah Zang Wei, kini menyeringai lebar di balik tudungnya.


“Aku tak menyangka jika seorang bocah yang hanya berada di Prajurit Tingkat 3 Ahir mampu akan sekuat ini, bahkan aku merasa kau terlihat seperti hampir setara dengan Prajurit Tingkat 5 Awal.” Ucap Wu Jie terdengar memuji Zang Wei.


“Tapi sayang sekali, pemuda jenius seperti dirimu harus mati,” sambung Wu Jie yang kini muncul tepat di belakang Zang Wei, tanpa Zang Wei sadari.

__ADS_1


“I..Ini,” gumam Zang Wei melebarkan matanya di saat merasakan punggungnya merasakan dingin serta mendengar suara ayunkan senjata. Tanpa basa basi, Zang Wei pun langsung berusaha untuk melempar tubuhnya ke arah depan.


Crash..!!


Urgh..!!


Namun sebelum Zang Wei bergerak lebih dahulu, terlihat punggungnya terkena tebasan.


Tap tap..!!


Uhuk uhuk..!!


“Sial, beruntung luka yang aku terima tidak terlalu dalam,” umpat Zang Wei sambil menggenggam tanah.


Wuss..!!


“Insting yang mengerikan bocah, bahkan dengan teknik terbaikku pun kau mampu hindari,” ucap Wu Jie yang kini kembali muncul di depan Zang Wei yang sedang berlutut.


Tanpa basa basi Wu Jie langsung mengayunkan kedua Daggernya ke arah leher Zang Wei yang terlihat tertunduk, seolah menahan rasa sakit.


Slash slash..!!


***


Di Sebuah Puncak Bukit yang tidak jauh dari lokasi pertarungan Zang Wei bersama kelompoknya melawan para Assasint, terlihat sosok yang sangat Zang Wei kenal sedang duduk bersila.


Di sekeliling tubuh sosok pria paruh baya tersebut di kelilingi oleh udara yang membentuk pusaran.


Deg deg..!!


Deg deg..!!


Blush..!!


Tepat setelah suara detak jantung terdengar dari jantung pria paruh baya tersebut berbunyi keras, pria paruh baya tersebut langsung membuka matanya.


“I..Ini, aku merasakan anggota keluargaku dalam bahaya,” gumam Lu Bei dalam hati.


Saat ini Lu Bei yang di berikan Metode Pernafasan Naga untuk memulihkan Dantiannya dan memulihkan kekuatannya, sudah hampir 80% ke kondisi primanya seperti masa lalu.


“Aku berniat kembali setelah tingkat kultivasiku kembali seperti dulu, tapi prasaan tidak enak ini tidak boleh aku tunda, aku harus kembali terlebih dahulu untuk mengecek apakah Wei'er, Tian'er dan ketiga bocah itu baik-baik saja.” Gumam Lu Bei terlihat bangkit dan langsung melangkah dengan santai.


Namun langkah santai Lu Bei sangatlah cepat, hingga terlihat seperti melesat dengan kecepatan mengerikan, dan itu adalah Langkah Naga yang telah Lu Bei kuasai hingga ke tahap menyatu dengan udara.


Tap tap..!! Wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2