
“Hehe,, untung saja aku sudah memiliki Mata Semesta, jika tidak, aku tidak akan tahu kelebihan yang Pemimpin Kota miliki,” gumam Zang Wei sembari tersenyum kecil.
Wuss wuss..!!
***
Tap tap..!!
“Tuan muda, anda sudah kembali,” sapa Wen Zi langsung membungkukkan badannya ke arah Zang Wei yang muncul dari balik pintu.
“Hemm..!! Apakah ada terjadi sesuatu saat aku pergi?” Tanya Zang Wei yang langsung duduk di samping ibunya yang masih terbaring.
Wen Zi pun langsung mengangguk dan menceritakan jika Nona Sin Zia datang siang hari dan mengajak Zang Tian jalan-jalan. Lalu pada sore hari, ada pemuda bernama Jian Wu datang dan mengaku jika Zang Wei adalah adiknya.
Jian Wu juga datang dengan niat mencari Zang Wei untuk meminta sedikit penjelasan tentang metode Pernafasan Naga, serta teknik bertarung jarak dekat dan jauh.
Karena Wen Zi sudah mempelajari dan menghapalnya, Wen Zi pun membantu Jian Wu dengan memberitahu beberapa penjelasan serta praktek di luar hingga hampir malam tiba.
Dan baru beberapa menit Wen Zi di ruangan ini, Zang Wei pun juga datang.
...
Zang Wei yang mendengar penjelasan rinci Wen Zi pun mengangguk puas.
“Aku kini yakin jika ia adalah Reinkarnasinya Xian Jin, karena kecerdasannya sudah terlihat jelas saat dimana aku menemukannya dulu,” gumam Zang Wei dalam hati.
Pandangan Zang Wei pun mengarah ke Wen Zi. “Kerja bagus Wen Zi, dan besok kau akan ikut denganku ke Gunung Naga Api, di sana aku ingin kau mencari Daun Gingseng Darah. Tapi sebelum itu, aku ingin kau menyamar menjadi anggota Bandit dan buat dirimu terlihat sangar, agar orang yang bersamaku tidak mengenalimu.” Ucap Zang Wei.
“Oh ya, aku lupa akan para saudaramu itu, bagaimana perkembangan mereka? Apakah mereka telah menjadi Ahli Bela Diri sekarang? Jika ia, maka suruh mereka menjaga Liu Fei,” sambung Zang Wei.
Zang Wei juga terlihat langsung membuat sebuah pesan dengan menulis di kertas kosong.
“Sekalian kau menemui para saudaramu, antarkan ini kepada Liu Fei, setelah ia membacanya, ia akan tahu pekerjaan awalnya nanti.” Perintah Zang Wei memberikan Wen Zi selembaran surat yang Zang Wei gulung.
Wen Zi pun langsung bangkit.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Baik Tuan muda, sekalian saya akan melihat perkembangan mereka, karena mereka baru berlatih selama 2 hari, jadi saya tidak yakin perkembangan mereka akan secepat saya. Tapi saya akan mencoba membimbing mereka malam ini jika tidak ada perkembangan sampai pagi hari tiba.” Ucap Wen Zi yang kini membungkukkan badannya lalu izin pergi.
***
Sementara di Kerajaan Bintang.
Tepatnya di Istana belakang, terlihat ada sebuah danau yang cukup besar.
Di pinggir danau tersebut, terlihat sosok pria tampan seperti berumur 40 tahunan. Tapi usia aslinya telah mencapai 80 tahun.
Pria tersebut tak lain Raja Kerajaan Bintang dan sedang memancing di danau pribadinya yang hanya bisa di masuki oleh beberapa orang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Ada berita apa yang ingin kau sampaikan kakak, sehingga datang sendiri kesini?” Tanya Raja Kerajaan Bintang dengan nada santai sambil menikmati indahnya danau yang ada di depannya.
“Hemm..!! Salam Yang Mulia, aku kesini karena insiden yang cucuku kerjakan beberapa waktu lalu.” Jawab Long Ji dengan nada hormat di sertai membungkukkan badannya sebagai tanda menyapa.
Terlihat Raja Kerajaan Bintang mengeluarkan senyuman hangat di arahkan ke Long Ji.
“Jadi, apakah ini pekerjaan Iblis?” Tanya Raja Ming Lian Ji.
Tap tap..!!
Long Ji tidak langsung menjawab, ia terlihat duduk di samping Raja Ming lalu mengambil alat untuk menangkap ikan.
“Aku masih ragu Yang Mulia, karena dalang di balik ini adalah Penetua Ke 3 Sekte Harimau Hitam. Jadi agak sulit bagiku menugaskan Assasint dari klan ku untuk kesana memancari informasi.” Ucap Long Ji.
Raja Ming Lian Ji, terlihat menganggukkan sedikit kepalanya.
“Kau ragu, karena kau pasti berpikir jika bukan Penetua ke 3 saja yang ikut bertindak bukan?” Tanya Raja Ming.
__ADS_1
“Benar, karena ahir-ahir ini saya mendengar Sekte Harimau Hitam terpecah menjadi dua bagian untuk memperebutkan posisi Master Sekte.” Ucap Long Ji.
“Hemm..!! Jadi, sampai saat ini Master Sekte Harimau Hitam masih belum bisa di temukan keberadaannya ya, sama seperti Mastee Menara Informasi, Topeng Emas.” Balas Raja Ming.
“Ini sedikit mencurigakan menurutku, walau keduanya menghilang dalam jarak 1 tahun, namun hari dan waktu mereka menghilang sama, yaitu malam pukul 08.00,” sambung Raja Ming terdengar curiga.
Long Ji yang mendengar itu seketika mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak mengecek ini secara rinci, tapi Rajanya tahu akan hal ini.
“Apakah menurut Yang Mulia jika hilangnya keduanya di lakukan oleh satu pihak?” Tanya Long Ji penasaran.
Raja Ming mengangkat pundaknya. “Ini hanya tebakanku saja, jadi masih tanda tanya.” Jawab Raja Ming dengan nada tenang.
Long Ji pun terdiam dan menerung dalam pikirannya saat ini.
Ingin rasanya Long Ji bergerak kesana, tapi ia tahu ini pasti akan menimbulkan kegaduhan jika 1 dari 5 yang terkuat di Kerajaan Bintang ikut bertindak masalah kecil. Karena mereka hanya bisa bertindak saat ada masalah besar, seperti perang antar kerajaan, atau ada invasi dari Ras Monster.
“Apakah anda tidak bisa meminta bantuan kepada Yang Mulia Kaisar, untuk mengirim Assasint terbaiknya?” Tanya Long Ji yang kini teringat akan Assasint milik Kaisar Ming yang di katakan setara dengan Kaisar Ming itu sendiri.
Raja Ming pun menggelengkan kepalanya. “Ayah mungkin bisa-bisa saja mengirim Assasintnya, tapi jika itu terjadi, maka para saudaraku akan keberatan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjatuhkanku.” Jawab Raja Ming.
Perlu di ketahui jika Kaisar Ming adalah sosok terkuat di Benua Barat, ia juga bertugas menjaga Benua Barat dari Serangan Kekaisaran Benua Selatan maupun Timur.
Kaisar Ming juga mempunyai 10 Istri Sah tanpa selir dan memiliki 17 putra dan 3 putri.
Dan di Benua Barat, ada 1 Kekaisaran dan 3 Kerajaan. Di antara ketiga Kerajaan ini, semua Rajanya adalah putra Kaisar Ming.
Setelah itu ada 3 Sekte Besar dan puluhah Sekte Menengah maupun kecil. Ke 3 Sekte Besar ini memiliki kekuatan setara dengan 3 Kerajaan.
Kaisar Ming sengaja membangun 3 Kerajaan yang di pimpin oleh putranya ini, hanya untuk mengimbangi ke 3 Sekte Besar dan menahan mereka, karena ia takut jika ke 3 sekte besar bersatu melawan Kekaisaran Ming.
Namun Kaisar Ming tidak menyangka jika ke 3 Kerajaan yang di pimpin putranya, malah saling berebut kekuasaan dan saling menjatuhkan di belakangnya.
Walau begitu, jika ada serangan dari pihak luar, ketiga Kerajaan selalu bersatu untuk membantu Kekaisaran.
...
__ADS_1
Kembali ke Raja Ming dan Long Ji.
“Hais, masalah internal keluarga anda juga sedikit menyusahkan Yang Mulia, sungguh beruntung klan ku tidak seperti itu,” ucap Long Ji tersenyum masam saat mengingat Klan Ming saat ini terjadi perang saudara.