
“Hihi,, ini pasti sebuah isyarat dari Ibu, aku harus membuat Zang Wei jatuh cinta kepadaku samapai ia berusia 20 tahun, jadi waktu yang aku butuhkan 5 tahun, itu sangatlah banyak,” gumam Mu Lan Jia terlihat sangat bahagia dan bersemangat.
...
Melihat semangat Mu Lan Jia, Zang Nian hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari berkata. “Jangan terlalu berharap kepada putraku, walau aku telah setuju, belum tentu ia akan setuju, karena pada akhirnya, semua tergantung pilihan putraku sendiri.”
Mu Lan Jia yang sedang semangat-semangatnya, langsung mengangguk santai saat menanggapi ucapan Zang Nian.
“Tentu saja Bu, aku tahu Zang Wei terlihat tidak terlalu peduli akan wanita kecuali dirimu, makanya cara pertama untuk membuatnya luluh adalah mendekatimu,” balas Mu Lan Jia yang terlihat semakin tidak tahu malu.
“Hais,, obsesimu terhadap Wei'er terlalu berlebihan, aku tidak tahu lagi cara menanggapimu,” ucap Zang Nian yang kini tidak tahu bagaimana cara pola pikir Mu Lan Jia ini.
“Sudahlah, dari pada membahas ini, lebih baik kau bawa Wei'er pulang, karena sebentar lagi malam, beritahu dia waktunya makan malam tiba.” Sambung Zang Nian yang melihat ke arah langit, dimana menunjukkan pukul 17.50.
Tap tap..!!
“Baik bu, serahkan tugas menyeret Zang Wei kepada ahlinya,” ucap Mu Lan Jia yang langsung berjalan pergi.
***
Sementara di Mansion tempat para wanita tinggal.
Kini Zang Wei yang sedang membantu mengarahkan para wanita menuju kehidupan baru, atau meninggalkan masa kelam mereka, terlihat menatap ke 20 wanita satu persatu.
“Jadi, ini terserah kalian, jalan apapun yang akan kalian ambil, aku akan mendukung kalian. Karena jika kalian membalas dendam kepada ketidak adilan, maka jalan satu-satunya menjadi ahli bela diri.” Ucap Zang Wei terdengar serius.
“Lalu jika kalian ingin hidup lebih aman, maka kalian bisa bekerja sebagai pelayan nantinya di setiap cabang Bisnis yang di urus oleh dia,” sambung Zang Wei menunjuk ke arah Liu Fei yang sudah tiba beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
Para wanita yang mendengar itu, terlihat saling melirik satu sama lain.
Beberapa dari mereka ragu akan mampu membalas ketidak adilan yang mereka terima, mereka juga berpikir itu tidak perlu, karena orang yang menyiksa mereka sudah mati. Jadi satu-satunya harapan mereka adalah mendapatkan pekerjaan yang layak dan hidup nyaman.
Beberapa dari mereka juga ada yang berpikir untuk menjadi kuat agar bisa membantu para wanita yang tertindas nantinya, atau membantu tujuan mereka masing-masing dalam melawan ketidak adilan.
Di saat para wanita sedang berpikir dan saling melirik satu sama lain, di sisi lain Liu Fei terlihat sedikit iba dengan mereka, karena ia sedikit tahu sifat Zang Wei ini seperti apa, yaitu tidak mungkin Zang Wei mau membantu tanpa untung.
Dan apa yang di pikirkan Liu Fei memang benar adanya.
Terlihat saat ini Zang Wei tersenyum tipis di saat melihat para wanita memisahkan diri menjadi dua bagian.
“Hemm..!! Bagus, dengan begini aku mempunyai beberapa dari mereka yang akan menjadi penjual informasi di setiap cabangnya, mereka juga akan di latih nantinya oleh Topeng Emas cara untuk menjual informasi dengan harga yang fantastis.” Gumam Zang Wei dalam hati di sertai mata bersinar cerah.
“Sisanya akan ku buat menjadi Assasint, mereka akan bertujuan mengikutiku untuk membunuh musuh-musuhku sekaligus memungut para korban yang akan di berikan dua pilihan, antara menjadi Assasint seperti mereka, atau bekerja sebagai penjual informasi di setiap cabangnya.” Sambung Zang Wei.
Tap tap..!!
Di saat para wanita ingin mengutarakan jawaban mereka kepada Zang Wei, terdengar suara langkah kaki di sertai teriakan dari pintu masuk.
“Zang Wei, keluar kau, Ibumu telah memanggilmu, katanya, jika kau tidak pulang, ia akan menyeretmu pulang,” teriak Mu Lan Jia yang menggema di seluruh Mansion, lantaran ia mengalirkan energinya ke dalam suaranya.
Sontak Zang Wei pun langsung bangkit. “Nenek tua itu, mengganggu saja,” dengus Zang Wei dalam hati.
“Oh ya, apapun pilihan kalian, kalian tinggal memberitahu Wen Zi dan Liu Fei, karena mereka berdua yang akan mengurus pilihan kalian nantinya.” Ucap Zang Wei sambil melangkah pergi meninggalkan mereka semua.
Tap tap..!!
__ADS_1
Terlihat Zang Wei dengan cepat mendekati Mu Lan Jia.
“Dasar nenek tua, menggangu bisnis orang saja, tidak bisakah kau menunggu sedikit lebih lama dan jangan menipuku dengan ancaman Ibuku akan kesini,” dengus Zang Wei melotot ke arah Mu Lan Jia.
Mu Lan Jia yang di marahi, terlihat acuh.
“Oh,, jadi kau tidak mau pulang ya, baiklah jika begitu aku- Eemm emm.”
“Sialan, siapa bilang aku tidak akan pulang hah, aku bilang tunggu sebentar,” dengus Zang Wei langsung menyumpal mulut Mu Lan Jia menggunakan tangan kanannya sambil menyeret Mu Lan Jia keluar dari Mansion.
Emm emm..!!
“Siiiiualinnn lewwpaskuan tawwnguanmu,” terlihat Mu Lan Jia berusaha memberontak sambil bicara tidak jelas kepada Zang Wei.
Tap..!!
Sontak Zang Wei langsung melepaskan Mu Lan Jia di saat sudah menjauhi Mansion.
“Huh,, dasar pria tidak berperasaan,” dengus Mu Lan Jia melototi Zang Wei.
Zang Wei yang di pelototi langsung mengalihkan pandangan. “Siapa suruh nenek tua sepertimu berteriak tidak jelas,” ejek Zang Wei sambil terus melangkah meninggalkan Mu Lan Jia.
“Tunggu aku Zang Wei sialan,” teriak Mu Lan Jia langsung mengejar.
Bruk..!!
Namun langkah Zang Wei terlihat terhenti, hingga Mu Lan Jia yang berlari tepat di belakang Zang Wei langsung menabrak punggungnya.
__ADS_1
“Aduh, apa-apaan kau ini berhenti tidak bilang-bila-” seketika Mu Lan Jia menghentikan ucapannya saat tersadar ada beberapa orang yang kini mengikutinya dan bersembunyi di kegelapan lorong-lorong bangunan.