Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kekuatan Asli Assasint Bertopeng dan Sadar Kematian Akan Datang


__ADS_3

“Jadi, ini akan menjadi pertarungan hidup dan mati kita, apakah kau sudah siap saudara Sing Zhao?” Sambung Yan Chao yang langsung di sambut seringai lebar oleh Sing Zhao.


“Hehe,, tentu saja, jika aku tidak siap mati, kenapa aku mau mengajukan diri menjadi tameng hidup,” kekeh Sing Zhao.


Tap tap..!!


“Apa kalian sudah selesai berdiskusi?” Tanya Assasint bertopeng yang terlihat sengaja menunggu Yan Chao dan Sing Zhao mengobrol.


Mendengar itu, Yan Chao dan Sing Zhao yang kini menatap Assasint bertopeng sambil memasang sikap kuda-kuda.


“Tentu saja, jadi ayo maju, aku ingin melihat kekuatan dari sosok Assasint yang katanya mampu mengalahkan Senior Xu Yang Lu.” Balas Yan Chao, terlihat tangan kanannya menyuruh Assasint bertopeng untuk menyerangnya.


Blush..!!


“Apa kau yakin? Pertahananmu sangatlah terbuka lebar,” ucap Assasint bertopeng yang kini dalam sekejap muncul di depan Yan Chao.


Yan Chao yang melihat musuhnya muncul tanpa ia sadari, hanya bisa melototkan matanya.


Tapi dengan cepat Yan Chao mengayunkan tinjunya, karena Yan Chao merasa Assasint bertopeng terlalu meremehkannya dengan sengaja tidak menyerangnya di saat assasint tersebut muncul.


“Tinju Pembelah Langit.” Teriak Yan Chao.


Blush..!! Wung..!!


Terlihat kepalan tangan Yan Chao langsung di selimuti oleh Qi energi dan langsung terayun ke arah Assasint bertopeng yang kini berdiri dalam jarak 1 meter di depannya.


Assasint bertopeng yang melihat Yan Chao menyerangnya, terlihat hanya diam saja. Bahkan ia saat ini tersenyum di balik topengnya.


Bam..!!


”I..Ini,” ucap Yan Chao melototkan matanya saat melihat Assasint bertopeng menahan tinjunya hanya dengan satu jari saja.


Tapi itu tidak menyurutkan semangat Yan Chao, terdengar suara Yan Chao berteriak dengan lantang.


“Sekarang.”

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Sing Zhao muncul dari langit lorong dan kini melesat ke arah Assasint bertopeng.


“Teknik Pedang Kembar, Tebasan Kematian Ganda.” Teriak Sing Zhao dan langsung mengayunkan kedua batu runcingnya ke arah pundak kiri dan kanan musuhnya.


Blush..!! Slash slash..!!


Terlihat jelas bilah energi menyelimuti kedua batu runcing tersebut, auranya juga berbeda dari semua senjata yang pernah Sing Zhao gunakan, sehingga Sing Zhao kini sadar jika kekuatannya bertambah besar karena bantuan kedua senjata yang ia pegang saat ini.


Sementara Assasint bertopeng yang sudah mengetahui Sing Zhao bersembunyi di langit lorong, awalnya santai saja saat ia melihat Sing Zhao menyerangnya.


Tapi tak lama setelah ia merasakan aura yang keluar menyelimuti kedua senjata milik Sing Zhao, ia pun sadar jika kedua senjata tersebut memiliki kehendak dan mampu di gerakkan hanya menggunakan energi saja.


“Senjata itu, itu senjata tingkat Legenda.” Teriak Assasint bertopeng terlihat terkejut.


Mendengar itu, para Assasint dan Sing Zhao bahkan ikut terkejut.


Hal tersebut langsung membuat Sing Zhao bersemangat dan kembali mengalirkan energinya ke dalam kedua batu runcing dalam jumlah yang jauh lebih besar.


Blush..!!


Namun satu hal yang Sing Zhao lupakan, yaitu jarak tingkat kultivasinya dengan Assasint bertopeng sangat jauh. Yaitu 1 Ranah.


Kini Assasint bertopeng terlihat bergerak mundur untuk menghindar.


Sret..!!


“Mau kemana kau.” Tapi tepat saat Assasint bertopeng baru mundur satu langkah, kakinya terhenti oleh tangan Yan Chao yang kini sedang memegangnya dengan erat.


“Ka..Kau, apa kau berniat ikut mati juga,” teriak Assasint bertopeng yang langsung di penuhi amarah.


Blush..!!


Bam..!!


Karena tidak punya pilihan, Assasint bertopeng langsung mengeluarkan tingkat kultivasinya yang sesungguhnya dan langsung membuat Yan Chao terhempas.

__ADS_1


Crash..!! Boomm..!!


Bersamaan dengan Yan Chao terhempas, terlihat kedua batu runcing yang di ayunkan Sing Zhao menggores pundak Assasint bertopeng.


Tuk tuk tuk..!!


Kini terlihat darah menetes dari pundak Assasint bertopeng.


Assasint bertopeng yang melihat kedua pundaknya dapat di lukai, bukannya marah, ia malah menyeringai lebar dan membuat dirinya yakin jika kedua batu runcing tersebut memang benar-benar Senjata Tingkat Legenda.


“Khehe,, khehehe,, senjata itu akan menjadi milik ku,” teriak Assasint bertopeng yang kini tawanya langsung menggema ke area seluruh area lorong.


Sing Zhao yang kakinya kini bergetar hebat, lantaran tidak kuat menahan tekanan yang Assasint bertopeng keluarkan, hanya bisa melotot tak percaya.


“Si..Sialan, aku tak menduga jika tingkat kultivasinya kini sudah di Tahap Prajurit Tingkat 8 Menengah, kekuatan ini berada di bawah para monster itu, bahkan mungkin di katakan hampir setara.” Umpat Sing Zhao dalam hati, Sing Zhao juga langsung sadar kalau dirinya akan langsung mati saat ini jika Assasint tersebut bergerak ke arahnya.


Pandangan Sing Zhao juga mengarah ke Yan Chao.


Kini terlihat kondisi Yan Chao cukup mengenaskan, lengan kanannya hancur dan dadanya terluka parah.


Hehehehe,, hehehe..!!


Hahaha..!! Hahahaha..!!


“Lihatlah betapa serakahnya dirimu, sungguh lucu orang sekuat dirimu sangat miskin, saking miskinnya dirimu, kau bahkan merampok orang biasa, sungguh ironisnya dirimu,” ejek Yan Chao sambil tertawa lebar.


..


Assasint bertopeng yang sangat terobsesi dengan batu runcing milik Sing Zhao, kini terlihat menghentikan langkahnya setelah mendengar tawa ejekan Yan Chao.


“Ho ho ho,, salahkan dirimu yang jauh lebih lemah dariku, dan juga, bukankah wajar orang yang jauh lebih kuat menindas orang lemah,” ejek Assasint bertopeng sambil mengubah arahnya dengan melangkah ke tempat Yan Chao.


“Dan juga, kau terlihat sangat ingin mati lebih cepat, padahal aku berniat membunuhmu belakangan,” sambung Assasint bertopeng terlihat menyeringai lebar.


Tap tap..!! Sret..!! Argh...!!

__ADS_1


__ADS_2