
“Jadi cara terbaik untuk membuktikan diriku cukup layak, dengan cara menjadi temannya dan mendekatinya secara langsung, tanpa memiliki niat tertentu. Karena dia pasti tahu niat kita ingin menyelamatkannya di saat dia dalam bahaya, mungkin itu sudah basi menurutnya. Karena itu juga aku ingin melakukannya dengan cara yang berbeda, agar ia bisa melihat ketulusanku ini.” Ucap Pangeran Ming yang terlihat langsung melangkah ke tempat Zang Wei dan Wen Zi berada.
Tap tap..!!
***
Di tempat Zang Wei dan Wen Zi.
Zang Wei yang baru selesai mengidentifikasi calon-calon korbannya, kini melirik ke arah dimana Pangeran Ming berada.
“Ayo jalan, jangan sampai dia mengacaukan rencana kita,” ajak Zang Wei.
Wen Zi pun mengangguk dan langsung melangkah melalui padatnya para pejalan kaki dan menghilang di tengah-tengah keramaian.
...
Melihat Zang Wei dan Wen Zi menghilang, Pangeran Ming pun sedikit panik, ia pun mempercepat langkahnya dan mencari dimana keberadaan keduanya.
Tapi ia sama sekali tidak dapat menemukan mereka.
Bukan hanya Pangeran Ming saja, bahkan bawahan para Bangsawan dan Patriak Klan pun terlihat keluyuran kesana kemari untuk mencari dimana target mereka.
...
Tidak sampai 5 menit, kedua sosok yang mereka cari, secara tiba-tiba muncul di pintu keluar yang langsung menuju Kota Janghu.
Melihat target mereka akan keluar, bawahan para Bangsawan dan Patriak Klan pun langsung menghubungi Tuan mereka yang sudah menunggu di kota Janghu.
...
__ADS_1
Zang Wei dan Wen Zi yang sengaja memunculkan diri mereka dan hendak keluar melalui sebuah portal, kini saling melirik satu sama lain.
“Kau temui Pemimpin Kota, sementara aku akan memancing para Bangsawan dan Patriak klan bodoh itu untuk menjauh terlebih dahulu,” ucap Zang Wei yang langsung di angguki Wen Zi.
“Jangan lupa langsung kabari aku setelah kau sudah menjadi penasehat pemimpin kota. Karena pada saat itu, aku akan langsung menggiring mereka.” Sambung Zang Wei yang terlihat lebih dahulu keluar.
Blush..!!
...
Tap tap..!!
Terlihat sosok Zang Wei yang sudah melepaskan jubahnya, kini muncul di depan sebuah pemukiman kumuh.
“Di sana, dia ada di sana, cepat kepung bocah sialan itu,” seketika terdengar suara teriakan dari Jang Wo sambil menunjuk ke arah Zang Wei berada.
Zang Wei yang mendengar suara teriakan yang begitu familiar pun langsung melirik ke asal suara.
Wuss..!!
Tepat di saat Zang Wei mengeluarkan senyumannya, sebilah belati seketika melesat dari arah depan dan sampingnya.
Sontak dengan santai Zang Wei menggeser kepalanya ke kiri dan tangan tangan kanan Zang Wei langsung terulur ke arah bilah belati satunya dan langsung menangkapnya dengan kedua jarinya.
Jlep..!!
“Kalian sabaran juga ternyata, jika begitu, akan ku temani kalian bermain sebentar,” ucap Zang Wei dengan santai, namun suaranya dapat di dengar oleh mereka semua.
Wuss..!!
__ADS_1
Dengan cepat Zang Wei melesat ke arah Utara.
Melihat Zang Wei yang langsung melarikan diri menuju Utara, dimana di sana ada gerbang kota yang mengarah ke Hutan, membuat Wang Si, Jang Wo, Patriak Klan Xiao langsung berteriak kepada para bawahan mereka yang telah mengepung tempat kumuh ini.
“Sialan, kenapa kalian diam, cepat kepung dan tangkap dia, jangan biarkan dia keluar dari sini.”
Teriakan tersebut membuat semua bawahan para Bangsawan dan Patriak klan mulai bermunculan dari berbagai arah di tempat kumuh tersebut.
Mereka kini tidak peduli akan ganjaran yang mereka terima jika Pemimpin Kota Janghu apa yang mereka lakukan. Karena mereka bisa dengan mudah menyuapnya menggunakan beberapa keping Emas.
Wuss..!!
Wuss..!!
Slash..!!
Beberapa dari bawahan para Bangsawan dan patriak yang sudah menunggu Zang Wei dari depan, terlihat langsung menyerang dengan sekuat tenaga.
Tapi Zang Wei dengan mudah melewati mereka semua, ia terlihat layaknya ular yang meliuk-liuk sambil terus melesat lurus.
Tap tap..!!
Namun langkah Zang Wei terhenti setelah hampir keluar dari gerbang utara.
“Aku memang tidak memiliki masalah dengamu, tapi karena aku di bayar oleh mereka, maka jangan salahkan aku jika melukaimu,” ucap sosok pria paruh baya yang berdiri tepat di bawah gerbang utara.
“Hoo,, apa kau yakin mampu menghentikanku,” ucap Zang Wei menaikkan alis kanannya sambil tersenyum kecil.
Zang Wei yang merasakan para Bangsawan dan Patriak Klan sudah mendekat dalam jarak 100 meter.
__ADS_1
Ia pun langsung memusatkan aliran energinya ke kakinya dan menggunakan teknik Langkah Naga tahap kedua dan jauh lebih cepat dari yang biasa ia gunakan. “Jika kau ingin melawanku, maka akan ku tunggu di hutan,” ucap Zang Wei tersenyum ke arah sosok pria paruh baya.
Wuss..!!