Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.100 - Bukan Ide Yang Buruk


__ADS_3

Xiang Yang bisa mendengar percakapan yang terjadi di balik pintu mewah diujung lorong.


Dari apa yang Xiang Yang dengar, ia mengetahui kalau yang berada di dalam ruangan itu adalah sang Permaisuri, Ming Xue dan juga Kaisar Ming Qin yang sedang sekarat.


Xiang Yang tidak menyangka ternyata hal seperti ini terjadi di Kekaisaran Ming. Dikhianati oleh orang yang disayangi, sungguh hal yang menyakitkan.


Yah..lagi pula ini semua juga karena kebodohan Kaisar Ming Qin sendiri yang bisa dengan bodohnya termakan tipuan Yuan Ran.


"Jika pasukan pemberontak kalah oleh si permaisuri maka Kekaisaran Ming akan runtuh secara perlahan jika dipimpin oleh wanita busuk sepertinya, banyak rakyat yang akan menderita!..


Sebelumnya aku berniat membantu, tapi setelah mengetahui kalau ternyata semua ini disebabkan oleh si kaisar bodoh itu sendiri, niat ku membantu jadi langsung hilang!" Xiang Yang memutar matanya dengan malas "Ya, lebih baik aku biarkan saja berlalu, biarkan waktu yang menentukan nasib Kekaisaran Ming!"


Xiang Yang pun pergi dari sana.


***


Keesokan harinya, setelah matahari sudah menampakkan diri sepenuhnya, pintu kamar Xiang Yang diketuk dari luar.


Xiang Yang pun beranjak dari ranjang lalu membuka pintu, menemukan Fei Fei sudah menunggunya di luar.


"Maaf jika mengganggu waktu mu tuan Xiang Yang, tuan putri menyampaikan jika sarapan sudah siap, jadi tuan bisa turun dan makan bersama tuan putri!" Fei Fei membungkuk sopan sampai akhir kalimatnya.


"Oh, begitukah! Kalau begitu tunggu aku sebentar, aku mau mandi dulu!" jawab Xiang Yang.


"Baik Tuan Xiang Yang!" Fei Fei pun pergi.


***


Setelah membersihkan tubuhnya, Xiang Yang turun ke lantai 1 dimana ruang makan berada.


Sesampainya disana, Xiang Yang melihat meja panjang yang sudah dipenuhi berbagai macam makanan.


"Silahkan duduk Xiang Yang!" Ming Xue langsung memasang senyum manis setelah melihat kedatangan Xiang Yang.


"Aku rasa ini terlalu berlebihan menyiapkan makanan sebanyak ini hanya untuk kita berdua Putri Ming Xue!" meskipun mengatakan demikian, Xiang Yang tetap duduk tanpa sungkan di kursi yang berhadapan dengan Ming Xue.


"Ini sama sekali tidak berlebihan jika untuk menjamu pahlawan ku!"

__ADS_1


Xiang Yang menaikkan alisnya, jujur sudah sangat lama ia tidak mendengarkan kata-kata itu. Dulu ia sudah bosan mendengar orang-orang menyebutnya sebagai 'Pahlawan ku'.


Xiang Yang sekarang tidak tau harus menanggapi seperti apa perkataan Ming Xue, jadi ia hanya diam saja sampai satu piring makanannya habis.


"Putri Ming Xue, bisakah aku minta tolong sesuatu?"


"Oh apa itu, apapun yang kau minta akan ku usahakan semampu ku!" Ming Xue jadi sumringah.


"Aku menginginkan peta lengkap Kekaisaran Ming ini!"


"Kalau hanya peta itu sangat mudah!" Ming Xue mengibas pelan tangannya, mengeluarkan sebuah gulungan kertas kulit sepanjang setengah meter.


"Ini!" Ming Xue menyerahkan peta itu pada Xiang Yang.


"Terima kasih!" Xiang Yang mengambil lalu memasukkan peta itu kedalam cincin dimensinya.


Setelah selesai sarapan, Xiang Yang berdiri "Maaf Putri Ming Xue, maaf sebelumnya, tapi aku tidak bisa berlama-lama di Istana Kekaisaran, aku harus pergi karena ada sesuatu yang harus ku lakukan!"


"Eh, secepat itu, apa kau tidak ingin berkeliling Istana Kekaisaran? Masih banyak tempat yang belum kita kunjungi kemarin!" Ming Xue berusaha menahan Xiang Yang.


"Maaf Putri Ming Xue, aku benar-benar harus pergi!" Xiang Yang berkata dengan tegas, membuat Ming Xue tidak bisa lagi menahan Xiang Yang.


"Kalau begitu aku tidak akan menolaknya!"


***


Setelah keluar dari Istana Kekaisaran, Xiang Yang pergi mencari penginapan lalu menyewa satu kamar untuk satu hari.


Xiang Yang menginginkan tempat yang lebih privasi untuknya.


Di dalam kamar, Xiang Yang mengeluarkan dua buah gulungan kertas kulit sepanjang setengah meter lalu membuka kedua kertas kulit itu.


Bisa dilihat isi dari kertas kulit itu merupakan peta. Satu merupakan peta Kekaisaran Ming sedangkan yang satunya adalah peta Benua Lingwu.


Xiang Yang tentunya mendapatkan peta Benua Lingwu dari cincin dimensi peninggalan Xiao Chong.


Namun peta itu menggambarkan apa yang ada pada Benua Lingwu pada 100 ribu tahun lalu, jadi bisa dibilang peta itu tidak terlalu valid untuk sekarang.

__ADS_1


Xiang Yang tidak mengetahui ada dimana dirinya sekarang ini di Benua Lingwu, karena itulah ia membutuhkan peta Kekaisaran Ming dan mencocokkannya dengan peta Benua Lingwu untuk mengetahui lokasinya.


Setelah beberapa saat, Xiang Yang tersenyum lebar "Kebetulan sekali, apa yang aku cari ternyata berada di Kekaisaran Ming!"


Xiang Yang menggulung kembali peta Benua Lingwu lalu menyimpannya kedalam cincin dimensinya. Xiang Yang kemudian memberikan sebuah tanda pada satu lokasi di peta Kekaisaran Ming.


"Itu berada di Kota Langit Ungu, kota kekuasaan Sekte Langit Ungu!" Xiang Yang mengelus dagunya "Jaraknya cukup jauh dari Ibu Kota Kekaisaran, mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 hari untuk sampai!"


Xiang Yang menyimpan kembali peta itu kedalam cincin dimensinya, lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Aku lebih baik berangkat besok saja, entah kenapa aku merasa malas untuk pergi hari ini!" Xiang Yang memejamkan matanya, tiba-tiba ia teringat dengan wajah Cai'er "Cai'er. Dimana kau saat ini? Apakah kau juga berada di Benua Lingwu?"


Xiang Yang berpikir jika ada Cai'er bersamanya maka istrinya itu pasti akan mengajaknya jalan-jalan.


"Hari ini lebih baik aku berkultivasi penuh, aku yakin dapat menembus tingkat Silver Core tahap 5!" Xiang Yang mengambil posisi bersila lalu mulai berkultivasi dengan mengkonsumsi pil.


***


Keesokan harinya.


Xiang Yang membuka mata dengan senyum lebar, ia benar-benar berhasil menerobos ketingkat Silver Core tahap 5.


"Baiklah, waktu berangkat!" Xiang Yang langsung pergi meninggalkan penginapan – meninggalkan Ibu Kota Kekaisaran Ming.


Setelah meninggalkan Ibu Kota, Xiang Yang melesat kearah timur, menuju Kota Langit Ungu.


...


5 hari terasa berlalu begitu cepat.


Xiang Yang melakukan perjalanan mulai dari siang sampai sore, sementara saat malam Xiang Yang mengistirahatkan tubuh dengan melakukan kultivasi dan latihan tubuh untuk memperkuat fondasinya.


Hinga sekarang, Xiang Yang sudah mencapai puncak tahap 5 dari tingkat Silver Core.


Dengan banyaknya sumber daya yang Xiang Yang miliki saat ini, kultivasi terasa sama sekali tidak ada tantangan.


Hanya duduk, makan pil, lalu kultivasi naik. Sungguh membosankan.

__ADS_1


Sesaat kemudian, sebuah ide terbesit dipikiran Xiang Yang, membuat pemuda itu tersenyum lebar.


"Ya.. mungkin itu memang bukan ide yang buruk sama sekali!"


__ADS_2