Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.131 - Kekacauan Di Sekte Langit Ungu II


__ADS_3

Akibat Xiang Yang meledakkan pil peledak, banyak anggota Sekte Gunung Api yang tertidur, kini terbangun lalu bergerak cepat kearah ledakan terjadi.


Suasana yang tadinya hening, kini riuh dengan suara anggota Sekte Gunung Api yang membicarakan tentang ledakan itu.


Suasana kian semakin heboh saat orang-orang yang berniat pergi menuju tempat terjadinya ledakan, berhenti saat melihat ada rekan-rekannya yang terlihat masih tertidur, namun saat diperiksa ternyata mereka sudah mati.


Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi hingga banyak rekan-rekan mereka yang tewas tanpa adanya suara yang terjadi. Tidak peduli itu kultivator Silver Core atau bahkan Gold Core sekalipun, semua yang tewas seperti mati seketika tanpa menyadari adanya serangan.


Sementara untuk orang-orang lainnya yang tidak menemukan rekan-rekan mereka yang mati saat dalam perjalanan, berakhir terus melesat kearah sumber ledakan.


Xiang Yang sendiri membaur diantara orang-orang yang bergerak menuju ledakan, tidak ada yang mengetahui kalau semua yang terjadi disebabkan karena dirinya.


Hingga setelah beberapa menit, Xiang Yang tiba disana yang mana terlihat ada sekitar seratus orang yang lebih dulu datang.


Saat Xiang Yang mendarat ditanah, tangan kanannya langsung memegang gagang pedang yang tersarung rapi di pinggang kirinya.


"Tebasan Cincin Api!"


Sarung pedang Xiang Yang hancur, memperlihatkan bilah pedangnya yang sudah memerah bagaikan bara api.


"MENGHINDAR!" seseorang yang berada ditingkat Gold Core tahap 1, sepertinya menyadari kalau Xiang Yang akan melancarkan serangan, hingga ia langsung melompat sambil memperingatkan yang lainnya.


Namun sudah terlambat, sebelum orang-orang itu bisa beraksi, Xiang Yang sudah lebih dulu melakukan gerakan memutar 360° bersamaan dengan tebasan pedang, membuat gelombang tebasan seperti cincin yang melebar dengan kecepatan tinggi, memotong semua orang yang terkena serangannya.


Semua yang datang ke area ledakan, kecuali kultivator Gold Core yang sebelumnya menghindar, kini tubuh mereka terpotong akibat teknik yang digunakan Xiang Yang.


Kultivator Gold Core mendarat ditanah sesaat setelah semua rekan-rekannya mati terpotong.


"S-siapa kau?" Orang itu bertanya dengan nada bergetar.


Dari serangan yang Xiang Yang lancarkan tadi, ia bisa menebak kalau kekuatan pemuda itu berada diatasnya, pemuda itu tidak bisa ia lawan sendirian.


"Apakah aku perlu memperjelas hal yang sudah sangat jelas?" Xiang Yang menaikkan alisnya saat melihat pedang ditangannya kini hanya tersisa gagangnya saja, bilahnya sudah meleleh karena tidak kuat menahan kekuatan Xiang Yang.


Ya..lagi pula itu hanyalah senjata biasa, jadi wajar saja jika pedang itu sampai meleleh saat Xiang Yang melancarkan serangan kuat

__ADS_1


"Aku adalah penyusup yang kalian cari!" ucap Xiang Yang sambil membuang gagang pedang ditangannya.


Secara refleks, orang itu mundur satu langkah, memasang kuda-kuda siaga, mengeluarkan senjatanya yang berupa sebuah tombak.


"Apa kau tidak sadar apa yang kau lakukan ini telah menyinggung Sekte Gunung Api? Sekte Gunung Api tidak akan melepaskan mu karena hal ini!"


"Oh, Sekte Gunung Api! Untuk apa aku takut pada sekte yang sebentar lagi akan menjadi sejarah?" Xiang Yang tersenyum meremehkan.


"Kau...!" Orang itu terlihat marah, jelas tidak terima dengan ucapan Xiang Yang yang menghina sektenya.


Xiang memasang kuda-kuda, mengeluarkan dua pedang yang masing-masing dipegang tangan kanan dan kirinya.


Pedang ditangan kanan Xiang Yang memancarkan hawa panas yang intens, sedangkan pedang ditangan kiri memancarkan hawa dingin menusuk tulang.


Xiang Yang memusatkan energi api di telapak kakinya, lalu meledakkan energi api itu, membuat tubuh Xiang Yang melesat cepat kedepan.


Saat baru saja mata orang itu berkedip, Xiang Yang tiba-tiba saja sudah berada didepan matanya dengan pedang ditangan kiri Xiang Yang ditebasnya kearahnya.


Orang itu sigap menahan serangan Xiang Yang dengan tombaknya.


Suara besi baja berbenturan terdengar keras, tombak yang menahan tebasan Xiang Yang tiba-tiba membeku tertutupi es, dengan cepat menjalar keseluruh bagian tombak.


Musuh Xiang Yang segera melepaskan tombaknya, karena jika tidak maka tangannya akan ikut membeku. Ia buru-buru melompat menjauh dari Xiang Yang.


Namun baru saja ia melompat, Xiang Yang sudah lebih dulu melakukan gerakan menusuk dengan pedang ditangan kanannya, mengeluarkan pancaran sinar energi panas bagaikan laser.


Orang itu dengan cepat membuat perisai energi, namun dalam jarak dan waktu yang sesingkat itu, perisai energinya tidak bisa terbentuk sempurna, hingga pertahanannya hancur dan sinar energi panas itu melesat menembus tubuhnya hingga membuat lubang di bagian dada.


"Gouhk!" Orang itu memuntahkan banyak darah sebelum terjatuh dengan tubuh gemetaran, ia sadar tidak akan bisa bertahan lama dengan kondisinya saat ini.


Xiang Yang melihat kedua pedang ditangan kanan dan kirinya yang kini hanya tersisa gagangnya saja.


"Sial, meskipun aku memiliki banyak senjata namun semuanya hanya senjata tingkat rendah dan kebanyakan tidak cocok dengan ku! Aku harus mencari senjata nantinya!" Xiang Yang membuang kedua gagang pedang itu.


"GANG'ER!"

__ADS_1


Tiba-tiba Xiang Yang mendengar seseorang berteriak menyebut satu nama. Ia melihat keatas dan menemukan seorang pria paruh baya terbang cepat lalu mendarat di samping tubuh orang yang baru saja Xiang Yang bunuh.


Xiang Yang memiringkan kepalanya, merasa mungkin pria paruh baya ini memiliki hubungan dengan orang itu.


Memang kalau dilihat, orang yang baru ia bunuh itu terlihat cukup muda. Xiang Yang menebak kalau mereka berdua adalah sepasang ayah dan anak.


Sesaat setelah pria paruh baya memeriksa kondisi orang yang dia sebut Gang'er, aura kuat meledak keluar dari tubuhnya, jelas sekali kalau dia marah.


Pria paruh baya itu berdiri, menatap Xiang Yang dengan tatapan membunuh, memusatkan semua auranya pada Xiang Yang, berusaha menekan pemuda itu.


"AKU XIAN YING! AKAN MEMBALAS ATAS KEMATIAN PUTRA KU!"


"Pffftt! Hahaha...!" Xiang Yang yang tadinya sangat tenang dengan wajah datar, kini tertawa keras memegang perutnya.


"Si Anjing! Hahaha...!" Xiang Yang tertawa karena mendengar nama dari pria paruh baya itu.


Xian Ying, jika penempatan hurufnya sedikit diubah maka akan menjadi Xi Anying, hingga jika diplesetkan maka akan menjadi Si Anjing.


Karena itulah Xiang Yang tertawa keras sampai perutnya sakit.


"Ahaha...! Perut ku sakit, tidak ku sangka akan ada orang yang memiliki nama seperti itu! Hahaha! Si Anjing! Hahaha...!" Air mata Xiang Yang bahkan sampai keluar.


"BOCAH! KAU AKAN MATI DITANGAN KU!" Xian Ying tidak tahan lagi dengan hinaan Xiang Yang.


Ia dengan cepat melesat maju, dengan kepalan tangannya yang diselimuti kobaran api kuat, memukul kearah Xiang Yang.


"Pukulan Gunung Api!"


Semburan gelombang api keluar dari pukulan Xian Ying, mengarah pada Xiang Yang.


Xiang Yang masih berdiri tenang ditempatnya, hingga akhirnya...


*Boooommmm...!!


Ledakan keras terjadi, membuat tanah bergetar

__ADS_1


__ADS_2