
Pasukan aliran hitam yang awalnya sangat gencar dan bengis membunuh pasukan aliran putih, kini moral mereka menjadi drop saat kedatangan pasukan bantuan aliran putih.
Kini pasukan aliran hitam kocar-kacir karena tidak bisa melarikan diri dari situasi ini.
Xiang Yang sendiri, sampai sekarang masih tidak mendapatkan luka yang berarti, hanya beberapa luka sayatan yang sama sekali tidak menghambat pergerakannya.
Sambil bertarung, Xiang Yang sesekali melemparkan Jarum Es Kematian untuk membantu pasukan aliran putih yang sedang terdesak.
Xiang Yang sama sekali tidak berkedip saat membunuh lawannya, banyak yang merasa enggan untuk berhadapan dengan Xiang Yang, namun tidak sedikit pula orang yang berniat membunuh Xiang Yang, karena berpikir akan mudah membunuh pemuda itu setelah banyaknya energi Qi nya yang terkuras.
Cai'er sendiri hampir tidak ada yang berani mendekati wanita itu, jadi Cai'er lah yang mendatangi mangsanya.
Cara Cai'er membunuh terkadang sangat kejam, yakni memberi musuhnya racun, membuat mereka kesakitan tanpa langsung membunuhnya. Tidak hanya menggunakan racun, Cai'er terkadang memotong anggota badan mereka seperti kedua tangan dan kaki lalu membiarkan mereka mati dengan sendirinya.
Paling ringan Cai'er membunuh dengan menusukkan pedang ke jantung musuhnya.
Berbeda kultivator aliran hitam, yang merasa diri mereka sangat kejam, kini merasa minder dan malu saat melihat aksi kejam dari wanita itu.
Banyak orang yang terus berusaha menjauhi Cai'er, namun sesekali ada saja orang tolol yang ingin mencoba bertarung melawannya.
Sementara itu, Xiang Han sudah membunuh 4 musuhnya sebelumnya, namun kini ia malah melawan 7 kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5, hanya ada 2 kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 4.
Kebanyakan yang ingin melawan Xiang Han adalah para kultivator tingkat tinggi, karena mereka sangat menginginkan Pedang Langit Biru milik pria itu.
"Xiang Han! Serahkan pedang itu jika kau tidak ingin mati!" salah satu lawan Xiang Han berteriak sambil mengacungkan pedangnya.
"Haisss! Aku benar-benar sudah bosan mendengar kata-kata itu, apakah kalian tidak bisa memilih kalimat yang lebih berbeda?" Xiang Han menggerutu lalu memasang kuda-kuda "Sudahlah, tidak ada gunanya berbicara dengan kalian! Majulah dan ambil pedang ini jika kalian memiliki kemampuan!"
"Dasar sombong! Serang dia bersama-sama!" Ke-7 pria paruh baya itu pun langsung menerjang Xiang Han.
***
__ADS_1
Karena hilangnya satu lengan Han Shizu, kekuatan gadis itu jadi menurun cukup signifikan. Han Shizu yang keras kepala dan bahkan jarang mendengarkan peringatan orang lain, termasuk orang tuanya sendiri, kini ia malah mematuhi perkataan Xiang Yang.
Gadis itu sama sekali tidak pernah bertarung sendiri melawan musuh, ia akan bekerja sama dengan yang lainnya jika musuh itu kuat.
Sekarang Han Shizu sedang bertarung bersama Trio Xiang melawan seorang kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5.
Dengan kerja sama yang apik dari mereka berempat, lawan mereka terus dipaksa dalam posisi bertahan, sama sekali tidak diberikan kesempatan menyerang balik.
Lawan mereka menjadi emosi karena dibuat sampai seperti ini oleh para bocah, namun apa daya, meskipun ia marah tapi tidak bisa melakukan apa-apa selain bertahan.
Semakin lama, semakin banyak luka yang ia dapatkan, semakin melemah juga dirinya, hingga ia semakin kesulitan menghadapi Trio Xiang dan Han Shizu.
Xiang Zu melihat sebuah celah, ia tidak melewatkannya dan menebas paha pria itu, memberikan luka tebasan dalam.
"Aaark!" Pria itu berteriak kesakitan, membuka semakin banyak celah.
Xiang Jun, Xiang Ba dan Han Shizu pun memberikan serangan mematikan secara bersamaan.
Xiang Jun menembakkan panahnya, mengenai tepat pada kepala pria itu, Han Shizu menusuk jantung lawannya dari belakang sedangkan Xiang Ba menebas lehernya hingga terputus.
***
Pertarungan di alun-alun kota semakin kacau, karena merasa semakin terpojok pasukan aliran hitam malah semakin ganas menyerang pasukan aliran putih.
Mereka berpikir jika mereka akan mati maka mereka akan membawa musuh sebanyak mungkin bersamanya.
Tidak hanya para pasukan aliran hitam, namun juga para petinggi seperti Ketua Sekte dan para tetua juga berpikir sama, membawa pasukan aliran putih sebanyak mungkin mati bersama mereka.
Xiang Yang dan Cai'er kini melakukan duet maut yang tidak terkalahkan. Entah siapapun lawannya tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka berdua.
Kini mereka berdua tengah bertarung melawan 5 kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5. Meskipun kalah dalam jumlah namun 5 lawan lah yang terdesak.
__ADS_1
Xiang Yang dan Cai'er sama sekali tidak memberi ampun dalam serangan mereka, lengah sedikit saja maka paling tidak akan ada anggota tubuh lawannya yang terpotong.
Xiang Yang menarik nafas dalam hingga dada mengembung.
"Nafas Naga : Semburan Api!" Xiang Yang menyemburkan api dari mulutnya, mengarah pada 2 lawan di depannya.
Ke-2 lawannya itu terkejut karena jangkauan nafas api Xiang Yang sangat luas, jadi mereka tidak bisa menghindar, akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan jurus mereka juga.
Satu orang menghantamkan tombak goloknya ke tanah, mengeluarkan gundukan-gundukan tanah yang terus menjalar kedepan dan semakin tinggi, sementara satu lainnya mengeluarkan gelombang tebasan petir.
*Boooommmm...!
Ledakan keras saat serangan mereka berbenturan.
Keduanya sama-sama bernafas lega karena mampu menahan serangan itu, mereka tidak menyadari kalau Cai'er sudah berada di belakang mereka.
Saat mereka menyadari keberadaan Cai'er, itu semua sudah terlambat karena Cai'er sudah menebas leher keduanya.
3 orang yang tersisa langsung bersiaga, namun tiba-tiba mereka merasakan tubuh mereka menjadi kaku, mati rasa, tidak bisa digerakkan, membuat mereka bertahan diam ditempat dengan perasaan was-was.
Mereka bertiga pun menyadari kalau mereka terkena racun yang membuat syaraf mereka lumpuh, hingga tidak bisa menggerakkan tubuh.
Cai'er melompat lalu mendarat didepan mereka bertiga, wanita itu tersenyum lebar. Meskipun senyumannya membuat Cai'er terlihat lebih cantik, namun itu terlihat bagaikan iblis di mata mereka bertiga.
Cai'er tanpa basa-basi langsung memenggal kepala ketiganya sekaligus dalam satu kali tebasan pedang.
Sebelumnya Cai'er sudah diperingatkan oleh Xiang Yang agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh karena disini ada Xiang Han. Jika Cai'er belum diperingatkan oleh Xiang Yang maka ia pasti akan memotong kedua tangan dan kaki mereka terlebih dahulu, lalu meninggalkan mereka tanpa membunuhnya.
Xiang Yang mendarat di samping Cai'er lalu mengacak-acak rambut istrinya "Aku kira kau akan memotong tangan dan kaki mereka tanpa membunuhnya Cai'er!"
"Jika mereka membuat ku kesal, mungkin aku akan melakukan itu!" jawab Cai'er.
__ADS_1
Setelah itu, mereka pun bergerak kearah lain untuk menghabisi musuh lainnya.
\=\=\=\=