
Xiang Yang melesat terbang diatas lautan lepas. Jika bukan karena peta arah menuju Benua Chenwu yang dia miliki, Xiang Yang yakin jika dirinya paling tidak sudah tersesat entah kemana, paling buruknya sekarang dia sudah mati.
Meskipun jalur yang dia lalui merupakan yang paling aman, namun tetap saja, sesekali dia akan menghadapi badai lautan yang datang secara tidak terduga.
Xiang Yang melihat peta untuk mengetahui dimana posisinya sekarang.
"Sudah satu bulan penuh aku terbang tanpa henti di lautan lepas ini, namun aku baru sampai setengah perjalanan!" Xiang Yang menoleh ke segala arah.
Hingga pandangannya berhenti di suatu arah, dimana di kejauhan dia melihat sebuah pulau kecil dengan satu gunung di tengahnya.
"Sebaiknya aku istirahat dulu sejenak di pulau itu!" Xiang Yang melesat cepat kearah pulau kecil tersebut.
Setibanya di pulau, Xiang Yang mendarat di sebuah batu besar di tepi pantai.
Xiang Yang berdiri menghadap lautan, merentangkan tangan dengan mata terpejam, menikmati semilir angin segar yang berhembus.
"Haaah, menikmati hembusan angin di tepi pantai memang menyegarkan!"
Setelah puas merasakan hembusan angin pantai, Xiang Yang melesat terbang untuk melihat sekitar pulau.
Sama sekali tidak ada manusia di pulau itu, kebanyakan hanya ada berbagai jenis Spirit Beast ular yang sama sekali tidak bisa membahayakan Xiang Yang.
"Baiklah, aku rasa melakukan terobosan kultivasi di pulau ini tidak masalah!" Xiang Yang mendarat di sebuah bukit kecil lalu duduk bersila.
Xiang Yang melihat ke langit, ingatannya kembali saat dimana Han Shizu menjalankan Kesengsaraan Nirwana.
"Aku harap tidak terjadi kejadian buruk seperti yang dialami Shizu!" Xiang Yang mengeluarkan dua tanaman herbal.
Tanaman herbal tingkat 9, Teratai Neraka dan Teratai Surgawi. Dua herbal yang memiliki unsur berlawanan.
Teratai Neraka memiliki warna merah dengan aura panas yang menyelimuti seluruh bagiannya. Teratai Surgawi memiliki warna putih, dengan aura dingin yang begitu kental.
"Kedua herbal ini bisa membuat ku menerobos ketingkat Nirwana, jika aku berhasil mengendalikan energi liar dari kedua herbal ini. Tapi jika tidak maka aku bisa mati!"
Meskipun resikonya sangat tinggi, namun Xiang Yang memiliki keyakinan besar untuk berhasil.
Xiang Yang mengatur nafasnya sejenak, membuat energi Qi nya mengalir dengan tenang.
Tanpa menunda waktu, Xiang Yang mulai menyerap energi dari kedua tanaman herbal tersebut.
Xiang Yang merasakan gejolak hebat didalam tubuhnya, namun dia masih bisa mengendalikannya.
Dua hari berlalu tanpa terasa, Xiang Yang sudah bisa merasakan gejolak di Dantian nya, menandakan dua akan segera naik tingkat.
__ADS_1
Hingga dalam beberapa jam kemudian.
*BAAANG!!
Xiang Yang berhasil menerobos ketingkat Nirwana tanpa hambatan yang berarti.
Xiang Yang membuka matanya dengan keringat di sekujur tubuhnya, wajahnya terlihat bengong.
Xiang Yang mendongak kearah langit, melihat langit biru yang begitu cerah.
"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak menjalankan Kesengsaraan Nirwana untuk menerobos ketingkat Nirwana?" Xiang Yang kini menjadi bingung, tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
Semakin banyak petir Kesengsaraan Nirwana yang menyambar, maka akan membuktikan seberapa berbakatnya kultivator tersebut. Lalu bagaimana jika seorang kultivator tidak mendapatkan satu pun sambaran petir Kesengsaraan Nirwana?
"Apakah itu artinya aku sama sekali tidak memiliki bakat?" Xiang Yang tidak yakin akan hal itu karena dia yakin jika dirinya memiliki bakat yang tinggi "Lagi pula jika pun aku tidak berbakat, seharusnya paling tidak aku akan mendapatkan 1 petir Kesengsaraan Nirwana!"
Semakin Xiang Yang pikirkan, semakin pusing pula dirinya.
"Haisss, semakin banyak kejadian tidak masuk akal yang terjadi didepan mata ku! Lebih baik aku tidak memikirkannya!"
Tiba-tiba getaran kuat terjadi pada pulau membuat Xiang Yang menjadi waspada. Dia mengetahui kalau getaran ini terjadi bukan karena bencana alam atau semacamnya.
Xiang Yang berbalik melihat kearah gunung di tengah-tengah pulau.
Puncak gunung itu tiba-tiba retak hingga terlihat kepala sosok makhluk besar, ular merah dengan satu tanduk di keningnya.
"Ah.. aku jadi teringat dengan Cai'er." Xiang Yang mengingat Cai'er yang dulunya berbentuk ular merah kecil.
"Maaf saja ya ular besar, aku tidak memiliki urusan dengan mu!" Xiang Yang mengacungkan jempol sebelum tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
"TSSAAAAHHH!!"
Ular merah besar itu mendesis keras karena tidak lagi bisa merasakan keberadaan Xiang Yang, seakan pemuda itu hilang ditelan bumi.
***
Xiang Yang memasuki dimensi kecil cincin dunianya. Sekujur tubuhnya masih merasakan sakit karena baru saja menerobos ketingkat Nirwana, fondasinya masih belum kokoh serta energi ditubuhnya masih bergejolak, tidak bisa dia kendalikan dengan maksimal.
Jika dia bertarung melawan ular raksasa itu maka yang akan dia dapatkan hanya kematian.
Xiang Yang duduk bersila, memulai proses untuk menstabilkan kondisi tubuhnya.
Setelah beberapa hari bermeditasi, Xiang Yang merasakan energi ditubuhnya sudah tidak lagi bergejolak.
__ADS_1
Dia pun keluar dari dimensi kecil, kembali muncul di tempatnya sebelumnya.
Xiang Yang menaikkan alisnya saat melihat ular merah raksasa itu kini melilit gunung yang berada di tengah pulau.
Ular merah raksasa itu langsung membuka mata saat Xiang Yang muncul.
"Kau sepertinya tidak ingin membiarkan ku pergi." Xiang Yang bersiap untuk bertarung "Tapi bagus juga, kau mau menjadi kelinci percobaan untuk mengetes kekuatan ku!"
"TSSAAAAHHH!!"
Ular itu mendesis keras sebelum menyemburkan nafas api kearah Xiang Yang.
"Ingin beradu nafas api?"
Xiang Yang menarik nafas dalam hingga dada mengembung, lalu menyemburkan nafas api dua warna.
Kedua semburan api itu saling mendorong satu sama lain selama beberapa saat sebelum Xiang Yang melakukan sentakan keras, membuat nafas api ular merah raksasa terdorong.
*BOOOOMMMM!!
Nafas api ular merah tidak mampu menahan nafas api Xiang Yang, hingga membuat kepalanya terkena serangan.
Kepala ular merah terjatuh ke puncak gunung yang dia lilit. Sesaat kemudian ular merah bangkit kembali lalu melihat kearah Xiang Yang dengan tatapan membunuh.
Aura naga meledak keluar dari tubuh Xiang Yang, bersamaan dengan bola matanya menjadi emas dengan pupil tajam.
"Meskipun kekuatan mu setara dengan tingkat Nirwana, tapi masih tidak akan bisa mengalahkan ku!" Xiang Yang melesat terbang dengan Pedang Naga ditangannya.
Ular merah raksasa mendesis sebelum melahap Xiang Yang secara utuh.
Namun tiba-tiba, bilah pedang mencuat keluar dari batang leher ular merah raksasa, seakan duri yang ditusukkan dari dalam tubuhnya.
Ular merah raksasa mendesis kesakitan.
Bilah pedang itu berputar hingga 360°, membuat kepala ular merah raksasa terpenggal.
Xiang Yang melesat terbang, mengejar kepala ular merah lalu memotong tanduknya. Dia menggunakan energi Qi untuk membuat tanduk besar ular merah itu melayang.
"Aku rasa ini bisa dibuat menjadi senjata. Yah.. meskipun aku tidak membutuhkan senjata tapi tidak dengan anggota sekte ku nanti, aku bisa menjadikan ini sebagai oleh-oleh!"
Tidak hanya mengambil tanduk, Xiang Yang juga mengambil Kristal Spirit ular tersebut.
Xiang Yang memasukkan tanduk dan Kristal Spirit kedalam cincin dimensinya, sebelum melesat terbang, melanjutkan perjalanan menuju Benua Chenwu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
**Jika kalian membaca PDK, Shin juga mengalami hal yang sama seperti Xiang Yang. Shin sama sekali tidak mendapatkan petir Kesengsaraan**