Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.139 - Satu Persatu Terbunuh


__ADS_3

Xiang Yang tersenyum tipis karena ia melihat para anggota Sekte Gunung Api sudah datang dari arah selatan dan utara.


"Mereka akhirnya sudah datang! Persiapkan diri kalian, kita akan memulai pertarungan!" Xiang Yang berseru hingga suaranya bisa didengarkan oleh semua orang.


Tetua Lin Sang yang berada di samping Xiang Yang juga langsung bersiap. Kultivasi pria paruh baya itu berada ditingkat Gold Core tahap 2.


"Aku akan menghadapi pasukan yang datang dari utara seorang diri, kalian semua akan menghadapi pasukan disebelah selatan!"


"Apa kau yakin Xiang Yang? Jumlah mereka ada beberapa ratus, apa kau sanggup melawannya sendirian?" tanya Tetua Lin Sang.


"Tidak masalah, mereka semua sudah kelelahan dan masih terluka karena pertarungan kemarin malam! Jadi kalian semua hadapi saja pasukan bagian selatan, sebentar lagi juga pasukan Saudara Ming Tu akan segera tiba!" Xiang Yang langsung melesat kearah utara tanpa mendengarkan tanggapan Tetua Lin Sang terlebih dahulu.


Tetua Yan To mendengus sinis "Huh, sungguh pemuda yang sombong! Palingan nanti dia akan lari terbirit-birit meminta tolong!"


"Sudahlah Tetua Yan, darah muda yang membara memang sudah biasa! Jadi sebaiknya kita hadapi musuh di bagian selatan!" Tetua Lin Sang segera melesat kearah selatan sambil berseru lantang "AYO SEMUANYA! KITA BALASKAN DENDAM KITA PADA PARA BAJINGAN ITU!"


"HUOOOO...!!" Para anggota Sekte Langit Ungu berteriak sebelum melesat mengikuti Tetua Lin Sang.


***


Xian Ying melesat terbang dengan cepat, meninggalkan semua pasukannya dibelakang. Ia terus menatap lurus kedepan, hingga dia bisa melihat sesosok orang melesat terbang kearahnya dengan kecepatan tinggi.


Semakin dekat, semakin jelas pula Xian Ying melihat sosok orang tersebut. Beberapa saat kemudian ia bisa melihat jelas wajah orang itu, membuat ekspresi penuh kemarahan langsung menghiasi wajah Xian Ying.


"BAJINGAN SIALAN!" Xian Ying mempercepat laju terbangnya hingga ke batas maksimal, sampai mengabaikan kondisi tubuhnya yang belum pulih.


Kemarahan dan dendam membuat Xian Ying gelap mata, pria paruh baya itu sudah tidak bisa lagi menahan dirinya.


Xiang Yang menyeringai, ia langsung membuat Bola Yin-Yang ditangan kanannya, kemudian dilemparkan dengan kuat kearah Xian Ying.


Xian Ying yang sudah gelap mata dengan otak dan pikirannya dipenuhi kemarahan, segera mengeluarkan serangan terkuatnya.


Tubuhnya diselimuti kobaran api intens, seketika siluet harimau api muncul dibelakang Xian Ying.


"Harimau Api Penguasa Gunung!" Xian Ying mengarahkan siluet harimau api itu kedepan.


Xiang Yang yang melihat itu melebarkan matanya, ia segera berputar arah lalu bergerak menjauh secepat mungkin.


Bola Yin-Yang akan beradu dengan teknik api terkuat dari Xian Ying yang pastinya mengandung unsur Yang yang pekat.

__ADS_1


Xiang Yang tidak ingin terkena dampak ledakan.


Siluet harimau api setinggi 5 meter itu memakan Bola Yin-Yang yang lebih kecil dari bola basket.


Yang terjadi selanjutnya, bisa dilihat fluktuasi energi kuat yang terpancar pada harimau api, hingga beberapa saat kemudian.


*BOOOOMMMM...!!


Ledakan keras terjadi diudara, hingga efek ledakannya mencapai daratan, membuat kawah di tanah.


Malam di Sekte Langit Ungu yang tadinya hanya diterangi cahaya bulan purnama, kini terlihat terang seperti siang hari karena ledakan itu.


Xian Ying yang mengeluarkan seluruh energi Qi nya pada serangan tadi, tidak lagi bisa membuat pertahanan, hingga dirinya terkena dampak dari ledakan itu.


Tubuh Xian Ying mengalami luka bakar parah sebelum terpental jauh kebelakang akibat gelombang ledakan panas.


Xiang Yang sendiri pastinya selamat dari ledakan karena ia sudah menduga hal itu akan terjadi.


Setelah menghela nafas lega, Xiang Yang melesat kedepan, menuju pasukan yang dibawa Xian Ying.


Tubuh Xian Ying sendiri masih terpental jauh.


Para anggotanya menatap Xian Ying dengan iba, mereka tidak tau apa yang harus dilakukan sekarang karena pemimpin mereka dalam kondisi seperti ini.


Apakah mereka harus kabur atau terus melesat kedepan?


Beberapa saat kemudian, beberapa dari mereka tiba-tiba saja tumbang membuat yang lainnya terkejut.


Mereka segera memeriksa kondisi rekan-rekan yang tumbang yang mana membuat ekspresi terkejut menghiasi wajah mereka. Rekan-rekan mereka yang tumbang kini tidak bernyawa, mati begitu saja tanpa mereka ketahui apa yang terjadi pada mereka.


Tidak berlangsung selama 10 detik, belasan dari mereka kembali tumbang membuat semuanya memasang sikap waspada, melihat kesegala arah, mencari dari mana serangan datang.


Beberapa dari mereka berdiri dengan kaki gemetaran, tidak tau harus melakukan apa karena tidak ada dari mereka yang memegang komando.


"Huaaa...!" Salah satu dari mereka berteriak lalu melesat ingin melarikan diri, namun baru saja ia melompat beberapa meter, orang itu tumbang dalam kondisi tidak lagi bernyawa.


Kini mereka semakin frustasi, apa yang harus mereka lakukan? Melarikan diri tidak berani, diam saja maka ajal mereka akan datang, melawan pun mereka tidak tau dimana dan seperti apa musuh mereka.


Sungguh situasi yang membuat rasa frustasi mereka semakin besar seiring waktu.

__ADS_1


*Bruk!


*Bruk!


*Bruk!


Sekitar 30 orang kembali tumbang, tidak lagi bergerak, bahkan mereka tidak terlihat bernafas, membuktikan jika mereka telah mati.


Beberapa orang yang pikirannya telah kosong tidak tau harus melakukan apa, memilih berlari tak tentu arah sambil berteriak.


"HEI!" Salah satu rekan mereka ingin menghentikan, namun sudah terlambat, belum sampai sepuluh langkah beberapa orang itu berlari, mereka sudah jatuh tersungkur.


Sudah dipastikan jika nasib mereka sama seperti yang lainnya.


*Bruk!


Satu orang kembali tumbang. 1 detik kemudian satu lagi dari mereka mati, detik berikutnya kembali lagi ada yang mati dan terus berlanjut, setiap detik pasti akan ada dari mereka yang mati.


Kini kaki mereka semua sudah benar-benar gemetar, bahkan ada beberapa yang kencing di celana sampai menangis mengeluarkan air mata.


Mental mereka benar-benar sudah ditekan karena kejadian ini, ketakutan akan kematian semakin membesar di hati mereka, mereka tidak mengetahui siapa yang akan mati berikutnya.


Detik demi detik berlalu, nyawa demi nyawa selalu melayang disetiap detiknya, mereka hanya bisa pasrah akan kematian, tidak tau harus melakukan apa untuk melawan atau menghindar.


Hingga akhirnya, kini hanya tersisa satu orang lagi yang sudah berlutut dengan tubuh yang menggigil ketakutan dengan wajahnya yang sudah penuh dengan keringat dan air mata.


Sesaat kemudian, seseorang melayang turun secara perlahan hingga mendarat didepannya.


Orang itu tidak lain adalah Xiang Yang.


"Apa kau ingin hidup?" Xiang Yang berkata dengan dingin.


Orang itu mengangguk pelan.


"Kalau begitu katakan semua yang kau tau tentang Sekte Gunung Api!"


Xiang Yang sudah merencanakan hal ini, menekan mental mereka hingga menumbuhkan rasa takut yang tidak terbayangkan dengan melakukan semua ini, untuk mendapatkan informasi.


Jika Xiang Yang membantai mereka langsung dan menyisakan satu orang maka bisa saja orang itu akan berbohong seperti Yan Ti sebelumnya.

__ADS_1


Sebenarnya bisa saja Xiang Yang melakukan penyiksaan untuk mendapatkan informasi, namun ia tidaklah sekejam Cai'er hingga bisa melakukan hal psikopat seperti itu, jadi Xiang Yang menggunakan caranya sendiri.


__ADS_2