Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.58 - Menceritakan Kejadian


__ADS_3

Mendengar seseorang memanggil namanya, Xiang Du menoleh ke sumber suara, menemukan Xiang Yang berjalan kearahnya bersama Cai'er yang masih menggunakan cadar.


Ekspresinya yang tadi terlihat lesu kini berubah menjadi senyum ramah "Ah, adik Yang, sudah lama sekali tidak bertemu! Aku baru kembali dari misi dan baru mendengar kalau kau telah pulang!"


Xiang Du berjalan menghampiri Xiang Yang lalu memeluk pemuda itu sambil menepuk-nepuk punggungnya.


"Aku senang kau bisa kembali dengan selamat, selain itu kau sudah tumbuh semakin dewasa!" Xiang Du melepaskan pelukannya "Aku sudah mendengar tentang diri mu yang telah bisa berkultivasi, aku senang mendengar kabar itu!"


"Haha, kakak Du, aku juga senang dapat melihat mu kembali setelah 2 tahun, aku sebelumnya berniat mengunjungi mu namun kau sedang dalam misi!" Xiang Yang juga memasang senyum ramah.


Xiang Du menoleh kearah Cai'er, dia kagum melihat gadis itu yang meskipun menggunakan cadar, aura kecantikannya masih bisa dilihat.


"Jadi ini kekasih mu yang dikabarkan sangat cantik itu?" Xiang Du tidak menyangka ternyata apa yang dia dengar tentang Cai'er sama sekali tidak berlebihan.


"Ya, dia namanya Medusa, tapi kakak Du bisa memanggilnya Cai'er!" ucap Xiang Yang.


"Salam kenal saudari Cai'er, kau bisa memanggilku Xiang Du atau bisa juga memanggil ku seperti adik Yang memanggil ku!" Xiang Du mengulurkan tangannya.


Cai'er menyambut tangan Xiang Du dengan senyum tipis dibalik cadarnya, sama sekali tidak membalas ucapan Xiang Du.


Setelah melepaskan jabat tangannya, Xiang Du memandang bingung Cai'er, berpikir jika gadis itu bisu karena hanya diam saja.


"Cai'er memang seperti ini kakak Du, ia tidak suka bicara dengan orang yang tidak akrab dengannya, apa lagi jika itu seorang pria!" ucap Xiang Yang.


"Oh" Xiang Du mengangguk, sama sekali tidak tersinggung dengan itu.


"Lalu kakak Du, kenapa kau tadi terlihat lesu?" tanya Xiang Yang.


Xiang Du menghela nafas sebelum mengatakan "Aku membayangkan kekacauan yang akan terjadi nanti di Kota Batu Hitam, karena tambang di gunung Huan direbut oleh Keluarga Chen dan Keluarga Li, sudah pasti Keluarga Xiang tidak akan diam saja dengan hal itu! Setelah itu pastinya akan terjadi perang antar 3 keluarga!..

__ADS_1


Aku juga menyayangkan tambang kristal Qi yang sebelumnya menjadi milik Keluarga Xiang, sekarang malah menjadi milik Keluarga Chen dan Keluarga Li!"


Xiang Yang mengangguk "Sebenarnya kakak Du tidak perlu khawatir, tambang kristal Qi itu sudah kembali menjadi milik Keluarga Xiang!"


"Apa maksud mu adik Yang?" Xiang Du menaikkan alisnya.


Xiang Yang tersenyum tipis sebelum menceritakan apa yang telah mereka lakukan di gunung Huan.


Bukannya terkejut atau semacamnya, Xiang Du justru terkekeh "Jangan bercanda adik Yang, bagaimana mungkin hanya dengan 3 bocah itu mampu untuk merebut kembali tambang kristal Qi yang sudah dijaga oleh anggota dari Keluarga Chen dan Keluarga Li!..


Yang aku tau kultivasi Xiang Zu sebelumnya berada ditingkat Body Tempering tahap 5, paling dalam beberapa bulan ini dia hanya akan mencapai True Fondation tahap 1, jadi tidak mungkin mereka dapat merebut kembali tambang kristal Qi!"


Rekasi Xiang Du jelas tidak mengejutkan Xiang Yang, karena dia tau kalau apa yang ia katakan tadi memang sulit dipercaya, jadi wajar jika Xiang Du tidak mempercayai hal itu.


Xiang Yang pun mengeluarkan sebuah kristal Qi dari dalam jubahnya "Aku tau itu sulit dipercaya, tapi memang itu kenyataannya!"


Xiang Yang memberikan kristal Qi itu pada Xiang Du "Ini adalah buktinya, aku mendapatkan kristal Qi itu dari tambang yang sudah berhasil direbut kembali!"


"Adik Yang, apa yang kau ceritakan tadi benar?" tanya Xiang Du dengan wajah serius.


"Tentu saja, setelah berhasil merebut kembali tambang, aku kembali ke sini untuk melaporkan hal itu pada Patriak!" jawab Xiang Yang.


"Kalau begitu ikuti aku, kebetulan saat ini para tetua sedang melakukan pertemuan untuk membahas tentang merebut kembali tambang kristal Qi!"


Xiang Du pun membawa Xiang Yang dan Cai'er ke aula utama Keluarga Xiang.


***


Saat ini, Patriak dan para tetua Keluarga Xiang berada di aula utama untuk membahas tentang rencana merebut kembali tambang kristal Qi.

__ADS_1


Mereka semua memasang wajah serius, tentunya kecuali Xiang Han si Tetua Ke-7 yang merupakan ayah dari Xiang Yang.


Xiang Han sendiri tidak terlalu mempedulikan tambang kristal Qi itu, karena ia memang tidak membutuhkannya, selain itu keberadaan kristal Qi sama sekali tidak membuat Xiang Han tertarik.


Hal itu karena sebelumnya Xiang Han sudah melihat kristal Qi dari Xiao Chang, istrinya. Xiao Chang menceritakan jika kristal Qi merupakan hal yang biasa di dimensi utama, karena itu merupakan mata uang yang digunakan oleh para kultivator.


Dulu Xiang Han sering menyerap kristal Qi yang diberikan oleh istrinya untuk meningkatkan kultivasi.


Saat mereka masih sedang dalam pembahasan, terdengar suara ketukan pintu, membuat beberapa tetua memasang wajah tidak senang karena rapat penting mereka diganggu.


"Masuk!" ucap Patriak Xiang Zun.


Pintu aula utama pun dibuka, memperlihatkan Xiang Du, Xiang Yang dan Cai'er.


Xiang Yang dan Xiang Du langsung menangkupkan tangannya, memberi hormat.


"Maaf mengganggu rapat penting kalian, Patriak dan para tetua terhormat!" ucap Xiang Du.


"Hm, Du'er! Katakan kenapa kau sampai datang kemari mengganggu rapat penting kami?" tanya Xiang Zun yang merupakan ayah Xiang Du.


Para tetua memasang ekspresi yang berbeda-beda, ada yang terlihat tidak senang memandang Xiang Yang dengan tatapan jijik, ada juga yang terlihat datar, hanya Xiang Han saja yang tersenyum ramah.


Beberapa dari para tetua menatap tidak suka pada Cai'er karena gadis itu sama sekali tidak memberi hormat saat berhadapan dengan mereka para tetua.


Xiang Du batuk pelan sebelum menjelaskan "Sebenarnya ini agak sulit dipercaya tapi..." Xiang Du mengeluarkan kristal Qi yang sebelumnya diberikan oleh Xiang Yang, menunjukannya pada Patriak dan para tetua.


"Du'er, dari mana kau mendapatkan itu?" Kening Xiang Zun mengerut, jelas bingung karena kristal Qi sama sekali tidak pernah diberikan pada siapapun, bahkan para tetua sekalipun.


Reaksi Xiang Zu sama dengan para tetua lainnya, dan tentu saja Xiang Han berbeda, ia sudah menduga hal apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Sebenarnya..." Xiang Du pun mulai menceritakan apa yang terjadi di tambang kristal Qi sebagaimana Xiang Yang menceritakan hal itu padanya.


Setelah mendengar cerita itu, Patriak dan para tetua sontak memasang ekspresi terkejut, jelas sulit untuk percaya.


__ADS_2