
"Yah, aku sebenarnya tidak peduli apakah alam semesta akan kembali hancur atau tidak. Yang pasti aku akan mendapatkan apa yang menjadi tujuan ku!" gumam Long Xiao.
Tiba-tiba Long Xiao menyipitkan matanya, menoleh ke suatu arah tertentu dengan mata sedikit menyipit.
"Hm, sepertinya ada yang berniat membocorkan rahasia Kelompok Naga Hitam ku!"
Long Xiao merasakan jika ada salah satu bawahannya yang berniat membocorkan informasi penting mengenai Kelompok Naga Hitamnya.
Long Xiao sudah menanamkan energinya ke tubuh semua bawahannya, dimana jika ada bawahannya yang berniat membocorkan informasi penting maka tubuh mereka akan langsung meledak.
Long Xiao bisa merasakan kalau bawahannya yang meledak itu berada di Sekte Bumi Chenwu.
"Tapi aku sudah mengutus salah satu komandan ku kesana, tidak mungkin rencana kali ini masih akan gagal!"
Setelah kegagalannya menguasai Provinsi Tanah Herbal, Long Xiao tidak ingin gagal lagi, dan juga Long Xiao tidak ingin mengalami kekalahan lagi seperti sebelumnya.
Saat pertarungan terakhir sebelumnya, tubuh Naga Hitam Long Xiao tidak bisa dihancurkan, hingga tubuhnya pun disegel.
Long Xiao juga mampu memisahkan sedikit sisa jiwanya, hingga dia bisa kembali bangkit.
Tubuh yang Long Xiao tempati saat ini bukanlah tubuh aslinya, melainkan tubuh dari seorang gadis yang dia ambil kesadarannya.
Long Xiao menjalankan rencananya secara diam-diam karena keberadaan seorang kultivator yang tidak lain adalah Yun Nuwa sang Dewi Bulan Purnama.
Long Xiao dulu pernah melakukan pertarungan melawan Yun Nuwa, dan hasilnya dia kalah telak.
Long Xiao pun mengakui kalau Yun Nuwa bukan hanya kultivator wanita terkuat di Benua Chenwu, namun memang merupakan kultivator terkuat di Benua Chenwu.
Yun Nuwa memiliki potensi besar untuk menjadi duri dalam rencananya, dia harus segera menyingkirkan wanita itu, tapi untuk sekarang dia tidak memiliki kekuatan yang cukup.
__ADS_1
Long Xiao menoleh kebelakang, melihat Xiang Zu sedang duduk bersila, memurnikan energi yang didapat dari kultivasi ganda sebelumnya.
Long Xiao pun tidak mengganggu Xiang Zu, dia berjalan keluar dari kamar itu, terus menelusuri lorong. Setelah beberapa kali belokan, Long Xiao menemukan jalan buntu, tapi wanita itu terus berjalan hingga dengan mengejutkan, tubuhnya menembus jalan buntu tersebut, masuk kedalam sebuah ruangan rahasia yang hanya dirinya saja yang tau.
Tepat di tengah-tengah ruangan rahasia tersebut, terlihat sebuah retakan dimensi yang sangat kecil. Retakan dimensi itu tidak akan terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.
Long Xiao kini sudah berada didepan retakan dimensi itu. Dia mengulurkan tangan kanannya pada retakan dimensi dengan mata terpejam sebelum berbicara dengan pikiran.
"Long Zhun, bagaimana dengan tuas mu di dunia itu?"
Sesaat kemudian Long Xiao bisa mendengar sebuah jawaban di kepalanya.
"Anda tenang saja Yang Mulia, saya sudah mengumpulkan banyak pasukan, hanya tinggal memperlebar retakan dimensi ini maka saya bisa kembali bersama pasukan yang saya kumpulkan!"
Sekitar 100 tahun lalu, Long Xiao memasukan sedikit esensi dari pecahan jiwanya kedalam retakan dimensi itu, dimana retakan dimensi itu menghubungkan antara dua dunia.
Memecah esensi jiwanya membuat Long Xiao saat itu melemah, namun dia mengambil resiko tersebut.
Sekarang Long Xiao harus menemukan cara untuk membuat retakan dimensi itu membesar. Sebenarnya Long Xiao sudah menemukan caranya namun dia masih belum mendapatkan cara tersebut.
"Long Zhun, kau tidak mengecewakan ku!" Long Xiao pun membuka mata, berhenti berkomunikasi dengan bawahannya atau bisa dibilang dirinya yang lain.
"Hanya tinggal menunggu waktu, aku bisa mendapatkan benda itu untuk membuka retakan dimensi ini!" Long Xiao bergumam sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Sementara itu, di seberang retakan dimensi, tepatnya di dunia lain dimana Long Zhun berada.
Long Zhun saat ini duduk di singgasana kebesarannya. Dia terlihat memiliki tubuh selayaknya manusia, memiliki kulit hitam dan bertelanjang dada, hingga bisa dilihat jelas ototnya yang begitu kekar.
Long Zhun memiliki dua tanduk dengan rambut hitam panjang yang terlihat seperti aura hitam.
__ADS_1
Di pangkuan Long Zhun terlihat sesosok wanita cantik dengan rambut hitam, memiliki mata merah bagaikan batu ruby.
Namun wanita itu bukanlah manusia, karena dari bagian pinggang kebawah memiliki tubuh ular. Ya, bisa ditebak kalau wanita itu berasal dari ras manusia ular.
Selain itu, jika dilihat lebih jelas, wajah wanita itu sangat mirip dengan wajah Medusa.
"Sayang~" wanita itu berkata dengan suara merdu, menyuapi Long Zhun dengan sebutir anggur.
Tangan Long Zhun bergerak masuk kedalam pakaian wanita itu yang memang berpakaian sangat minim, hanya menutupi bagian kewanitaannya saja. Dengan mudah Long Zhun menggapai sebuah benda empuk.
"Ah~" suara yang begitu indah keluar dari mulut wanita itu yang tersenyum manis.
"Yuan, aku telah membantai habis seluruh ras Manusia Ular, membunuh seluruh keluarga mu dengan kejam termasuk kedua orang tua mu, apa kau tidak takut jika kau akan ku bunuh?" ucap Long Zhun dengan wajah datar.
Yuan adalah nama wanita itu, dia merupakan keturunan langsung dari keluarga kerajaan Manusia Ular yang telah dibantai habis oleh Long Zhun.
Yuan terkekeh mendengar pertanyaan Long Zhun "Hidup ku hanya untuk mu, sayang. Lagi pula untuk apa aku peduli pada mereka yang telah membuang ku? Kematian, kehancuran dan kebinasaan adalah hal yang pantas untuk mereka dapatkan! Aku sama sekali tidak peduli dengan mereka meskipun aku berasal dari ras yang sama. Selain itu, akulah yang meminta mu untuk memusnahkan seluruh ras Manusia Ular!"
"Hahaha...!" Long Zhun tertawa lalu membela lembut wajah cantik Yuan, "itulah yang membuat ku menyukai mu, Yuan. Tapi sayang sekali aku tidak bisa membunuh adik mu karena dia masih sempat kabur menggunakan harta pusaka keluarga mu!"
Wajah Yuan menjadi gelap karena mengingat tentang adiknya. Karena adiknya itulah yang membuat dirinya dibuang, dia sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya, bahkan tahta kerajaan yang seharusnya menjadi miliknya, diambil oleh adiknya.
"Si Medusa itu.. aku tidak tau berada dimana dia sekarang setelah menggunakan pusaka itu, tapi jika aku melihat wajahnya, aku pasti akan langsung membunuhnya!"
Ya, Yuan adalah kakak dari Medusa atau bisa dibilang Cai'er. Dia sangat membenci adiknya itu.
"Jika Medusa masih berada di dunia ini, mungkin saja dia sudah menampakkan diri untuk membalas dendam! Jadi aku pikir mungkin saja dia berada di dunia seberang retakan dimensi itu." gumam Yuan dalam hatinya.
"Yuan, adik mu itu sangat cantik, bagaimana jika aku menemukannya, akan ku jadikan dia budak ku!" Long Zhun menjilat bibirnya, dia mengingat jika wajah Medusa lebih cantik dari Yuan.
__ADS_1
"Jika menjadikannya budak itu terserah pada mu, sayang. Hanya saja kau tidak diperbolehkan menggantikan ku dengan wanita lain!"
"Hahaha...! Tentu saja!" Long Zhun menyeringai lebar.