
Anggota Sekte Langit Ungu melesat menuju arah selatan, dimana pasukan Sekte Gunung Api berada. Dengan dipimpin oleh Tetua Lin Sang yang sangat bersemangat untuk membalas dendam, semangat para anggota sektenya juga semakin berkobar.
Hingga akhirnya kedua belah pasukan bertemu secara langsung, lalu tanpa basa-basi langsung menerjang satu sama lain, membunuh musuh masing-masing.
Kerusuhan tidak terelakkan, pertarungan sengit mereka menghancurkan bangunan-bangunan disekitar mereka.
Tetua Lin Sang kini sedang berhadapan dengan Shu Chi Man. Meskipun Tetua Lin Sang kalah 2 tahap kultivasi, namun ia masih bisa menandingi Shu Chi Man karena Tetua Sekte Gunung Api tersebut dalam kondisi tidak prima.
Korban tentu tidak terelakkan diantara kedua belah pihak, namun masih belum ada korban diantara 100 Silver Core pasukan Xiang Yang.
Pasukan Xiang Yang melakukan kerja sama yang apik, menjaga satu sama lain hingga tidak ada diantara mereka yang terbunuh.
10 menit pertarungan mereka berlangsung, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah barat. Sejenak pertarungan mereka terhenti, menoleh kearah teriakan untuk melihat siapa yang datang.
Wajah orang-orang Sekte Gunung Api menjadi buruk, sementara pasukan Sekte Langit Ungu dan pasukan Xiang Yang malah sebaliknya, wajah mereka menjadi penuh dengan semangat, menyerang dengan semakin ganas karena pasukan bantuan telah tiba.
Benar! Teriakan itu berasal dari pasukan Ming Tu.
Han Shizu terlihat terbang diudara, melesat lebih dulu meninggalkan Ming Tu dan pasukannya.
Tatapan Han Shizu tertuju pada Shu Chi Man yang kini juga menatap kearah dirinya dengan penuh kemarahan.
Pasukan Ming Tu datang dari barat, yang mana saudaranya sebelumnya pergi kearah sana untuk mengatasi pasukan penyerang. Bisa diduga kalau saudaranya telah kalah dan kemungkinan besar telah mati.
Mengabaikan Tetua Lin Sang yang terlihat terengah-engah, Shu Chi Man melesat kearah Han Shizu.
Pertarungan pun terjadi diantara keduanya. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit, sudah terlihat Shu Chi Man mengalami luka-luka sayatan di seluruh tubuhnya.
Ming Tu dan pasukannya pun tiba di medan pertarungan, membantu anggota Sekte Langit Ungu.
Anggota Sekte Gunung Api yang tadinya terdesak, kini semakin terdesak karena datangnya pasukan Ming Tu.
***
__ADS_1
Setelah apa yang dilakukan Xiang Yang, yang mana menumbuhkan rasa takut yang tidak terbayangkan dalam diri pasukan Xian Ying yang tersisa, orang itu tidak berani berbohong pada Xiang Yang.
Akhirnya orang itu mengatakan semua yang Xiang Yang tanyakan.
Setelah mendengar semua informasi yang dia inginkan, Xiang Yang terlihat kesal.
"Sialan! Sudah 80% diambil oleh merekan Akan ku rebut kembali barang-barang milik ku!"
"T-tuan..apakah..aku sudah boleh pergi?" Orang itu bertanya dengan ragu dan ekspresi takut.
"Tentu saja kau boleh pergi!" jawab Xiang Yang dengan santai.
"T-terima kasih..tuan!" Orang itu bangkit perlahan, setelah membalik badan, ia segera berlari sekencang-kencangnya.
Namun sesaat kemudian, pandangannya menggelap, tenaganya terasa hilang seketika, hingga ia jatuh tersungkur, tidak lagi bernafas.
"Tapi tdak ada diantara kalian yang akan ku biarkan hidup!" Xiang Yang baru saja menggunakan Jarum Es Kematian untuk membunuh orang itu "Sekte Gunung Api, tunggu kedatangan ku, akan ku ambil kembali semua barang yang kalian ambil!"
Setelah mengatakan itu, Xiang Yang langsung melesat menuju arah selatan, dimana pertarungan masih berlangsung.
***
Para kultivator Gold Core Sekte Gunung Api tidak bisa menandingi kultivator Gold Core pihak lain, hingga mereka terus terbunuh satu persatu.
Di udara, Han Shizu masih bertarung melawan Shu Chi Man. Shu Chi Man mengeluarkan seluruh kekuatannya, namun percuma saja, ia kalah dalam segi kultivasi juga kondisi tubuh yang tidak prima, membuat pria paruh baya itu mendapatkan banyak luka.
Sementara Han Shizu sendiri masih sehat walafiat, tidak terlihat ada goresan sedikitpun pada baju apa lagi kulitnya.
Pada satu kesempatan, Han Shizu memberikan satu tebasan telak pada dada Shu Chi Man, memberikan luka dalam dengan darah yang berceceran.
Han Shizu menciptakan beberapa jarum petir lalu melemparkannya kearah Shu Chi Man.
Shu Chi Man yang baru saja mendapatkan serangan telak, tidak bisa menghindari serangan lanjutan dari Han Shizu, hingga ia terkena jarum petir disekujur tubuhnya, membuat tubuh tua Shu Chi Man kejang-kejang tersengat petir, kemudian jatuh terjun bebas dalam kondisi lemah.
__ADS_1
Han Shizu tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia melemparkan satu belati yang langsung menancap di dada Shu Chi Man, menembus jantung membuat pria paruh baya itu mati seketika.
Han Shizu melihat kearah pertarungan dibawahnya, ia melihat meskipun pasukannya sudah mendominasi dan pastinya akan menang, namun pasukan musuh mungkin masih bisa bertahan cukup lama.
Jadi untuk mempersingkat waktu, Han Shizu melesat kebawah, membantu pasukannya. Bersamaan dengan itu, Xiang Yang juga baru tiba dan langsung bergabung dalam pertarungan.
Dengan datangnya Xiang Yang dan Han Shizu, pertarungan menjadi jauh lebih mudah, pasukan musuh terbantai dengan sangat cepat, hingga dalam waktu beberapa menit, semua musuh sudah habis terbunuh.
"Akhirnya selesai juga!" Xiang Yang menghembuskan nafas.
Han Shizu segera menghampiri Xiang Yang lalu membungkuk satu kali sebelum berdiri di samping pemuda itu.
Xiang Yang hanya menoleh sekilas kearah wajah datar Han Shizu, sebelum kembali melihat sekitarnya.
Semua pasukan Ming Tu kini bernafas lega karena semuanya berjalan dengan sangat lancar tanpa hambatan. Ini semua berkat rencana luar biasa Xiang Yang, juga pastinya berkat usaha mereka semua yang telah bekerja keras.
Satu hal yang paling membuat Ming Tu senang adalah tidak ada pasukannya yang menjadi korban, meski yang mendapatkan luka tidak bisa dihindari.
"Semuanya, kalian bisa beristirahat sejenak!" seru Ming Tu.
Ming Tu kemudian berjalan menghampiri Xiang Yang "Saudara Xiang Yang, ini semua berkat rencana mu, jika tidak maka aku tidak yakin kita bisa berhasil tanpa adanya korban di pihak kita!"
"Haha, ini semua bukan berkat diri ku, tapi berkat kita semua! Rencana ku tidak akan berjalan lancar jika tidak dengan kerja keras kalian semua!" Xiang Yang tersenyum ramah.
"Saudara Xiang Yang, setelah ini kita harus minum bersama untuk merayakan kemenangan besar kita!"
"Itu sudah pasti, tapi sebelum itu, ada yang harus ku sampaikan pada anggota Sekte Langit Ungu!" Xiang Yang berjalan menghampiri Tetua Lin Sang.
"Xiang Yang!" Tetua Lin Sang menangkupkan tangannya melihat Xiang Yang.
"Tetua Lin Sang, bisakah aku meminta pada mu untuk mengumpulkan semua petinggi Sekte Langit Ungu untuk membicarakan sesuatu?"
Tetua Lin Sang menaikkan alisnya, ia tidak tau apa yang ingin Xiang Yang bicarakan, namun ia tetap mengangguk.
__ADS_1
"Itu sangat mudah, serahkan pada ku!"