
"Tu'er, tidak masalah jika kau memang ingin membunuh ku, tapi bisakah aku meminta satu hal?" ucap Kaisar Ming Qin.
"Akan ku dengarkan!"
"Aku tau kau sangat membenci ku, kau juga pasti sangat membenci Yuan Ran..tapi..bisakah kau melepaskan Xue'er?"
Ming Tu menyipitkan matanya "Pak tua, kau saja sudah tidak ada niatan untuk ku membiarkan mu tetap hidup, lalu apa yang membuat mu berpikir aku akan melepaskan Ming Xue?"
Ming Xue adalah anak dari Yuan Ran yang telah membuat ibunya menderita, tentu Ming Tu tidak akan melepaskannya. Dari pada dibiarkan tetap hidup yang nantinya malah akan membalas dendam ibunya yang mati oleh dirinya, lebih baik dibunuh saja.
"Aku tau kalian pernah dekat sewaktu kecil dulu, kau bahkan menganggap Xue'er sebagai adik kandung mu waktu itu!" Kaisar Ming Tu tersenyum sederhana "Tu'er, tidak masalah jika kau memang ingin membalas dendam, tapi ingat, jangan sampai dendam menutupi hati nurani mu, jangan sampai dendam itu malah mengendalikan mu dan membuat mu menyesal dikemudian hari!..
Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti ayah mu yang tidak berguna ini lakukan! Hanya karena rasa percaya dan cinta ayah pada Yuan Ran, aku menjadi gelap mata dan mengusir kalian hingga semua ini terjadi!..
Ingat Tu'er, penyesalan selalu datang terlambat, jangan sampai kau malah menyesali perbuatan mu nantinya! Jadi pikirkan baik-baik jika kau ingin bertindak!"
Kata-kata Kaisar Ming Qin benar-benar masuk kedalam hati Ming Tu, entah kenapa ia malah menjadi ragu dengan apa yang dia inginkan. Apakah membunuh ayahnya benar-benar dia inginkan? Ataukah itu hanya keinginan dari dendam dan amarahnya saja? Ming Tu tidak mengerti hal itu.
"Kenapa kau menginginkan aku melepaskan Ming Xue?"
"Meskipun Xue'er memang cenderung egois, namun dia adalah gadis yang baik! Selama ini aku bisa tetap hidup karena bantuan dari Xue'er yang secara diam-diam selalu memberiku penawar racun yang dapat menekan racun di tubuh ku, meskipun semua penawar yang Xue'er berikan tidak bisa menyembuhkan ku, namun itu dapat menekan racun ditubuh ku! Jika tidak maka aku pasti sudah mati dari dulu!"
Kaisar Ming Qin memejamkan matanya, tanpa sadar ia meneteskan air mata, menyesal karena tidak terlalu memberikan perhatiannya pada Ming Xue.
"Setiap kali Xue'er memberi ku penawar racun, dia selalu menggerutu kenapa dirinya begitu peduli pada ku padahal aku adalah ayah yang sangat bodoh dan payah yang bahkan tidak pernah memberikan perhatian padanya!" Kaisar Ming Qin tersenyum pahit.
Dulu saat masih kecil, Ming Tu sempat dekat dengan Ming Xue, sering bermain bersama bahwa Ming Tu sudah menganggap Ming Xue sebagai adik kandungnya sendiri.
Namun seiring waktu, Ming Tu jadi semakin sibuk dengan banyaknya pelajaran sebagai calon Putra Mahkota Kekaisaran Ming, hingga ia semakin jarang bermain atau bahkan bertemu dengan Ming Xue.
Saat Ming Xue berusia 8 tahun, karena sebuah kesalahan kecil, Ming Xue dipukuli oleh ibunya dengan keras hingga kepalanya terbentur pada tiang besi, hingga menyebabkan pendarahan pada otak Ming Xue, membuat gadis itu hilang ingatan.
__ADS_1
Kaisar Ming Qin tentu mengetahui hal itu setelah melakukan penyelidikan meskipun Yuan Ran berusaha menutupi kejadian tersebut.
Namun Kaisar Ming Qin abai atas kejadian itu karena Ming Xue masih hidup, jadi ia berpikir itu tidak masalah.
Sekarang setelah melihat bagaimana kebaikan Ming Xue pada dirinya, Kaisar Ming Qin sangat menyesal telah mengabaikan putrinya itu.
Penyesalan memang selalu datang terlambat.
***
Ming Tu keluar dari kamar Kaisar Ming Qin dengan menggunakan topeng hitamnya.
"Bagaimana kondisi suami ku, Tuan Alkemis?" Yuan Ran langsung bertanya.
Ming Tu benar-benar jijik melihat wajah wanita didepannya, ingin sekali ia menampar wajahnya hingga menghancurkan kepala wanita itu.
Ming Tu menghela nafas berat "Silahkan masuk dan lihatlah sendiri!"
"Heheh! Dilihat dari pembawaannya yang lesu, sepertinya pak tua tidak bisa disembuhkan!" Yuan Ran bergumam dalam hatinya sebelum buru-buru masuk diikuti oleh Ming Xue dan Wang Duo.
***
Hal pertama yang Yuan Ran lihat adalah Kaisar Ming Qin yang masih terbaring tidak sadarkan diri diatas ranjang. Yuan Ran tentu langsung bernafas lega karena berpikir Kaisar Ming Qin masih tidak bisa disembuhkan.
Namun Yuan Ran tidak memperlihatkan kelegaannya, wanita itu terlihat semakin sedih dengan air mata yang berlinang semakin deras.
"Suami ku..." ucap Yuan Ran dengan lirih.
"Berhenti mengeluarkan air mata palsu mu itu..Yuan Ran!"
Yuan Ran langsung mematung mendengar suara itu, tatapannya terarah pada wajah Kaisar Ming Qin yang kini sudah membuka matanya, menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"K-kau..." Yuan Ran tidak bisa berkata-kata, ia buru-buru menoleh kearah dua alkemis misterius yang kini membuka topengnya.
Mata Yuan Ran langsung melebar karena mengenali salah satu alkemis misterius itu.
Secara refleks Yuan Ran mundur satu langkah karena sudah mulai merasa tertekan dengan situasi ini.
"Yang Mulia, syukurlah anda bisa kembali sadar!" Wang Duo benar-benar bahagia melihat junjungannya yang telah kembali membuka mata setelah sekian lama.
Sementara Ming Xue sendiri juga terkejut melihat siapa sebenarnya dua alkemis misterius itu, yang mana ia mengenal keduanya.
"Xiang Yang!" Ming Xue tidak lepas menatap wajah Xiang Yang.
"Jendral Wang! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau malah diam saja melihat pemberontak ini memasuki Istana Kekaisaran?! Cepat tangkap dia!" Yuan Ran menunjuk kearah Ming Tu.
Wang Duo hanya diam saja, ia sama sekali tidak menanggapi perintah Yuan Ran.
"Jendral Wang! Apa kau juga ingin memberontak pada Kekaisaran Ming?!" Yuan Ran menatap penuh kemarahan pada Wang Duo.
"Sudah cukup sampai disini wanita busuk, kau sudah berakhir!" Ming Tu menatap dingin Yuan Ran.
Yuan Ran kembali mundur satu langkah, ia akhirnya paham kalau dirinya sudah kalah, tidak ada jalan untuk kabur, semua usahanya selam ini telah berakhir.
Sesaat kemudian, Yuan Ran terpikirkan satu cara.
Tiba-tiba Yuan Ran menyambar lengan Ming Xue, menariknya lalu mengunci gerakan Ming Xue dari belakang kemudian mengeluarkan sebuah pisau yang diarahkan ke leher gadis itu.
"I-ibu..apa yang kau lakukan..?" Ming Xue sangat terkejut dengan aksi tiba-tiba dari ibunya, tentu ia paham tujuan ibunya yang ingin menjadikan dirinya sebagai sandera.
Tidak hanya Ming Xue yang terkejut, namun semua orang yang ada disana, termasuk juga Xiang Yang.
Xiang Yang tidak menyangka akan ada seorang ibu yang benar-benar melakukan hal ini pada anaknya sendiri.
__ADS_1
"DIAM KAU ANAK TIDAK BERGUNA!" ujung tajam pisau Yuan Ran sedikit menusuk leher Ming Xue hingga meneteskan darah.
\=\=\=\=\=