Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.62 - Waktunya Melakukan Pembantaian


__ADS_3

"Baiklah, saatnya mengurus masalah utama!" Xiang Yang menepuk-nepuk tangannya.


Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam, ia telah membunuh semua penghuni Kediaman Keluarga Chen, kecuali Chen Xuan dan Sun Mu yang berada di ruang tamu Keluarga Chen.


Mereka berdua sepertinya sedang berbincang-bincang sambil minum arak.


Xiang Yang berdiri diatas atap ruang tamu. Dengan kepalan tangan yang diselimuti api, Xiang Yang memukul keras atap bangunan hingga menciptakan lubang besar, membuat tubuhnya jatuh kebawah.


Chen Xuan dan Sun Mu terkejut mendengar suara ledakan dari atap, mereka secara refleks melompat mundur sambil mendongak keatas.


Mereka melihat serpihan-serpihan atap bangunan yang berjatuhan, serta sesosok orang yang jatuh.


Sosok orang yang tidak lain adalah Xiang Yang itu mendarat mulus di atas meja tempat mereka minum arak sebelumnya.


"Siapa kau?! Beraninya kau menyusup ke dalam Keluarga Chen ku!" Chen Xuan berteriak marah.


"Chen Xuan, pak tua bau tanah, lebih baik kau diam!" Xiang Yang menciptakan satu jarum es sepanjang jari telunjuk.


"Jarum Es Kematian!"


Jarum es tepat mengenai dada Chen Xuan tanpa bisa bereaksi, membuat jantungnya membeku, tubuhnya jatuh mati seketika.


Sun Mu terkejut melihat itu, ia bahkan tidak mengerti apa yang terjadi sebelum tubuh Chen Xuan jatuh. Wajah Sun Mu berubah serius, ia tidak tau darimana datangnya orang ini namun yang pasti ia sangat kuat.


"Siapa kau? Kenapa kau datang tiba-tiba dan membunuh Chen Xuan tanpa peringatan?" Sun Mu memasang kewaspadaan tingkat tinggi, tatapannya tidak teralihkan dari Xiang Yang, bahkan ia tidak berani berkedip karena bisa saja ia langsung mati saat itu juga.


Sun Mu yakin kalau pemuda didepannya bukanlah seorang assassin, sangat jelas dari pakaian yang ia gunakan.


"Tidak penting siapa aku, juga tidak ada gunanya memberitahu identitas ku pada calon almarhum!" Xiang Yang menatap datar Sun Mu.


"Calon almarhum!" Sun Mu langsung tersulut emosi, pemuda didepannya begitu arogan.


Xiang Yang mengelus dagunya, ia merasa pernah melihat pakaian yang pria paruh baya itu kenakan.


Setelah beberapa saat, Xiang Yang pun mengingatnya "Pakaian yang kau gunakan sangat mirip dengan si tua Sha Qi itu, apa kau juga berasal dari Sekte Golok Darah?"


"Kau?!" Sun Mu mengernyitkan keningnya, menatap pemuda itu lekat-lekat.


Barulah Sun Mu menyadari jika ciri-ciri Xiang Yang sangat mirip dengan pemuda yang dikatakan Sha Qi, pemuda yang bersama dengan seorang gadis ganas yang memiliki kekuatan mengerikan.


Jika pemuda itu ada disini, apakah itu artinya gadis itu juga berada disini? Namun jika dipikir-pikir, kemungkinan gadis itu sekarang berada di kediaman Keluarga Li, dimana Sha Qi berada disana.


Xiang Yang menciptakan bola api di masing-masing tangannya, lalu melemparkannya kearah Sun Mu.

__ADS_1


Refleks Sun Mu melompat kebelakang untuk menghindar.


*Baaam!


*Baaam!


Dua ledakan kecil terjadi saat bola api menghantam lantai.


Sun Mu terkejut karena baru menyadari Xiang Yang sudah berada didepannya.


Sesaat tadi ia hanya fokus untuk menghindari serangan Xiang Yang, tanpa menyadari jika pemuda itu sudah melesat kearahnya setelah ia melemparkan bola apinya.


Tiba-tiba sebuah pedang muncul di tangan Xiang Yang dari udara kosong, membuat mata Sun Mu melebar karena terkejut.


Ini baru pertama kalinya ia melihat kejadian seperti itu.


Saat Sun Mu baru sadar, Xiang Yang sudah melesatkan tebasan kearahnya.


Reaksi Sun Mu cukup cepat dengan melompat ke samping, namun tetap saja ia terkena tebasan yang dalam pada lengan kanannya.


Darah mengalir keluar dari lengan kanan Sun Mu, ia meringis kesakitan selama beberapa saat, sebelum mencabut goloknya yang tersarung di samping pinggang kanan.


"JANGAN REMEHKAN AKU!" Sun Mu yang marah, segera melesat cepat dengan api membara menyelimuti golongannya.


Xiang Yang masih terlihat santai, lalu menangkis tebasan golok Sun Mu dengan mudah tanpa menggunakan perubahan energi Qi.


*Trang!


Percikan kembang api tercipta saat senjata mereka berbenturan.


Kedua senjata mereka masih menempel satu sama lain, berusaha saling mendorong.


Xiang Yang tersenyum tipis sebelum semburan air keluar dari pedang Xiang Yang, membuat api pada golok Sun Mu padam.


Tidak hanya itu, ujung pedang Xiang Yang membentuk tali air yang dengan cepat melilit leher Sun Mu tanpa bisa bereaksi.


Xiang Yang menarik pedangnya dengan keras, membuat tubuh Sun Mu juga ikut tertarik.


Dengan dengkulnya, Xiang Yang menghantam perut Sun Mu.


"Ghouk!" arak yang sebelumnya Sun Mu minum langsung dimuntahkan.


Tidak berhenti sampai disana, Xiang Yang memutar tubuh disertai pedangnya, hingga tubuh Sun Mu juga ikut berputar.

__ADS_1


Tali air pada leher Sun Mu terlepas, membuat tubuhnya terlempar.


*Bruaak!


Tubuh Sun Mu menghantam dinding hingga roboh, namun ia tidak terlempar sampai keluar.


"Menyedihkan, ternyata seorang tetua dari Sekte Golok Darah sangat lemah!" Xiang Yang berjalan pelan kearah Sun Mu.


"Sial!" Sun Mu berdiri, memegang lehernya yang terasa sakit.


"Pemuda ini sangat kuat, aku harus lebih waspada!" gumam Sun Mu dalam hati.


***


Sementara itu, di kamar Li Fan.


Cai'er menghela nafas kecewa "Dasar lemah, kau cepat sekali matinya!"


Cai'er menendang pelan tubuh tak bernyawa Li Fan.


Siapapun orang normal yang melihat kondisi tubuh Li Fan saat ini, mereka pasti akan merasa iba.


Lantai kamar itu kini benar-benar basah karena darah Li Fan. Apa yang ada di tubuhnya hanya tersisa kepala saja, namun bagian yang ada di kepalanya juga tidak utuh.


Matanya sudah di congkel, telinganya terpotong, serta hidung yang juga terpotong, bibirnya sudah tidak terlihat lagi, memperlihatkan mulutnya yang tidak lagi memiliki gigi.


Untuk lengan dan kakinya sendiri sudah habis terpotong, bisa dilihat irisan-irisan daging berserakan disekitar tubuh tak bernyawa Li Fan.


Bisa ditebak jika Cai'er menyiksa Li Fan dengan terus memotong dagingnya kecil-kecil secara perlahan hingga tidak ada lagi yang tersisa dari lengan dan pahanya.


Cai'er sebelumnya sudah memakai sebuah jubah, jadi tidak ada darah yang mengotori pakainya, namun di wajah jelitanya bisa dilihat bekas cipratan darah Li Fan.


Cai'er mengalihkan pandangannya dari tubuh tidak bernyawa Li Fan kearah ranjang.


Cai'er kembali menghela nafas karena dua wanita yang ada diatas ranjang sudah pingsan.


Ya, itu sangat wajar jika kedua wanita itu pingsan karena mereka masih normal, mereka berdua tidak akan mungkin bisa terus sadar saat menyaksikan aksi brutal Cai'er.


Meskipun kecewa karena mainannya (Li Fan) sudah tidak bisa lagi digunakan, namun Cai'er sudah cukup puas.


"Baiklah, karena aku tidak punya urusan lagi di sini..." Cai'er tiba-tiba menyeringai lebar "Waktunya melakukan pembantaian!"


\=\=\=\=\=

__ADS_1


*E...apakah Cai'er masih kurang brutal? Perlukah Author membuat Cai'er jadi lebih psikopat?**


__ADS_2