Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.43 - Hancurnya Keluarga Du


__ADS_3

Xiang Yang saat ini berada di atas atap sebuah bangunan, dimana di bawahnya sekarang adalah kamar dari seorang tetua Keluarga Du.


Xiang Yang bisa merasakan jika Tetua itu sekarang sedang bermeditasi. Pemuda itu menyembunyikan auranya dengan baik, jadi dia yakin tidak akan ketahuan.


Xiang Yang membuat sedikit celah di atap lalu melemparkan sebuah pil kedalam. Tidak membuang waktu, pemuda itu langsung melesat pergi dari sana.


Sementara itu, sang tetua yang mendengar suara aneh, membuka matanya dengan waspada, melihat sekitar dan menemukan sebuah benda bulat kecil seperti pil tergeletak di lantai.


Tetua itu menyipitkan matanya, dia tidak merasakan adanya hal yang aneh dari benda itu.


Beranjak dari ranjang, sang tetua memungut benda itu lalu melihatnya dengan teliti.


"Benda apa ini?" baru saja tetua itu bergumam, pil itu retak mengeluarkan sinar cahaya.


Sang tetua melebarkan matanya karena merasakan bahaya, namun belum sempat dia bereaksi.


*Booommm...!!


Pil itu meledak keras tepat didepan wajah sang tetua, dia tidak mungkin selamat dari ledakan keras dalam jarak sedekat itu.


Di kediaman Keluarga Du saat ini benar-benar terjadi keributan besar karena banyaknya prajurit yang terletak mati ditempat.


Penjagaan kini diperketat, mencari penyusup disetiap sudut wilayah kediaman.


Hanya ada sekitar 2 tetua saja yang terlihat.


Xiang Yang sudah membunuh 3 tetua lainnya dengan cara yang sama.


***


Sementara itu, di kamar pribadi Du Sun.


Cai'er menyeringai melihat hal didepannya, dimana terlihat kerangka tulang yang bertumpuk dengan cairan ungu kental.


Itu adalah Du Sun yang sudah disiksa dengan racun oleh Cai'er, hingga menjadi sedemikian rupa.


Cai'er benar-benar kejam, padahal jika dia mau dia bisa membunuh Du Sun dengan mudah saat pria itu sedang bermeditasi sebelum mengetahui keadaan Du Bai.


Namun Cai'er malah membuatnya melihat kondisi putranya yang menyedihkan terlebih dahulu untuk mengguncang hati dan mentalnya, barulah gadis itu membunuhnya.


Namun Cai'er tidak membunuh Du Sun begitu saja, dia malah menyiksanya hingga sekarang hanya tersisa kerangka tulang saja.


Dan bukannya menyesal atau jijik dengan apa yang dia lihat, Cai'er justru menyeringai lebar, seolah puas dengan apa yang dia lakukan.


Sungguh definisi dari psikopat yang sesungguhnya.


Sesaat kemudian, datang 10 prajurit karena sebelumnya Du Sun berteriak keras saat disiksa, membuat para prajurit berdatangan.


"Patriak!" mata para prajurit yang baru datang terbeletak karena melihat didepannya sekarang seorang gadis cantik menatap dengan seringai lebar kearah kerangka tulang dengan cairan ungu.


Meskipun gadis itu terlihat sangat cantik, namun entah kenapa membuat para prajurit itu merinding.

__ADS_1


"Siapa kau!" Meskipun takut, mereka tetap memasang kuda-kuda siap dengan senjata ditangan masing-masing.


Cai'er tersenyum tipis, lalu memetik jarinya, membuat bola-bola api ungu sesuai jumlah para prajurit itu.


"Matilah para serangga tidak berguna!"


Cai'er langsung mengibaskan tangannya, membuat bola-bola api ungu itu melesat cepat.


Para prajurit itu tidak bisa menghindar karena bola-bola api ungu melesat sangat cepat, hingga akhirnya mereka terbakar.


"Aaarrrggghhh!"


"Tolong...!"


Tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka, mereka hanya bisa berteriak hingga tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh mereka, terbakar hangus menjadi abu yang menghilang dalam ketiadaan.


Setelah membunuh mereka semua, Cai'er pun keluar dari tempat itu, mencari mangsa lainnya.


Cai'er saat ini berdiri diatas atap, melihat kediaman Keluarga Du yang hampir di semua bangunan dilahap oleh api.


Sudah bisa ditebak kalau itu semua perbuatan Xiang Yang.


Keluarga Du berniat memberontak terhadap Kekaisaran Han, jadi sudah sepantasnya mereka mendapatkan ini.


Tidak ada ampun untuk para pengkhianat!


Sebelumnya Cai'er ingin menghancurkan Keluarga Du, membantai habis mereka, namun dilarang oleh Xiang Yang.


Cai'er bisa melihat semua anggota Keluarga Du sedang panik, pergi kesana kemari untuk memadamkan si jago merah.


"Sepertinya Xiao Yang juga cukup kejam, aku kira dia hanya seorang pemuda lugu yang naif!" Cai'er tersenyum tipis melihat kobaran api yang melahap setiap bangunan.


***


Sementara itu, Xiang Yang saat ini juga berdiri diatas atap bangunan, menatap setiap bangunan yang terbakar.


"Aku rasa ini sudah cukup" Xiang Yang menghela nafas "Ini pertama kalinya aku membantai manusia di kehidupan kedua ini!"


Meskipun Xiang Yang dulu dikenal sebagai pahlawan, dia juga cukup sering membunuh manusia, atau bahkan membantai satu keluarga.


Namun dia tidak sembarangan membunuh, Xiang Yang hanya membunuh atau membantai para pejabat dan bangsawan korup yang tamak.


Tiba-tiba Xiang Yang merasakan bahaya, dia segera melompat.


*Booom!


Sebuah ledakan terjadi ditempat dia berdiri sebelumnya.


Xiang Yang melihat ternyata yang menyerangnya adalah 2 tetua Keluarga Du yang tersisa.


"Cih, padahal aku sudah tidak ingin membunuh lagi!" Xiang Yang berdecak kesal.

__ADS_1


Meskipun kultivasi kedua tetua itu berada diatasnya, namun Xiang Yang masih yakin mampu membunuh mereka.


"KAU PENYUSUP SIALAN! KAU HARUS MATI MALAM INI KARENA BERANI MENGACAU DI KEDIAMAN KELUARGA DU!" Salah satu tetua yang terlihat sangat marah, tidak bisa menahan diri, langsung melesat menyerang Xiang Yang.


"Tunggu!" Tetua lainnya berniat menghentikan karena tidak baik menyerang sembarangan tanpa mengetahui kekuatan musuh.


Namun sudah terlambat, tetua itu sudah maju lebih dulu.


"Ceroboh!" gumam Xiang Yang lalu melemparkan 3 butir pil peledak, sambil melompat kebelakang.


Meskipun malam ini kondisi cukup terang karena kobaran api, tetap saja tetua itu tidak melihat terlalu jelas 3 pil peledak itu, jadi dia hanya mengabaikannya saja, berpikir jika itu hanyalah batu biasa.


Namun kemudian...


*Booommm!


*Booommm!


*Booommm!


3 ledakan keras terjadi, membuat tetua itu terpental kebelakang karena terkena langsung oleh ledakan, terlebih dalam jarak yang dekat.


Tetua yang satunya, melihat rekannya terpental segera melompat menangkap tubuhnya.


Dia melihat tetua itu sudah tidak bernafas, luka bakar parah diseluruh tubuhnya, serta satu lengannya yang hancur.


Kini hanya dia tetua Keluarga Du yang tersisa, nafasnya memburu karena marah, lalu meletakkan tubuh tetua yang mati di tanah.


"Aku, Du Bu! Pasti akan membalas perbuatan mu bajingan!" Du Bu mencabut pedangnya, lalu melesat maju.


Xiang Yang juga mengeluarkan pedang yang dia dapat dari gudang harta Keluarga Du, kemudian ikut melesat maju.


Pertarungan pun terjadi antara keduanya.


Meskipun kultivasi Xiang Yang lebih rendah, namun kekuatan fisiknya tidak kalah dari Du Bu, bahkan lebih kuat.


Pertarungan yang awalnya terlihat imbang, kini mulai terlihat Xiang Yang yang mendominasi.


Du Bu terus dipaksa mundur dalam kondisi bertahan, teknik pedang Xiang Yang benar-benar luar biasa, sang tetua sama sekali tidak bisa mengimbanginya.


Pedang Xiang Yang tiba-tiba mengeluarkan hawa dingin. Menebaskan pedang, sebuah gelombang energi biru melesat keluar.


Du Bu melompat mundur beberapa meter, membuat gelombang energi itu menghantam tanah tempatnya berdiri sebelumnya.


Energi biru itu tiba-tiba berubah menjadi jalan es yang menjalar cepat kearah Du Bu.


Bertepatan dengan kaki Du Bu yang menyentuh tanah, jalanan es itu juga berada di bawah kakinya.


Hingga Du Bu mendarat penuh, dari jalanan es itu muncul duri-duri es tajam yang langsung menusuk tubuh Du Bu hingga tembus.


"Ghouk!" Du Bu memuntahkan darah segar dengan pandangan yang mulai buram, hingga akhirnya gelap sepenuhnya.

__ADS_1


__ADS_2