Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.209 - Burung Putih Kecil


__ADS_3

Xiang Yang saat ini sedang bermeditasi di dalam kamarnya.


Setelah beberapa menit, Xiang Yang membuka matanya perlahan "Meskipun aku sudah bisa menerobos ketingkat Nescent Soul tahap 3, tapi fondasi ku masih belum cukup."


Menerobos tanpa fondasi yang mencukupi, akan membuat seorang kultivator kesulitan menaikkan kultivasinya dimasa depan. Jadi Xiang Yang memilih untuk tidak menerobos untuk saat ini.


Xiang Yang berdiri "Baiklah, waktunya keluar untuk mencari udara segar!"


...


Xiang Yang saat ini berdiri di puncak atap kediamannya, melihat seluruh Sekte Naga Emas yang sudah 1 tahun dia bangun.


Sesaat kemudian Xiang Yang mengerutkan keningnya, dia pun langsung menoleh keatas karena merasakan sesuatu bergerak dengan kecepatan tinggi.


*Wooossshhh...!


Sesuatu yang berwarna putih melewati Sekte Naga Emas dengan kecepatan tinggi, Xiang Yang bahkan tidak bisa melihat dengan jelas apa itu tadi.


"Sangat cepat. Apakah itu seorang kultivator?" gumam Xiang Yang.


Karena penasaran, Xiang Yang memutuskan untuk mengejar sosok itu tadi, terbang dengan kecepatan penuhnya.


Setelah 10 menit berlalu, Xiang Yang sama sekali tidak bisa mengejar kecepatan sosok tadi.


"Sama sekali tidak terlihat. Apa sebenarnya itu tadi, kultivator? Atau mungkin burung putih kecil?" Xiang Yang tertawa kecil "Yah, mana mungkin akan ada burung yang bisa bergerak secepat itu."


Meskipun tidak melihat kemana perginya sosok tadi Xiang Yang masih tetap terbang dengan kecepatan tinggi.


Hingga tiba-tiba...


Xiang Yang menghentikan laju terbangnya lalu segera membuat perisai energi Yin-Yang.


*BOOOMMM...!!


Entah serangan apa itu, Xiang Yang tidak tau pasti karena serangan itu datang begitu cepat, menyebabkan ledakan keras hingga perisai energi Yin-Yang hancur, membuat Xiang Yang terpental puluhan meter.


Tubuh Xiang Yang berputar-putar diudara hingga dia bisa mendapatkan kembali momentumnya.


"Sangat cepat dan kuat, apa itu tadi?" Xiang Yang merasa tangannya sampai mati rasa karena serangan barusan.


"Siapa kau bocah? Beraninya kau mengikuti ku!"


Terdengar suara yang begitu halus dan merdu, meskipun nada suara itu tadi sangat dingin.


Xiang Yang menoleh ke sumber suara dan melihat sesosok gadis yang sangat cantik, setara dengan kecantikan Cai'er dan Han Shizu, mengenakan pakaian putih yang sangat indah.

__ADS_1


Meskipun Xiang Yang kagum dengan kecantikan gadis itu, namun dia masih terlihat biasa saja karena sudah terbiasa dengan kecantikan.


"Siapa yang mengikuti mu? Aku tadi hanya mengejar seekor burung putih kecil yang melewati sekte ku!" Meskipun Xiang Yang terlihat tenang, namun dia sebenarnya sedang memikirkan banyak hal.


Siapa gadis ini? Kekuatan dan kecepatannya sangat mengerikan, bukankah terlalu berlebihan memiliki kekuatan seperti ini dengan kultivasinya yang berada ditingkat Nescent Soul tahap 5.


Aku yakin tadi itu dia hanya menggunakan serangan biasa, jika dia serius sudah pasti aku akan mati.


Xiang Yang tidak menyangka akan bertemu dengan kultivator kuat seperti gadis didepannya.


"Sekte mu?" Gadis itu mengingat dimana dia lewat sebelumnya, dan mengingat jika ia lewat di atas sebuah sekte.


Tiba-tiba wajahnya berubah gelap, membuat Xiang Yang langsung merinding karena merasakan firasat buruk.


"Kenapa dengannya?" Xiang Yang langsung memasang sikap waspada.


*Wooosss...!


Tiba-tiba Xiang Yang merasakan hembusan angin melewati pipi kanannya. Sesaat kemudian dia merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari pipi kanannya.


Xiang Yang menyadari kalau itu adalah serangan gadis didepannya, membuat pipinya mengeluarkan darah.


"Apa-apaan kau ini?! Menyerang ku tanpa peringatan dan sekarang kau ingin membunuh ku?!" Xiang Yang berteriak marah "Jelaskan dulu apa kesalahan ku!?"


"Pertama kau mengikuti ku, kedua kau menyebut ku burung putih kecil!"


Gadis itu hanya bertahan dia untuk sementara, sebelum kembali bersuara.


"Karena kau memiliki 2 kesalahan, jadi jika kau bisa menahan 2 serangan ku, aku akan melepaskan mu!" ucap Gadis itu dengan suara dingin.


"Hei, tidakkah kau terlalu berlebihan? Apakah ini tidak bisa dibicarakan baik-baik?" Xiang Yang sama sekali tidak ingin memiliki masalah dengan gadis misterius itu, setidaknya untuk saat ini karena kekuatannya masih belum mencukupi.


Perkataan Xiang Yang sama sekali tidak ditanggapi, gadis itu justru sudah mempersiapkan serangannya.


"Kau ingin menguji ku maka baiklah!" Xiang Yang memasang kuda-kuda "Kalau begitu majulah!"


Konsentrasi dan fokus Xiang Yang ditingkatkan hingga ke batas maksimal, dia sama sekali tidak ingin meremehkan gadis itu.


"Gemuruh Badai Salju!" Gadis itu mengibaskan tangannya.


Seketika badai salju melesat kearah Xiang Yang.


"Bola Yin-Yang!" Xiang Yang membuat dua bola Yin-Yang sebesar bola basket lalu melepaskannya kedepan.


Xiang Yang pun langsung melesat pergi karena dia sudah menduga apa yang akan terjadi setelahnya.

__ADS_1


Saat badai salju itu berbenturan dengan Bola Yin-Yang.


*BOOOOMMMM.....!!!


Ledakan keras yang sama sekali tidak terbayangkan akan terjadi oleh gadis itu, membuat ekspresinya berubah stagnan, kemudian memberikan perisai pelindung agar tidak terkena efek ledakan.


Setelah beberapa menit, efek ledakan itu mereda. Bisa dilihat gadis itu diselubungi energi biru semi transparan yang melindungi tubuhnya dari efek ledakan.


"Serangan macam apa itu tadi?" gumam gadis itu.


Saat dia baru sadar, ternyata Xiang Yang sudah tidak lagi terlihat membuat wajahnya berubah dingin.


"Kau berhutang satu serangan lagi, jika aku menemukan mu kembali maka aku tidak akan menahan diri!" gumam gadis itu sebelum melesat pergi melanjutkan perjalanan.


Jika bukan karena dia terburu-buru, dia akan langsung mendatangi Sekte tempat Xiang Yang berada.


***


Xiang Yang menghela nafas lega setelah mengetahui gadis itu tidak lagi mengejarnya.


"Gadis itu sungguh berbahaya." gumam Xiang Yang "Awas saja kau, akan ku balas perbuatan mu!"


Xiang Yang sangat kesal dengan gadis itu karena berbuat seenaknya, jika saja bukan karena gadis itu yang tidak menduga akan terjadi ledakan keras seperti tadi, mungkin dia tidak akan bisa melarikan diri.


"Lebih baik aku kembali ke sekte!" Xiang Yang pun melesat kembali menuju Sekte Naga Emas.


***


Keesokan harinya, Master Kong Guan tiba-tiba meminta agar semua Tetua Sekte Naga Emas berkumpul untuk melakukan pertemuan.


Ada sesuatu yang ingin dibahas oleh Master Kong Guan.


Xiang Yang sendiri tidak mengetahui hal apa yang ingin dibahas Master Kong Guan, namun dia tetap mengikuti pertemuan.


Saat ini Xiang Yang duduk di kursi kebesarannya, dengan para Tetua yang telah duduk di kursi masing-masing.


"Terima kasih Ketua Sekte dan para Tetua sekalian telah memenuhi permintaan ku untuk melakukan pertemuan!" Master Kong Guan berdiri lalu menangkupkan tangannya.


"Sama sekali tidak masalah Master Kong, jadi hal penting apa yang ingin kau bahas!"


"Ini mengenai sebuah dimensi kecil yang sebentar lagi akan terbuka.


\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2