
Setelah mendapatkan semua informasi yang mereka inginkan, Cai'er langsung membunuh sang tetua.
Dari informasi yang mereka dapatkan, Sha Qi adalah salah satu tetua dari Sekte Golok Darah yang merupakan salah satu sekte aliran hitam terbesar di Kekaisaran Han.
Mereka ingin membentuk aliansi dengan Keluarga Du untuk meruntuhkan kekuasaan Keluarga Han yang menjadi keluarga Kekaisaran, berniat mengubah Kekaisaran Han menjadi Kekaisaran Du.
Sekte Golok Darah juga telah membuat aliansi dengan sekte aliran hitam lainnya untuk melakukan penyerangan nantinya.
Xiang Yang dan Cai'er tidak mengetahui alasan kenapa para sekte aliran hitam itu berniat meruntuhkan Kekaisaran Han.
Melakukan penyerangan pada Kekaisaran Han, meskipun sekte aliran hitam bisa menang, namun pasti akan mendapatkan kerugian yang tidak sedikit.
Yang pasti mereka mengincar sesuatu dari keluarga kekaisaran hingga berniat mengambil resiko itu.
Namun Xiang Yang dan Cai'er tidak mengetahui apa itu.
Sepertinya Sha Qi tidak memberitahu tujuannya pada Keluarga Du karena tetua tadi tidak mengetahuinya.
"Aku masih bingung Cai'er, sebenarnya apa kekuatan yang dimiliki mata hijau mu?" Xiang Yang menatap mata merah Cai'er dengan penasaran.
"Eh, apa aku belum memberitahukan pada mu?"
"Kalau aku sudah tau, aku tidak akan bertanya!"
Cai'er terkekeh lalu mulai memberitahukan tentang matanya.
Mata hijaunya itu bernama Mata Ular Magis, kekuatan mata yang sudah ada semenjak Cai'er dilahirkan.
Mata Ular Magis memiliki kekuatan untuk mengintimidasi para kultivator yang berada dibawah tingkat kultivasinya, atau bahkan dapat mencuci otak mereka jika menatap matanya terlalu lama. Seperti yang dilakukan oleh Cai'er barusan untuk mendapatkan informasi dari tetua Keluarga Du.
Mata Ular Magis Cai'er akan lebih berfungsi pada Spirit Beast, terlebih jika itu merupakan Spirit Beast berjenis ular.
Spirit Beast jenis ular bisa langsung tunduk pada Cai'er jika melihat matanya, tidak peduli seberapa kuat Spirit Beast ular itu.
Karena mata itu juga yang membuat Cai'er disembah bagaikan Dewi oleh rasnya, ras manusia ular.
Xiang Yang menatap mata Cai'er dengan tatapan kagum, membuat gadis itu tersenyum bangga.
"Baiklah Cai'er, aku rasa urusan kita disini sudah selesai! Kita lebih baik segera menuju Keluarga Du untuk membereskan mereka!" Xiang Yang menatap kearah kediaman Keluarga Du berada.
__ADS_1
"Ya, aku sendiri yang akan membunuh bajingan Du Bai dan ayah bangsatnya itu!" Cai'er mendengus kesal mengingat wajah menjijikkan Du Bai.
Xiang Yang dan Cai'er pun segera melesat menuju kediaman Keluarga Du, melompat dari satu atap bangunan ke atap bangunan lainnya.
***
Xiang Yang dan Cai'er saat ini berada di atas pohon yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu gerbang kediaman Keluarga Du.
Mereka melihat jika penjagaan kediaman Keluarga Du sangatlah longgar, penjaga gerbangnya bahkan terlihat tidur dalam posisi berdiri.
Memang sekarang karena tengah malam dan sepertinya mereka terlalu yakin kalau tidak akan ada yang berani menyerang Keluarga Du.
"Biar aku urus para penjaga gerbang itu!" Xiang Yang membuka tangan kanannya, membuat 7 jarum es kecil, seukuran jarum suntik dengan panjang jari telunjuk.
"Jarum Es Kematian!" Xiang Yang mengibaskan tangannya, membuat ke-7 jarum es itu melesat cepat.
Masing-masing jarum es menancap di dada setiap penjaga, tepat pada bagian jantung, membuat jantung mereka membeku, hingga menyebabkan kematian instan tanpa membuat keributan.
"Ayo pergi!"
Mereka berdua pun melesat memasuki kediaman Keluarga Du.
Setelah memasuki kediaman, Xiang Yang dan Cai'er berpisah untuk menjalankan tugas masing-masing sesuai dengan rencana yang telah mereka susun.
Terlihat hanya ada beberapa penjaga saja yang berpatroli dengan kultivasi tingkat True Fondation.
Xiang Yang mudah saja mengurus mereka dengan menggunakan teknik Jarum Es Kematian.
Xiang Yang menelusuri lorong kediaman, membunuh setiap penjaga yang dia jumpai. Xiang Yang membunuh dengan cepat dan rapi, tidak ada suara yang ditimbulkan.
Xiang Yang berhenti di persimpangan jalan, melihat kearah lorong dimana di ujung lorong terlihat sebuah pintu besar yang terbuat dari besi, dijaga oleh 2 kultivator tingkat Earth Spiritual tahap 1.
Kedua penjaga itu terlihat sigap dengan membawa tombak masing-masing, menatap lurus kedepan.
"Earth Spiritual! Lumayan, tapi itu masih belum cukup untuk menghentikan ku!" Xiang Yang menyeringai, membuat 2 jarum es, namun kali ini mengandung energi yang lebih pekat.
Dua penjaga itu terlihat waspada karena merasakan bahaya, mata mereka menelusuri sekitar, namun tiba-tiba pandangan mereka menjadi gelap, sebelum akhirnya jatuh tanpa nyawa, tanpa menyadari di dada mereka sekarang tertancap sebuah jarum.
Xiang Yang pun berjalan santai hingga tiba didepan pintu besar itu, tanpa mempedulikan dua mayat di sampingnya.
__ADS_1
"Seperti kata pepatah, kosongkan gudang harta dulu sebelum menghancurkan rumah mereka!" Xiang Yang membuka pintu itu.
Xiang Yang pun melihat tumpukan harta, peti-peti yang penuh dengan emas, serta banyak herbal dan pil di rak-rak yang ada di ruangan itu.
Meskipun jumlah harta itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang Xiang Yang miliki saat ini, namun tetap saja harta tidak boleh ditolak.
Tidak membuang waktu, Xiang Yang mengibaskan tangannya, memasukkan semua harta itu kedalam cincin dimensinya.
***
Sementara itu, Cai'er kini berjalan santai memasuki area khusus, didepannya terlihat sebuah bangunan yang cukup mewah dengan satu jalan lurus menuju kesana.
Menurut apa yang dikatakan tetua sebelumnya, bangunan itu adalah kediaman Du Bai.
Setelah beberapa waktu, Cai'er pun tiba di depan pintu yang tentunya terkunci.
Namun itu bukan suatu hal yang bisa menghalangi Cai'er.
Dengan menggunakan beberapa metode, Cai'er membuka pintu tanpa membuat keributan.
Sementara itu, di dalam kamar itu, Du Bai yang sedang tidur pulas, membuka matanya setelah mendengar suara pintu terbuka.
Du Bai bangun, melihat kearah pintu.
Karena sekarang tengah malam, jadi Du Bai hanya melihat sesosok bayangan berdiri disana dengan tatapan mata merah menyala.
"Siapa kau!" Du Bai jadi waspada, berdiri di samping ranjang.
Sosok itu berjalan mendekat, namun sesaat kemudian sosok itu sudah berada di depannya.
Tanpa bisa membuat reaksi, sebuah pukulan keras menghantam leher Du Bai, membuatnya terpental menabrak dinding dengan darah yang menyembur keluar dari mulutnya.
Du Bai jatuh tengkurap di lantai, dia ingin berteriak minta tolong namun tenggorokannya sekarang hancur, hanya darah yang keluar dari mulutnya jika dia berusaha bersuara.
Matanya melirik keatas, dimana sosok itu sudah berdiri di sampingnya.
Dia akhirnya bisa melihat kalau sosok itu ternyata adalah gadis cantik yang sebelumnya dia temukan di restoran.
Mata merah yang sangat indah itu tidak akan dia lupakan, namun sekarang mata merah itu justru terlihat sangat menyeramkan.
__ADS_1
"Aku sebelumnya sudah memberimu kesempatan, namun kau menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan! Sekarang terimalah akibatnya!" Cai'er berkata dengan dingin.