Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.71 - Menjarah Makam Tangan Hantu


__ADS_3

Saat teratai api menyentuh ujung atap tenda, barulah teratai api itu mengeluarkan hawa yang berbahaya.


Baru saat itulah, orang-orang itu menyadari jika benda itu sangat berbahaya, namun sudah terlambat.


*BOOOMMM...!!


Teknik Teratai Surgawi Xiang Yang meledak keras, hingga membunuh semua anggota Sekte Golok Darah yang menjaga makam Tangan Hantu.


Ledakan itu menghancurkan apa saja dalam jarak 100 meter, menghempaskan apa saja di luar jangkauan ledakan, bahkan beberapa pohon sampai tercabut keakar-akarmya.


"Waaah...!" Cai'er bertepuk tangan "Itu teknik yang mengerikan Xiao Yang, namun sangat indah disaat yang bersamaan!"


"Ya..tapi itu menghabiskan seperlima dari seluruh energi Qi ku, jika bukan karena aku memiliki Inti Api maka teknik itu mungkin bisa langsung menghabiskan seluruh energi Qi ku!"


Mereka berdua melihat kearah ledakan terjadi, dimana debu mengepul menutupi area. Hingga saat debu itu menghilang, terlihat kawah besar disana, semua apa yang berada di tempat sebelum ledakan terjadi, sudah tidak lagi terlihat.


Hanya terlihat beberapa tulang dengan segumpal daging yang menempel.


"Ayo kita pergi!" Xiang Yang pun melesat diikuti oleh Cai'er.


Xiang Yang dan Cai'er mendarat di belasan meter di tepi kawah yang berada di seberang tempat mereka sebelumnya.


Beberapa meter didepan mereka adalah sebuah dinding tebing setinggi 20 meter. Sebelumnya disana ada sebuah goa namun sekarang tertutupi karena ledakan keras sebelumnya yang membuat bebatuan tebing jatuh hingga menutupi goa.


"Disinikah tempatnya?" tanya Cai'er, melirik kearah Xiang Yang.


Xiang Yang mengeluarkan peta lalu melihatnya, setelah beberapa saat dia kembali memasukkan peta kedalam cincin dimensinya.


"Ya, memang ini tempatnya!"


Cai'er membuat sebuah bola api sebesar bola basket, lalu melemparkannya pada bebatuan yang menutupi pintu goa.


*Booommm...!


Ledakan terjadi, membuat bebatuan itu hancur hingga bisa dilihat mulut goa.


Xiang Yang dan Cai'er bisa melihat sebuah dinding energi biru transparan yang menutupi mulut goa.


"Jadi ini penghalangnya!" Xiang Yang menyentuh dinding energi itu dengan telapak tangan kanannya.


Pemuda itu pun mengalirkan energi Yin-Yang pada dinding energi.


"Hyah!" Dengan satu sentakan disertai gelombang energi yang keluar dari tangan kanan Xiang Yang, dinding energi itu pun hancur.

__ADS_1


"Ternyata sangat mudah, aku kira akan membutuhkan waktu lama untuk menghancurkan penghalang ini!" ucap Xiang Yang.


"Dari kelihatannya tadi saja dinding energi itu sangat rapuh, jadi wajar saja jika mudah dihancurkan!" Cai'er menanggapi.


"Heheh! Kalau begitu ayo kita masuk!" Xiang Yang berjalan memasuki goa bersama Cai'er.


Setelah belasan langkah, mereka menemukan tangga yang tersusun rapi menuju kebawah. Tanpa mengatakan apa-apa, mereka berdua berjalan menuruni tangga.


Di setiap langkah mereka menapaki anak tangga, obor yang berada di dinding goa akan menyala, menerangi jalan.


Setelah menuruni sekitar 100 anak tangga, akhirnya mereka sampai di lantai.


Xiang Yang dan Cai'er berhenti, melihat lantai dan dinding lorong goa yang sangat rapi seperti pada ruangan rumah.


"Sepertinya Tangan Hantu itu sangat niat dalam membangun makamnya!" Xiang Yang melihat sekitarnya.


Kali ini tidak ada obor, namun terdapat kristal-kristal bercahaya yang menempel di dinding dan langit-langit lorong, hingga Xiang Yang dan Cai'er bisa melihat dengan jelas sekitarnya.


Xiang Yang melangkah kedepan, namun baru saja ia mengambil satu langkah, lantai yang ia injak masuk beberapa sentimeter kebawah. Bisa dipastikan kalau itu adalah pemicu jebakan.


Namun Xiang Yang masih tetap tenang.


Sesaat setelah Xiang Yang tadi memicu jebakan, tepat di dining samping kanannya keluar tombak tombak tajam.


Semua tombak itu pun hancur saat mengenai Xiang Yang, tidak ada yang mampu menembus pertahanan aura emasnya.


Aura itu merupakan aura naga yang Xiang Yang miliki.


"Kau tidak apa-apa Xiao Yang?" Cai'er terlihat sedikit khawatir, meskipun ia tau kalau serangan itu tidak mungkin melukai Xiang Yang namun entah kenapa dia tetap merasa khawatir.


"Hanya senjata biasa tidak akan bisa melukai ku!" Jawab Xiang Yang "Didepan sana ada pintu, mungkin ada harta didalam sana!"


Xiang Yang dan Cai'er pun berjalan kearah pintu.


Setiap beberapa meter pasti akan ada jebakan yang terpicu, namun jebakan itu hanya panah dan tombak biasa, hal itu sangat sederhana dan mudah untuk diatasi oleh mereka berdua. Sama sekali bukan halangan.


Saat Xiang Yang membuka pintu, terlihat sebuah batang pohon besar yang terayun cepat kearahnya.


Xiang Yang langsung menyiapkan kepalan tangannya lalu memukul keras batang pohon itu.


*Booommm!


Batang pohon itu pun hancur hanya dalam sekali pukulan dari Xiang Yang.

__ADS_1


"Menyebalkan!" Xiang Yang menggerutu.


"Hehe, sabar sedikit Xiao Yang, lihatlah didepan mu!"


Xiang Yang melihat kedepan, dimana terdapat tumpukan koin perak yang menggunung setinggi 10 meter. Xiang Yang memperkirakan jumlah koin perak itu ada belasan juta.


"Ya..lumayan" Xiang Yang tersenyum tipis lalu mengibaskan tangannya.


Seketika tumpukan koin perak itu menghilang, masuk kedalam cincin dimensi Xiang Yang.


Meskipun jumlah jutaan koin perak tidak ada apa-apanya dibandingkan hartanya saat ini, namun itu sudah jauh lebih banyak dari harga gudang harta Keluarga Chen.


"Ruangan pertama sudah berisi tumpukan koin perak, bagaimana dengan yang lainnya!" Xiang Yang jadi sedikit bersemangat.


Xiang Yang dan Cai'er pun mulai mencari ruangan-ruangan lainnya. Mereka berdua menemukan banyak jebakan namun sama sekali tidak ada yang bisa melukai mereka.


Sudah 5 ruangan yang mereka temukan, namun selain ruangan pertama yang berisi tumpukan koin perak, ruangan lainnya hanya berisi barang-barang tidak berguna seperti senjata biasa dan beberapa pil tingkat 3.


Meskipun begitu mereka tetap mengambil semuanya tanpa sisa.


Xiang Yang dan Cai'er merasa sedikit dongkol. Hingga mereka menemukan ruangan ke-6, mata mereka langsung disambut oleh tumpukan koin emas yang jumlahnya sama banyaknya dengan tumpukan koin perak sebelumnya.


Tumpukan emas itu membuat rasa dongkol mereka sedikit terangkat.


"Apakah lebih baik kita langsung menuju pusat makam, Xiao Yang?" tanya Cai'er, jujur dia merasa sangat bosan karena selain hanya ada jebakan tidak berguna, mereka hanya mendapatkan barang yang sama tidak bergunanya menurut Cai'er.


"Tidak Cai'er, kita harus menelusuri semua ruangan untuk mengambil hartanya!" Xiang Yang menolak.


"Huh, dasar mata duitan!" Cai'er mendengus.


"Kalau begitu bukankah itu artinya kita cocok sayang!" Xiang Yang mencubit gemas pipi Cai'er "Seorang psikopat dengan seorang mata duitan!"


Cai'er terkekeh mendengar itu "Terserah kau saja!" Cai'er memeluk lengan Xiang Yang "Kita sudah dua hari tidak melakukannya, bagaimana jika kita melakukannya disini!"


"Cai'er, kita sekarang berada di dalam makam seseorang, apa yang akan pemilik makam ini katakan jika mengetahui kita melakukan hal itu di makamnya?"


"Siapa yang peduli dengan tanggapan orang mati"


"Sepertinya aku harus sedikit menambahkan kata-kata ku tadi! Seorang psikopat mesum dengan seorang mata duitan!"


Mereka berdua pun tertawa setelahnya.


Xiang Yang dan Cai'er kembali menelusuri makam.

__ADS_1


__ADS_2