Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.128 - Rencana Xiang Yang


__ADS_3

Xiang Yang dan Han Shizu berpencar kedua arah yang berbeda. Xiang Yang bergerak kearah timur sementara Han Shizu kearah sebaliknya.


Xiang Yang bergerak bagaikan angin tenang yang tidak mengeluarkan suara dalam setiap langkahnya.


Hingga Xiang Yang tiba di suatu tempat, ia langsung menghentikan langkah. Xiang Yang melihat dari jarak 100 meter didepannya terdapat bangunan seperti kuil kecil namun bukan kuil.


Didepan pintu bangunan itu terlihat dua orang namun sudah tertidur pulas dengan guci arak yang masih digenggam.


Xiang Yang menciptakan dua jarum kecil dari elemen petir, lalu melemparkannya kearah dua penjaga itu.


Dua jarum itu menancap di leher bagian samping kedua penjaga itu.


Sengatan listrik menjalar keseluruh tubuh keduanya hingga membuat mereka pingsan seketika.


Xiang Yang pun melompat lalu mendarat mulus tidak jauh dari pintu bangunan kecil itu. Ia berjalan santai melewati kedua penjaga yang sudah pingsan, tanpa membunuhnya.


Entah apa yang Xiang Yang rencanakan hingga dia tidak membunuh dua penjaga itu.


Xiang Yang membuka pintu bangunan yang mana bagian dalam bangunan itu tidak ada isinya sama sekali, namun terdapat sebuah tangga yang menuju kebawah tanah beberapa langkah didepan Xiang Yang.


Tanpa basa-basi, Xiang Yang berjalan menuruni tangga, tentu dia terlebih dahulu menutup pintu bangunan.


Obor di dinding tangga itu sudah menyala, membuat Xiang Yang tidak perlu membuat penerangan jalan.


Setelah menuruni puluhan tangga, Xiang Yang mencapai lantai lalu berjalan menelusuri lorong.


Hingga setelah beberapa menit, Xiang Yang menemukan pertigaan lorong yang mengarah ke kiri dan kanannya.


Tanpa pikir panjang, Xiang Yang memilih jalur kanan. Baru saja ia berjalan beberapa langkah, Xiang Yang melihat didepannya seorang pria yang berjalan sempoyongan dengan guci arak ditangannya.


Tidak perlu ditebak, pria itu pasti sedang mabuk.


Xiang Yang terus berjalan santai, saat pria itu sudah berjarak beberapa langkah didepannya, Xiang Yang langsung memukul belakang leher pria itu hingga pingsan.

__ADS_1


Meskipun Xiang Yang bisa membunuhnya namun sama sekali tidak ia lakukan.


Xiang Yang pun lanjut berjalan, menatap lurus kedepan hingga dia bisa melihat di bagian kiri dan kanan lorong, terdapat jeruji besi yang mengurung beberapa sampai belasan orang.


Luas setiap penjara itu 10×10 meter, berjejer rapi di samping kiri dan kanan lorong.


Melihat dari pakaian yang mereka gunakan, Xiang Yang mengetahui kalau mereka adalah anggota Sekte Langit Ungu yang ditahan.


Xiang berjalan lalu berdiri di depan sebuah jeruji besi, melihat belasan orang yang kini menatapnya dengan penuh kebencian. Tidak hanya belasan orang di dalam jeruji besi didepan Xiang Yang, namun semua orang yang ditahan di sel lainnya juga menatapnya dengan tatapan yang sama.


"Untuk apa kau datang kemari? Jika kau datang hanya untuk mengejek maka sebaiknya kau pergi!" Salah satu orang yang terlihat paling tua diantara orang-orang didalam sel itu, berkata dengan suara berat, menunjukkan kebenciannya.


Pria paruh baya itu bernama Lin Sang, salah satu Tetua Sekte Langit Ungu.


Xiang Yang masih tetap tenang "Tenanglah, aku bukan bagian dari Sekte Gunung Api!"


Meskipun mendengar jelas ucapan Xiang Yang, namun tatapan kebencian mereka sama sekali tidak berkurang, justru semakin bertambah.


"Huh, jangan pikir kami akan termakan tipuan yang kedua kalinya!" ucap orang lainnya.


Xiang Yang mengeluarkan sebuah token milik Ming Tu, lalu melemparkannya kearah Lin Sang.


Lin Sang menangkap token itu lalu melihatnya, token itu berbentuk segi enam, dengan ukiran daun emas ditengahnya.


"Ini..." Lin Sang tidak melanjutkan kalimatnya saat dia menoleh menatap Xiang Yang.


"Saudara Ming Tu selamat dalam insiden penyerangan 2 bulan lalu karena pengorbanan para bawahan yang dia bawa, sekarang dia sedang dalam perjalanan membawa pasukannya kemari untuk menyelamatkan kalian!"


Belasan orang didalam sel tahanan didepan Xiang Yang, saling memandang dalam diam.


"Tetua Lin, apakah pemuda ini bisa dipercaya?" tanya seorang pemuda.


Tetua Lin Sang menghela nafas lalu melemparkan token ditangannya kearah Xiang Yang.

__ADS_1


Xiang Yang menangkap token itu lalu memasukkannya kembali.


"Anak muda, sebaiknya kau segera pergi dari sini dan suruh Ketua Ming Tu untuk menghentikan rencananya datang menyelamatkan kami! Sekte Gunung Api sangatlah kuat, dengan kekuatan pasukannya, tidak mungkin bisa menang melawan mereka!" ucap Tetua Lin Sang.


Xiang Yang tersenyum tipis, ia tidak menyangka Tetua Lin Sang ternyata sangat baik sampai memikirkan keselamatan Ming Tu dan pasukannya.


"Percuma saja Tetua, semua rencana kami sudah persiapkan, kami tidak bisa mundur lagi!"


Tetua Lin Sang kembali menghela nafas "Lalu apa rencana mu, anak muda? Membebaskan kami itu percuma saja, karena kami sudah memakan pil yang membuat kami tidak bisa menggunakan energi Qi, jika kami tidak memiliki penawarnya maka kami tidak lebih dari sekedar orang biasa!"


"Aku memang tidak berniat membebaskan kalian!" ucapan Xiang Yang membuat semua orang itu menatapnya dengan kerutan kening "Ya..setidaknya untuk saat ini!"


"Pertama akan ku jelaskan dulu rencana ku! Diam dan dengarkan baik-baik!" Xiang Yang mengeluarkan satu botol pil lalu menaruhnya didalam sel "Pil ini bisa menjadi penawar racun yang kalian makan, itu bisa membuat kalian bisa menggunakan energi Qi!"


Semua orang kini menatap botol pil itu.


"Bagaimana bisa kami mengetahui kalau itu adalah penawar racun? Mungkin saja itu adalah pil racun yang lebih mematikan!" salah satu orang menatap sinis Xiang Yang.


"Ambillah dan buka botol itu, kalian akan langsung mengetahui kalau itu bukanlah racun!" ucap Xiang Yang.


Orang itu pun mengambil botol itu lalu membukanya, seketika ia bisa mencium aroma harum pil yang menyegarkan. Ia segera menutup kembali botol pil itu.


"Ingat ini merupakan kesempatan kalian satu-satunya untuk bisa selamat, jangan sia-siakan, aku bukanlah orang yang baik seperti saudara Ming Tu! Jangan ada yang protes lagi atau akan ku tinggalkan kalian! Jadi kalian hanya perlu percaya pada ku maka kalian akan bisa bebas!"


Semua orang itu pun terdiam, menatap Xiang Yang dengan serius.


Xiang Yang pun menjelaskan kalau dirinya masih memiliki banyak pil penawar racun itu, dan ia akan membagikannya ke semua anggota Sekte Langit Ungu yang ditahan.


Namun mereka tidak boleh memakannya sekarang, mereka harus menyembunyikan pil itu agar tidak diketahui oleh anggota Sekte Gunung Api. Jika mereka memakannya sekarang maka aura mereka bisa langsung diketahui oleh anggota Sekte Gunung Api, hingga obat penawar itu akan sia-sia.


Besok malam, pasukan Ming Tu akan tiba dan memulai penyerangan, jika besok malam mereka mendengar suara keributan dari pertarungan, maka barulah mereka memakan penawar racun itu.


Jika mereka sudah bisa menggunakan energi Qi, maka mereka bisa dengan mudah keluar dari sel tahanan ini.

__ADS_1


Setelah itu, mereka harus keluar dari penjara bawah tanah lalu ikut bertarung membantu pasukan Ming Tu.


__ADS_2