Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.106 - Jiwa Petir


__ADS_3

Keesokan harinya, Xiang Yang membuka mata lalu berdiri meregangkan tubuhnya.


"Baiklah, waktunya melanjutkan perjalanan!" Xiang Yang segera melesat kembali kearah selatan.


Xiang Yang tidak terbang karena itu menghabiskan terlalu banyak energi Qi, jadi Xiang Yang bergerak seperti biasa, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, namun dengan kecepatan yang lebih tinggi.


Setelah matahari naik 60°, Xiang Yang mendarat di tanah, di depan Xiang Yang terlihat air terjun yang sangat deras.


"Aku rasa inilah tempatnya!" Xiang Yang melompat memasuki air terjun, menembus derasnya air terjun tersebut.


Xiang Yang mendarat di balik air terjun dimana terdapat sebuah goa disana. Xiang Yang sama sekali tidak basah karena ia melindungi tubuhnya dengan energi Qi.


Xiang Yang membuat bola api sebagai penerangan, lalu berjalan santai memasuki goa.


Setelah beberapa menit Xiang Yang menghentikan langkah karena didepan terdapat tebing curam sedalam puluhan meter.


Xiang Yang membuat beberapa bola api lalu melemparkan kedelapan untuk memperluas jarak pandangnya juga untuk melihat seperti apa dalam goa tersebut.


Bentuk dalam goa itu tidak beraturan, banyak bebatuan tinggi juga tebing-tebing di berbagai sisinya, tidak ada jalan yang bisa dilalui dengan santai.


Namun itu bukanlah halangan untuk Xiang Yang. Ia melompat melewati tebing-tebing dengan pijakan stalakmit juga sesekali berpegang pada stalaktit.


Sekitar 1 kilometer didepan adalah seberang tebing yang mana terdapat sebuah lorong. Samar-samar Xiang Yang bisa melihat cahaya di dalam lorong tersebut.


Xiang Yang bergerak semakin cepat hingga akhirnya tiba di seberang.


Benar saja, di dalam lorong itu cukup terang karena terdapat stalagtit yang mengeluarkan cahaya.


Xiang Yang pun melanjutkan perjalanan.


Selama hampir setengah jam, Xiang Yang menghentikan langkah saat sudah berada di tepi sebuah danau dengan diameter beberapa ratus meter. Cukup besar memang.


Danau itu memiliki air jernih berwarna biru yang sangat indah, seakan air itu adalah air paling suci yang bisa langsung menghilangkan rasa lelah setelah meminumnya.


"Hm, seharusnya itu berada di dalam danau ini, tapi entah kenapa aku bisa merasakan fluktuasi energi yang kuat di dalam danau ini!" Xiang Yang berniat melompat memasuki danau, namun ia mengurungkan niatnya karena melihat di tengah-tengah danau terjadi gejolak air yang tidak biasa.


Air itu bergejolak semakin tinggi membuat Xiang Yang memasang sikap waspada, fluktuasi energi yang ia rasakan semakin intens.

__ADS_1


*Bruuusss...!


Hingga akhirnya sesuatu keluar dari gejolak air danau.


Xiang Yang melebarkan matanya saat melihat seekor ular naga dengan tubuh yang terbentuk dari petir.


"Benar-benar luar biasa, Jiwa Petir yang sudah memiliki bentuk, terlebih memiliki kesadaran spiritualnya sendiri, meskipun itu sangat tipis!" Senyum lebar menghiasi bibir pemuda itu, ia tidak menyangka akan melihat naga petir itu "Heheh, ini adalah hari keberuntungan ku, siapa sangka pecahan Jiwa Petir yang sebelumnya di taruh di tempat ini oleh Xiao Chong akan bisa berkembang sampai seperti ini.


Xiang Yang berpikir memang seharusnya seperti ini, karena jiwa petir itu diletakkan di dalam danau ini sekitar 100 ribu tahun lalu.


Memang dulu saat dalam masa pelariannya, Xiao Chong menyebarkan harta-harta berharga miliknya di berbagai tempat yang pernah dia kunjungi.


Dahulu Xiao Chong tinggal cukup lama di Benua Lingwu hingga ia bisa menyembunyikan banyak harta di berbagai tempat.


Yang Xiang Yang cari di Sekte Langit Ungu juga merupakan salah satu hal yang ditinggalkan oleh Xiao Chong.


"Roaaarrrhhh...!!" Jiwa Petir berbentuk naga itu meraung keras, mengeluarkan sambaran petir dari mulutnya.


Xiang Yang buru-buru melompat kesamping untuk menghindar.


Sambaran petir itu akhirnya mengenai tanah membuat ledakan keras hingga membentuk sebuah kawah besar.


"Heheh, dengan kultivasi ku saat ini memang tidak akan mampu menundukkan mu, namun aku memiliki senjata rahasia!" Xiang Yang menyeringai lalu mengeluarkan sebuah batu giok sebesar jempol kaki.


"Untung saja Xiao Chong meninggalkan sebuah segel di dalam Jiwa Petir ini, jika tidak maka aku tidak yakin dapat mengalahkannya dengan mudah!" Xiang Yang mengalirkan energi Qi pada giok ditangannya, mengaktifkan segel pada Jiwa Petir itu.


Seketika rantai-rantai keluar dari tubuh Jiwa Petir, membelenggu seluruh tubuhnya hingga tidak bisa bergerak.


Jiwa Petir terus meraung keras, terus meronta-ronta namun percuma saja, usahanya sia-sia.


Xiang Yang mengangkat batu giok ditangannya kearah Jiwa Petir. Sesaat kemudian, batu giok itu mengeluarkan rantai yang menarik Jiwa Petir itu masuk kedalam batu giok.


Batu giok itu kini mengeluarkan kilatan-kilatan petir setelah menyegel Jiwa Petir.


"Akhirnya aku mendapatkannya!" Xiang Yang tersenyum senang "Untuk sekarang aku terlalu lemah untuk menyerap Jiwa Petir ini, jadi aku akan menyerapnya nanti!"


Jiwa Petir bisa dibilang merupakan Inti Api namun dalam versi elemen petir.

__ADS_1


Jiwa Petir dapat di tanamkan di dalam tubuh seorang kultivator, membuat mereka dapat menggunakan kekuatan petir meskipun tidak memiliki akar spiritual petir.


Tidak seperti saat menyerap Inti Api Blazing-Frozen, yang mana meskipun kultivasi Xiang Yang sangat rendah namun karena energi di tubuhnya memiliki kecocokan, Xiang Yang bisa dengan mudah menyerap Inti Api Blazing-Frozen. Namun kali ini berbeda, meskipun Xiang Yang dapat menggunakan elemen petir dengan mengubah energi Yang, ia tidak yakin Jiwa Petir itu tidak akan melakukan perlawanan seperti saat menyerap Inti Api Blazing-Frozen.


"Sekarang tinggal mencari 4 pecahan Jiwa Petir lainnya!"


Xiang Yang menemukan dalam catatan Xiao Chong kalau sebenarnya Jiwa Petir itu sangat kuat, bahkan bisa dibilang lebih kuat dari pada Inti Api Blazing-Frozen milik Xiang Yang.


Xiao Chong tidak dapat menundukkan Jiwa Petir itu, bahkan terkadang kesulitan mengendalikannya karena itulah ia memecah Jiwa Petir itu menjadi 5 bagian.


Yang Xiang Yang dapatkan itu hanya salah satu dari 5 pecahannya, namun itu sudah sangat kuat.


Jika Xiang Yang dapat mengumpulkan ke-5 pecahan Jiwa Petir, kemudian menyatukannya lalu menyerapnya, itu pasti akan sangat luar biasa.


Memikirkannya membuat Xiang Yang semakin bersemangat.


Namun satu hal yang membuat Xiang Yang kurang yakin yaitu, Jiwa Petir sangatlah kuat, dahulu saja Jiwa Petir itu tidak bisa dikendalikan oleh Xiao Chong, apa lagi sekarang yang pecahannya sudah menjadi sangat kuat setelah 100 ribu tahun, jika kelima pecahannya disatukan kembali, akan seperti apa kekuatannya? Apakah Xiang Yang bisa menaklukkan Jiwa Petir itu?


"Sudahlah, tidak perlu memikirkan hal itu untuk saat ini, aku akan langsung menuju ke tempat selanjutnya!"


Xiang Yang pun keluar dari dalam goa itu.


***


Setelah keluar dari goa di balik air terjun, Xiang Yang kembali melesat kearah selatan.


Xiang Yang masuk kedalam hutan, namun tidak ada Spirit Beast disana, hanya ada beberapa hewan buas yang bahkan tidak berani mendekati Xiang Yang.


Keesokan harinya, hampir sore hari, Xiang Yang masih terus bergerak, ia sama sekali tidak istirahat karena ia sebentar lagi akan sampai di tempat yang ia tuju.


Xiang Yang tiba-tiba menghentikan langkah, ia melihat kesamping dimana beberapa ratus meter di arah kanan terdapat sebuah sungai dengan arus deras.


Namun bukan itu yang menjadi perhatian Xiang Yang, melainkan sosok tubuh yang hanyut di tengah derasnya air sungai.


Kening Xiang Yang mengernyit karena ia seperti mengenal orang itu dari rambut coklatnya.


"Dia..."

__ADS_1


__ADS_2