Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.150 - Kebencian Ming Tu


__ADS_3

Pandangan Yuan Ran beralih menatap dua pria di samping Jenderal Wang.


"Siapa mereka Jenderal Wang?"


"Oh, mereka adalah dua alkemis hebat yang saya temui di perjalanan, kedua tuan ini bersedia untuk mencoba menyembuhkan Yang Mulia Kaisar!"


Yuan Ran menyerjap beberapa kali, menatap wajah kedua pria itu yang tertutupi topeng putih dan hitam.


"Apakah kau yakin mereka bisa menyembuhkan Yang Mulia Kaisar?" Yuan Ran memastikan.


"Saya tidak bisa menjaminnya Yang Mulia, namun tidak ada salahnya untuk mencoba!" ucap Wang Duo dengan sopan.


Entah kenapa Yuan Ran memiliki firasat buruk tentang hal ini, namun ia juga tidak mungkin menolak permintaan Wang Duo, karena bisa saja timbul kecurigaan nantinya.


Namun setelah berpikir jika Kaisar Ming Qin tidak mungkin bisa disembuhkan karena racun di tubuh sang kaisar sudah benar-benar menyatu dengan darah dan daging, akhirnya Yuan Ran pun mengijinkan.


"Baiklah, memang benar tidak ada salahnya mencoba!" Yuan Ran tersenyum ramah "Mari Tuan Alkemis, silahkan ikuti saya!"


Kedua alkemis bertopeng mengangguk pelan sebelum berjalan mengikuti Yuan Ran bersama Jenderal Wang.


***


Setibanya di kamar Kaisar Ming Qin.


Ekspresi Yuan Ran berubah sendu ketika melihat sang suami berbaring lemah di atas ranjang.


Tentu itu hanyalah sebuah topeng untuk menyembunyikan wajah busuknya.


Sekarang terdapat 6 orang di dalam kamar tersebut, yaitu Kaisar Ming Qin, Yuan Ran, Wang Duo, 2 alkemis bertopeng dan tentunya Ming Xue juga berada disana.


Gadis itu cukup penasaran dengan siapa alkemis yang datang untuk menyembuhkan ayahnya.

__ADS_1


Meskipun Ming Xue berpikir kalau kemungkinan ada alkemis yang dapat menyembuhkan ayahnya sangatlah kecil, entah kenapa ia sekarang tertarik untuk melihat.


Ming Xue menatap salah satu alkemis bertopeng, entah kenapa melihat postur tubuhnya, ia merasa seperti mengenal alkemis itu. Setelah beberapa saat menatap wajah salah satu alkemis yang tertutup topeng putih, entah kenapa bayangan wajah seorang pria muncul dibenak Ming Xue.


"Apakah dia Xiang Yang?" gumam Ming Xue dalam hati.


"Silahkan Tuan Alkemis, semoga anda bisa menyembuhkan suami ku, aku benar-benar tidak tega melihatnya menderita selama bertahun-tahun ini!" Yuan Ran mengusap air mata yang mengalir keluar membasahi pipi.


"Yang Mulia Permaisuri tenang saja, kami akan berusaha sebisa mungkin!" Alkemis topeng putih bersuara dengan suara sedikit serak seperti suara pria paruh baya.


Mendengar suara alkemis topeng putih membuat Ming Xue berhenti berpikir jika dia adalah Xiang Yang, karena suara Xiang Yang tidak seperti itu.


Alkemis topeng putih duduk berlutut di samping ranjang Kaisar Ming Qin, memegang pergelangan tangan, lalu mengalirkan kekuatan jiwanya untuk memeriksa kondisi tubuh Kaisar Ming Qin.


"Kondisinya sungguh buruk, racun sudah menyebar keseluruh tubuhnya! karena Yang Mulia Kaisar terkena racun sangat lama, racun itu jadi menyatu dengan darah dan dagingnya!" Alkemis topeng putih terdengar menghela nafas.


"Apakah..suami ku tidak memiliki kemungkinan untuk disembuhkan!" Yuan Ran terlihat sangat khawatir.


Yuan Ran masih diam dengan wajah khawatir, namun sebenarnya dia sedang berpikir keras.


Bagaimana ini? Bagaimana jika alkemis misterius ini dapat menyembuhkan lelaki sekarat ini? Semua yang ku usahakan selama ini akan hancur.


Yuan Ran masih tidak menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya ini, terlebih sekarang ada Jenderal Wang membuatnya tidak bisa membuka sedikit topengnya. Bisa-bisa Jenderal Wang curiga dan malah akan berakibat buruk untuknya.


"Maaf Yang Mulia Permaisuri, kedua alkemis ini adalah alkemis yang hebat, mereka tidak akan menyakiti Yang Mulia Kaisar, aku bisa menjamin hal itu! Jadi Yang Mulia Permaisuri bisa tenang!"


Yuan Ran menoleh kearah Wang Duo "Sial, orang ini malah mengatakan hal yang membuat ku tidak lagi berkutik!" gumam Yuan Ran dalam hati.


Yuan Ran menghela nafas "Baiklah, aku berharap kalian bisa menyembuhkan suami ku! Jika suami ku bisa sembuh maka akan ku kabulkan segala keinginan kalian, itu pun jika berada dalam kemampuan ku!"


Wang Duo selalu memperhatikan ekspresi Yuan Ran. Ia berpikir tidak mungkin Yuan Ran melakukan hal sekeji itu karena ekspresinya terlihat nyata.

__ADS_1


"Ayo kita keluar Xue'er!"


"Baik Bu!"


Yuan Ran dan Ming Xue pun berjalan keluar dari kamar itu, diikuti oleh Wang Duo.


Kini yang tersisa di dalam kamar hanya dua alkemis dan Kaisar Ming Qin.


Kedua alkemis itu membuka topeng mereka, membuat wajah mereka kini bisa dilihat dengan jelas.


"Apa kau benar-benar bisa menyembuhkan pak tua ini, Saudara Xiang Yang?" Ming Tu tidak memanggil Kaisar Ming Qin dengan sebutan ayah karena sudah benar-benar sakit hati padanya.


Setelah diusir keluar dari Istana Kekaisaran, Ji Lan yang merupakan ibu Ming Tu sering sekali menangis, meskipun ibunya menangis didalam kamar, namun Ming Tu selalu mengetahuinya. Hal itu membuat Ming Tu semakin membenci ayahnya hingga ia tidak lagi sudi untuk memanggilnya ayah.


Ming Tu mengetahui bagaimana rasa cinta ibunya pada ayahnya, Ming Tu mengetahui seberapa besar rasa sayang ibunya pada ayahnya, Ming Tu juga mengetahui rasa sakit hati ibunya pada ayahnya saat mereka dituduh melakukan hal yang sangat keji hingga diusir keluar dari Istana Kekaisaran.


Xiang Yang masih bisa merasakan kalau Yuan Ran, Ming Xue dan Wang Duo sedang menunggu tepat dibalik pintu. Ia pun membuat sebuah lapisan energi yang menutupi seluruh ruangan, membuat ruangan ini kedap suara.


"Menyembuhkannya Kaisar Ming Qin akan sangat sulit, karena racun di tubuhnya sudah menyatu dengan darah dan daging!" Xiang Yang agak bingung kenapa dengan kondisi seperti ini, Kaisar Ming Qin masih bisa bertahan selama beberapa tahun.


Menurut Xiang Yang, seharusnya Kaisar Ming Qin mati dari 1 tahun yang lalu.


"Akan lebih bagus jika pak tua ini mati saja, namun tidak untuk saat ini, dia harus meminta maaf pada ibu ku terlebih dahulu!" Ming Tu menatap dingin Kaisar Ming Qin yang terbaring lemah di atas ranjang.


Sama sekali tidak ada rasa kasihan di mata Ming Tu meskipun yang sekarat itu adalah ayahnya.


Xiang Yang tidak menanggapi perkataan Ming Tu. Mungkin orang lain akan mengatakan 'Setidaknya kau harus bersyukur karena masih memiliki orang tua'.


Namun Xiang Yang paham kalau terkadang ada kalanya orang tua tidak pantas mendapatkan rasa syukur dari anaknya atas keberadaannya. Ada banyak orang tua busuk diluar sana yang lebih pantas untuk mati dari pada dibiarkan tetap hidup.


Tidak semua orang tua itu baik.

__ADS_1


__ADS_2