Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.264 - Sekte Bintang Suci


__ADS_3

Benua Chenwu sangatlah luas, dibagi menjadi 9 wilayah besar yang disebut provinsi. Di setiap provinsi memiliki 1 sekte raksasa yang berkuasa.


Saat ini di Provinsi Tanah Herbal, lebih tepatnya Sekte Bintang Suci yang menjadi penguasa Provinsi Tanah Herbal, kediaman Ketua Sekte pada area taman yang terdapat sebuah gazebo sederhana.


Terlihat di gazebo itu terlihat dua wanita yang memiliki paras cantik bagaikan Dewi surgawi, duduk berhadapan dengan meja bundar sebagai pembatas.


Kedua wanita cantik itu adalah tokoh terkenal di Benua Chenwu ini.


Yun Nuwa, Ketua Sekte Pulau Awan, dikenal sebagai Dewi Bulan Purnama, diakui oleh seluruh kultivator Benua Chenwu sebagai kultivator wanita terkuat.


Sementara satu wanita lagi adalah Xiao Chang, Ketua Sekte Bintang Suci, dikenal sebagai Dewi Pil Mahayana. Seperti julukannya, Xiao Chang adalah seorang alkemis, alkemis terbaik di Benua Chenwu.


"Rasanya sudah sangat lama kita tidak bertemu, Kakak Senior!" ucap Xiao Chang sambil tersenyum.


"Bukan rasanya saja, tapi memang sudah beberapa tahun ini kita tidak bertemu karena sibuk!" Yun Nuwa menyeruput segelas teh diatas meja "Terlebih kau sering kali pergi keluar untuk mencari letak dimensi kecil itu!"


Xiao Chang tersenyum pahit, mengingat bagaimana suami dan anaknya yang sudah dia tinggalkan 20 tahun lalu.


Mengingat masa-masanya bersama suaminya, terlebih putranya yang hanya dia temani selama beberapa bulan, membuat kerinduan Xiao Chang semakin besar.


"Bayangkan saja Kaka Senior, sudah 20 tahun aku tidak bertemu keluarga ku, jadi aku sangat merindukan mereka!" Xiao Chang menghela nafas pelan.


"Penantian mu yang hanya 20 tahun tidak ada apa-apanya dengan penantian ku yang sudah ratusan tahun!"


Perkataan Yun Nuwa membuat Xiao Chang tersenyum kecut, tentu saja dia mengetahui kalau Yun Nuwa sedang mencari atau menunggu seseorang yang dia cintai.


"Lagi pula siapa pria itu sampai bisa membuat mu tergila-gila, Kakak Senior? Selama ini kita bersama, kau bahkan tidak pernah menyebut nama pria itu pada ku. Aku jadi berpikir kalau kau hanya pernah bermimpi bertemu seorang pria dan mencintainya, tapi kau malah menganggap itu nyata!"


"Entahlah, mungkin itu memang bisa disebut sebagai mimpi!" Yun Nuwa kembali menyeruput tehnya "Tapi itu adalah suatu hal yang nyata pernah terjadi!"


"Jika kabar tentang sang Dewi Bulan Purnama jatuh cinta pada seorang pria tersebar, pasti akan sangat menghebohkan Benua Chenwu!"


"Bukankah akan lebih menghebohkan Benua Chenwu jika kabar tentang sang Dewi Pil Mahayana yang telah menikah, bahkan memiliki dua anak tersebar?" Yun Nuwa menaikkan alisnya, menatap Xiao Chang dengan senyum tipis.


"Ahahaha." Xiao Chang tertawa kecil.


Keduanya terus melanjutkan obrolan santai hingga beberapa menit kemudian.


"Ibu.. ibu...!"


Terdengar suara seorang gadis yang memanggil ibunya.


Xiao Chang dan Yun Nuwa menoleh ke sumber suara, melihat seorang gadis cantik berusia sekitar 18 tahun, terbang kearah mereka.


Gadis itu mendarat tidak jauh dari gazebo lalu menghampiri mereka berdua.


"Ada apa An'er?" Xiao Chang menatap putrinya yang bernama Xiang Yian.


(Namanya di baca Xiang Yi An ya, cuman biar lebih simpel, Author menulisnya Xiang Yian)

__ADS_1


Ya, Xiang Yian adalah anak kedua Xiao Chang setelah Xiang Yang.


Saat Xiao Chang terlempar keluar dari dimensi kecil sebelumnya, ternyata dia sedang hamil anak keduanya.


Xiang Yian tidak lekas menjawab pertanyaan ibunya, dia terlebih dahulu menangkupkan tangannya.


"Salam bibi Nuwa!"


"An'er, bukankah sudah ku bilang untuk tidak memanggil ku bibi?" Yun Nuwa secara samar menatap tajam Xiang Yian.


"Tapi kan bibi Nuwa adalah seniornya ibu, jadi aku sebagai anaknya ibu sudah seharusnya memanggil bibi. Lagi pula bibi Nuwa sudah berusia ratusan tahun, mungkin seharusnya ku panggil nen.. adu du duh! Bibi Nuwa.. sakit!"


Belum saja Xiang Yian menyelesaikan kalimatnya, Yun Nuwa muncul di samping gadis itu lalu menjewer telinganya.


"Masih ingin memanggil ku bibi?" Yun Nuwa menarik telinga Xiang Yian lebih keras.


"Iya iya iya! Tidak akan ku panggil bibi lagi!" Xiang Yian dengan cepat menjawab.


Yun Nuwa pun melepas telinga Xiang Yian, lalu duduk di tempatnya semula.


Xiang Yian mengelus telinganya yang merah dengan bibir manyun, sementara Xiao Chang terkekeh kecil.


"Lalu aku harus memanggil.. e.. apa?" Xiang Yian kesulitan menyusun kalimatnya.


"Apa saja, asalkan jangan panggil aku bibi!" jawab Yun Nuwa.


"Nenek?" Xiang Yian memiringkan kepalanya.


"Baiklah baiklah, kalau begitu ku panggil Senior Nuwa saja!" setelah mengatakan itu, Xiang Yian menoleh kearah ibunya.


"Ibu!"


"Ya?"


"Ibu pernah bilang kalau ayah ku bernama Xiang Han kan?"


"Benar."


"Aku juga memiliki seorang kakak bernama Xiang Yang?"


Xiao Chang mengangguk, dia tidak tau kenapa putrinya bertanya demikian.


"Apakah wajah ayah ku seperti ini?" Xiang Yian mengeluarkan selembar poster lalu memberikan pada Xiao Chang.


Xiao Chang mengambil lalu melihat poster tersebut. Matanya seketika melebar saat melihat gambar seorang pria pada poster itu


Dia tentu saja sangat mengenal pria itu, pria yang selama ini dia cari, pria itu adalah suaminya, Xiang Han.


Ingatan masa lalu seketika muncul di benak Xiao Chang, tangannya membela wajah pada poster tersebut.

__ADS_1


"Xiao Han!" gumam Xiao Chang dengan lirih.


"Oh ya, ada satu lagi!" Xiang Yian kembali mengeluarkan selembar poster yang terdapat gambar wajah seorang pemuda.


Saat mengambil dan melihat poster itu, Xiao Chang menutup mulutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Meskipun ini pertama kalinya dia melihat wajah pemuda itu, namun melihat mata dan bibir yang mirip dengan miliknya, serta postur wajah yang mirip dengan Xiang Han membuatnya yakin kalau pemuda dalam gambar itu adalah putranya yang sudah 20 tahun dia tinggali.


Sungguh, Xiao Chang merasa bahagia sekaligus haru bisa melihat wajah putranya yang kini sudah dewasa.


"Yang'er." Xiao Chang mengelus wajah Xiang Yang dalam poster tersebut, dengan air mata yang mengalir.


"Jadi.. ibu, apakah itu benar-benar ayah dan kakak ku?" melihat reaksi ibunya, Xiang Yian seharusnya bisa menebak.


Namun dia masih butuh kepastian.


Xiao Chang mengangguk lalu menoleh kearah putrinya "Dari mana kau mendapatkan dua gambar ini, An'er?"


"Itu.. ibu baca saja tulisan dibawah gambar itu!"


Xiao Chang pun kembali melihat kedua poster itu, dimana dibawah gambar itu terdapat tulisan.


Xiao Chang mengerutkan keningnya saat membaca tulisan tersebut.


Disana tertulis nama Xiang Han dan Xiang Yang, dimana keduanya dicari oleh Ketua Sekte Ular Neraka. Siapa saja yang bisa menemukan atau membawa Xiang Yang dan Xiang Han ke Sekte Ular Neraka, maka akan mendapatkan hadiah besar dari Ketua Sekte Ular Neraka.


"Boleh ku lihat, Junior Chang?" ucap Yun Nuwa.


Xiao Chang pun memberikannya pada Yun Nuwa.


"Kenapa Ketua Sekte Ular Neraka mengincar Xiao Han dan Yang'er?" gumam Xiao Chang.


Yun Nuwa juga memiliki banyak pertanyaan setelah membaca poster tersebut.


"Bukankah kau bilang jika suami dan anak mu berada di sebuah dimensi kecil? Bagaimana bisa mereka berdua menjadi incaran Ketua Sekte Ular Neraka?" tanya Yun Nuwa.


"Aku juga tidak tau, apakah mungkin mereka berdua sebenarnya sudah keluar dari dimensi kecil lalu secara tidak sengaja menyinggung Ketua Sekte Ular Neraka, membuat mereka menjadi buronan!"


Memikirkan hal itu membuat Xiao Chang marah, bagaimana mungkin dia akan diam saja disaat suami dan anaknya diincar oleh sekte raksasa seperti Sekte Ular Neraka.


"Benar juga. Sekarang Ketua Sekte Ular Neraka sudah berganti, karena Ketua Sekte sebelumnya telah dibunuh oleh Ketua Sekte saat ini! Aku mendengar jika Ketua Sekte Ular Neraka saat ini menyebut dirinya Ratu Medusa!" ucap Yun Nuwa.


"Aku tidak peduli entah siapapun itu, jika dia berani menyakiti keluarga ku, tidak akan ku biarkan begitu saja! Aku akan membuat perhitungan dengan si Ratu Medusa ini!" emosi Xiao Chang melonjak, bahkan auranya sedikit keluar.


"Jangan terlalu gegabah Saudari Junior, Ratu Medusa dapat membunuh Ketua Sekte Ular Neraka yang sudah puluhan tahun berada ditingkat Mahayana, kau yang baru menerobos ketingkat Mahayana tidak mungkin bisa mengalahkannya!...


Terlebih dengan diri mu memasuki wilayah kekuasaan Sekte Ular Neraka tanpa ijin, itu bisa membuat peperangan!"


"Aku tidak peduli, aku sendiri yang akan datang ke Sekte Ular Neraka untuk meminta penjelasan dari si Ratu Medusa itu!"

__ADS_1


Bagaimanakah pertemuan antara Xiao Chang dan Ratu Medusa nantinya?


\=\=\=\=


__ADS_2