
Matahari sudah terlihat akan tenggelam, cahaya oranye menghiasi langit di ujung barat.
Anggota Sekte Gunung Api masih dalam kondisi pemulihan, para kultivator Sky Spiritual kebawah bertugas membersihkan bekas-bekas kekacauan semalam, seperti mengubur mayat dan membersihkan puing-puing bangunan yang hancur.
Lebih dari setengah anggota Sekte Gunung Api terbunuh dalam insiden malam berdarah semalam. Sungguh tidak mereka sangka, yang melakukan semua ini hanya 2 kultivator Gold Core yang tidak mereka ketahui berasal dari mana.
Entah apa rencana 2 orang itu hingga membuat kekacauan besar seperti ini sebelum melarikan diri tanpa jejak.
Memang semua ini terjadi juga karena kelengahan mereka yang berpikir tidak akan terjadi serangan dari pihak lain.
Sekarang mereka sedang dalam kondisi siaga penuh, tidak ada yang boleh memasuki wilayah Kota Langit Ungu, semua anggota yang ditugaskan berjaga diluar kota, kini telah ditarik kembali.
Dinding yang melingkari kota, kini terlihat berdiri para kultivator Sky Spiritual sampai Silver Core yang mengawasi sekitar kota, memastikan tidak ada orang yang mendekat.
Semua kultivator Gold Core yang kini hanya berjumlah tidak lebih dari 20 orang, sedang melakukan pemulihan luka yang mereka alami dari menahan serangan Xiang Yang dan Han Shizu.
Tentu mereka tidak akan sembuh hanya dalam waktu 1 hari saja, terlebih untuk para kultivator Gold Core yang mendapatkan luka parah semalam, mungkin akan membutuhkan waktu paling lama 1 minggu untuk pulih sepenuhnya.
***
Gerbang Kota Langit Ungu bagian barat.
Beberapa orang saat ini berdiri diatas dinding gerbang kota bagian barat, mengawasi area sekitar kota.
"Hai, lihat itu!" salah satu dari mereka menunjuk kearah barat, dimana matahari sekarang hampir terbenam, memancarkan cahaya oranye yang indah.
*Buk!
Kepala orang itu malah dipukul oleh rekannya.
"Bodoh! Apa kau pikir kita berada disini untuk melihat matahari terbenam? Apa kau melupakan kejadian semalam!"
*Buk!
Orang itu membalas pukulan rekannya.
"Kaulah yang bodoh! Lihatlah dengan baik! Buka mata mu!" orang itu menunjuk kembali kearah barat.
__ADS_1
Rekannya pun menyipitkan mata, menajamkan pengelihatannya. Memang karena cahaya matahari yang akan terbenam, agak sulit untuk melihat arah yang ditunjukkan.
Hingga sesaat kemudian, rekannya dapat melihat titik-titik hitam yang bergerombol dari kejauhan.
Beberapa saat berlalu, ia pun bisa melihat dengan samar kalau itu adalah sekelompok orang yang memegang senjata masing-masing, terlihat jelas ingin melakukan penyerangan.
"ADA SERANGAN!" Rekannya berteriak, membuat yang lainnya juga secara refleks menoleh kearah barat.
"Segera laporkan pada para Tetua!"
"Baik!"
Salah satu dari mereka segera pergi menuju Sekte Langit Ungu untuk melaporkan hal ini.
***
Tetua Shu Chi Man sekarang sedang berada di kamarnya, masih dalam proses pemulihan.
Ia terlebih dahulu memulihkan tubuhnya yang terluka parah kemarin setelah menahan serangan dua penyusup.
Bisa dilihat tangannya sudah sembuh, dan sekarang dia ingin memulihkan energi Qi, namun tiba-tiba pintu ruangan di ketuk membuat urat kemarahan mencuat muncul di kening Tetua Shu Chi Man.
Pintu pun dibuka, memperlihatkan seorang pria yang langsung berlutut sambil menangkupkan tangannya.
"Mohon maaf mengganggu waktu anda Tetua, tapi saya membawa kabar genting!"
"Kabar apa? Jika itu kabar tidak berguna maka akan ku bunuh kau!" Tetua Shu Chi Man menatap tajam pria itu.
"Ada serangan Tetua! Saya melihat di arah barat ada sekelompok orang membawa senjata, tidak diragukan lagi mereka datang untuk menyerang kita!"
"Apa?!" Tetua Shu Chi Man merapatkan giginya dengan tangan mengepal erat.
"Sialan, padahal aku masih belum pulih total setelah pertarungan kemarin dan sekarang ada serangan lagi!" gumam Tetua Shu Chi Man kemudian bertanya "Ada berapa jumlah mereka dan tingkat kultivasi mereka?"
"Untuk jumlah saya memperkirakan ada sekitar 200 orang sedangkan untuk kultivasi, saya tidak tau pasti karena jarak mereka saat itu terlalu jauh untuk memeriksa kultivasi mereka!"
"Hanya 200 orang?! Mereka berani datang dalam jumlah kecil seperti itu untuk menyatakan perang, kemungkinan mereka memiliki kultivasi tinggi!" gumam Tetua Shu Chi Man.
__ADS_1
"Huh! Kumpulkan semua anggota yang masih bisa bertarung sekarang! Panggil juga saudara ku dan Tetua Xian Ying! Aku sedang marah, mereka bisa menjadi samsak tinju ku untuk melampiaskan kemarahan!" Tetua Shu Chi Man keluar dari ruangannya.
"Siap laksanakan Tetua!" Pria itu pun pergi menjalankan perintah Tetua Shu Chi Man.
....
Sekitar 10 menit berlalu, matahari sudah tidak terlihat lagi diujung barat, hanya terlihat kemilau warna oranye yang hampir menghilang.
Kini semua anggota Sekte Gunung Api yang masih bisa bertarung telah dikumpulkan disebuah lapangan luas, bisa dilihat mereka berjumlah tidak lebih dari 1000 orang.
Tetua Xian Ying, Tetua Shu Qi Man dan Tetua Shu Chi Man melayang beberapa meter dihadapan semua pasukannya.
Tetua Xian Ying pun memulai pidatonya dengan ekspresi marah, jelas sekali karena merasa sangat terganggu dengan datangnya penyerang yang tidak jelas berasal dari mana.
Baru saja Tetua Xian Ying menyelesaikan pidatonya dan berniat memerintahkan anggota sektenya untuk menuju gerbang barat kota, tiba-tiba seorang pria datang.
"Maaf Tetua, saya membawa kabar penting!" Pria itu berlutut sambil menangkupkan tangannya "Bagian selatan Kota Langit Ungu sudah diserang, banyak ledakan terjadi disana, sepertinya pertarungan sedang berlangsung!"
Laporan pria itu membuat suasana hati 3 tetua semakin panas.
"Saya tidak tau pasti siapa dan berapa jumlah yang menyerang, karena setelah melihat ledakan terjadi, saya datang kemari untuk melaporkan!" lanjut pria itu.
Baru saja Tetua Xian Ying akan menanggapi laporan pria itu, pria lainnya datang berlutut sambil menangkupkan tangan.
"Maaf para Tetua, saya membawa laporan penting! Bagian utara Kota terjadi banyak ledakan, pasti ada yang melakukan penyerangan disana, saya tidak tau pasti berapa jumlahnya, tapi sepertinya semua pasukan penjaga bagian utara telah habis dibunuh!"
Kepala dan hati ketiga tetua semakin panas, setelah pertarungan kemarin, kini mereka diserang dari 3 arah yang berbeda.
Tetua Xian Ying melayang semakin tinggi, melihat kearah barat, selatan dan utara Kota Langit Ungu.
Dari jarak sejauh itu, ia tidak bisa melihat dengan jelas, namun ia masih bisa melihat kepulan asap yang disebabkan oleh ledakan.
Setelah melihat sekilas kondisi di kota, Tetua Xian Ying melayang turun hingga sejajar dengan dua tetua kembar, Shu Qi Man dan Shu Chi Man.
"Bagi semua anggota menjadi 3 pasukan! Aku akan memimpin pasukan untuk melawan penyerang bagian utara, Tetua Shu Qi Man memimpin pasukan untuk melawan penyerang bagian barat sedangkan Tetua Shu Chi Man akan mengurus sisanya!" Tetua Xian Ying langsung mengambil keputusan yang disetujui oleh semuanya.
"Baiklah! Semuanya bergerak sekarang!" 3 Tetua pun terpecah ke 3 arah yang berbeda, diikuti oleh pasukan yang mereka pimpin masing-masing.
__ADS_1
Mereka tidak sadar jika sekarang mereka telah masuk kedalam perangkap Xiang Yang, yang membuat semua pasukan mereka terpisah ke 3 arah yang berbeda.