Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.77 - Ibu Kota Kekaisaran Han


__ADS_3

Setelah selesai menghabiskan malam di kamar pribadi Tangan Hantu, Xiang Yang dan Cai'er keluar dari makam itu.


Cai'er tersenyum lebar, memeluk lengan Xiang Yang dengan erat, sangat erat sampai Xiang Yang dapat merasakan sensasi lembut dada Cai'er.


"Turnamen Kekaisaran Han akan dilaksanakan 1 bulan lagi, apakah kita akan langsung menuju kesana Cai'er?"


"Ya, lagi pula kita tidak memiliki urusan lain, jadi tidak ada salahnya untuk tiba disana lebih cepat!" jawab Cai'er.


Mereka berdua pun segera melesat menuju Ibu Kota Kekaisaran Han.


Dalam perjalanan, Xiang Yang dan Cai'er hanya singgah di dua kota saja sebelum akhirnya tiba di Ibu Kota Kekaisaran Han.


Dalam 2 hari perjalanan, mereka sama sekali tidak mendapatkan hambatan yang berarti. Memang ada beberapa orang tolol yang berniat merampok Xiang Yang dan Cai'er, namun akhirnya orang-orang tolol itu habis di bunuh dengan sangat brutal.


Seperti biasa, keberadaan Cai'er cukup menarik banyak perhatian, namun semua perhatian itu diabaikan oleh Xiang Yang dan Cai'er.


Banyak yang menatap mereka berdua dengan kagum, namun tidak sedikit pula yang menatap dengan tatapan tertentu.


Jika saja bukan karena keberadaan Xiang Yang, seisi kota ini sudah di porak-porandakan oleh Cai'er.


Xiang Yang dan Cai'er berkeliling Ibu Kota, membeli berbagai macam makanan pinggir jalan.


Sungguh ini merupakan pengalaman menyenangkan Cai'er memakan makanan yang dijual dipinggir jalan. Sebelumnya ia hanya makan makanan yang disiapkan oleh para pelayannya saja.


Setelah puas membeli makanan, Cai'er dan Xiang Yang beralih ke toko pakaian, membeli berbagai macam pakaian.


Senyum manis di wajah Cai'er tidak pernah menghilang, ia benar-benar senang dapat menghabiskan waktu bersama suami tercintanya.


Tidak ada hal yang ingin Cai'er lakukan saat ini selain kebersamaannya dengan Xiang Yang. Kultivasi Cai'er sudah mentok, ia juga tidak bisa meningkatkan tingkat alkemisnya. Sama seperti Xiang Yang yang kultivasinya sudah mentok, meskipun ia masih bisa meningkatkan tingkat alkemisnya, namun ia juga ingin menghabiskan waktu bersama Cai'er untuk saat ini, tidak ingin memikirkan hal-hal merepotkan lainnya.


Hingga malam pun datang, barulah mereka berdua pergi untuk mencari penginapan.


Karena Xiang Yang dan Cai'er baru pertama kali berada di Ibu kota, jadi mereka tidak familiar dengan jalan, hingga mereka berdua tersesat dan sekarang berada di gang sepi.


Meskipun tersesat, Cai'er masih setia dengan senyum manis sambil memeluk erat lengan Xiang Yang.

__ADS_1


Hingga mereka berdua berbelok di sebuah persimpangan gang, mereka berdua menghentikan langkah karena melihat suatu kejadian didepan mereka.


Seseorang yang berpakaian serba hitam dengan penutup mulut serta bertopi bambu berbentuk piring. Meskipun menutup wajahnya, namun dilihat dari bentuk tubuhnya, orang itu adalah wanita.


Wanita itu menusuk jantung seorang pria kekar berpakaian coklat dengan baju tanpa lengan. Pria itu terlihat sudah tidak bernyawa.


Mengetahui ada orang yang melihatnya, wanita itu segera melesat pergi.


"Hei Tunggu!" Xiang Yang melesat mengejar wanita itu.


"Xiao Yang!" Cai'er yang ditinggali begitu saja, merasa kesal dan akhirnya mengejar Xiang Yang.


Xiang Yang melesat dengan kecepatan tinggi mengejar wanita itu.


"Dia sangat cepat!" Xiang Yang merasa sulit percaya ada kultivator di dimensi kecil ini yang mampu menyainginya dalam hal kecepatan.


Wanita itu berlari cepat diatas atap rumah, melompat dari satu atap ke atap lainnya.


"Jangan pikir bisa lari terus-terusan!" Xiang Yang menggunakan teknik Nafas Naga, memperkuat kekuatan pada kakinya hingga kecepatannya meningkat pesat.


Wanita itu juga melompat sambil membalik badan, mengeluarkan senjata belatinya.


Tangan Xiang Yang menepis topi bambu berbentuk piring wanita itu hingga terpental, membuat rambut coklat panjang wanita itu berkibar.


Wanita itu menebaskan belatinya, namun dapat dihindari oleh Xiang Yang dengan mudah. Xiang Yang memberikan serangan balasan.


Wanita itu menghindar, tapi penutup mulutnya terkena serangan Xiang Yang hingga wajahnya terlihat sepenuhnya.


Wajah cantik jelita dengan kulit yang tidak terlalu putih, mata coklat yang terlihat sangat indah.


Xiang Yang sempat tertegun sejenak namun ia cepat mendapatkan kembali fokusnya, menyambar tangan wanita itu, membuat mereka berdua jatuh ke bawah.


Xiang Yang menindih wanita itu, mengunci kedua lengan wanita itu dengan tangannya.


Wanita itu mendelik tajam Xiang Yang, namun tidak mengatakan apa-apa, mulutnya masih tertutup rapat.

__ADS_1


"Hah, jelaskan dulu kenapa kau membunuh tadi! Jika tidak maka tidak akan ku lepaskan!" balas Xiang Yang.


Wanita itu terus meronta-ronta, namun Xiang Yang terlalu kuat.


Xiang Yang berniat kembali mengatakan sesuatu sebelum sebuah pukulan keras menghantam pipi kanannya hingga ia terpental menabrak dinding bangunan.


"Xiao Yang, apa kau berniat mengejar wanita itu hanya untuk hal ini?!" Cai'er mendelik dengan wajah garang.


Setelah mengejar Xiang Yang cukup lama hingga akhirnya ia menemukannya, malah suaminya sedang menindih wanita lain. Bagaimana mungkin ia tidak marah.


Xiang Yang mengelus pipinya yang merah "Kau salah paham Cai'er, tadi aku hanya menangkapnya, tidak berniat melakukan hal yang aneh-aneh!"


Xiang Yang melihat kearah wanita itu berada sebelumnya, dan ia tidak menemukannya, wanita itu telah menghilang.


"Lihatlah Cai'er, wanita itu sekarang sudah pergi kabur!"


Cai'er tidak menghiraukan perkataan Xiang Yang, wajahnya masih terlihat garang, berjalan dengan langkah lebar kearah suaminya itu.


Tangan Cai'er langsung mengarah ke telinga Xiang Yang lalu menariknya "Aku tidak peduli dengan wanita itu dan apa yang telah dia lakukan! Sekarang ayo kita cari penginapan!"


"Adododoh! Cai'er, lepaskan telinga ku, akan memalukan jika dilihat oleh banyak orang!" Xiang Yang menepis pelan tangan Cai'er yang menarik telinganya.


"Apa kau bilang? Ingin melawan hah?!" wajah Cai'er terlihat semakin garang membuat nyali Xiang Yang ciut.


Cai'er menarik telinga Xiang Yang semakin keras membuat pemuda itu semakin kesakitan "Jangan melawan atau telinga mu bisa putus! Ini hukuman untuk mu!"


"Iya iya iya! Tapi jangan menarik telinga ku terlalu keras atau itu akan putus!" Xiang Yang pun memasrahkan telinganya dijewer.


Ia tidak berani melawan atau mungkin saja sifat psikopatnya Cai'er akan bangkit dan malah membuatnya semakin menderita.


Cai'er terus menarik telinga Xiang Yang hingga mereka keluar dari gang-gang sepi itu, menemukan keramaian warga di tengah malam.


Banyak orang yang tertawa melihat Xiang Yang di jewer.


Cai'er hanya mengabaikan tatapan orang-orang itu, sementara Xiang Yang hanya pasrah mengikuti langkah Cai'er.

__ADS_1


__ADS_2