Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.59 - Merampok


__ADS_3

"Sebenarnya..." Xiang Du pun mulai menceritakan apa yang terjadi di tambang kristal Qi sebagaimana Xiang Yang menceritakan hal itu padanya.


Setelah mendengar cerita itu, Patriak dan para tetua sontak memasang ekspresi terkejut, jelas sulit untuk percaya.


Bagaimana mungkin hanya dengan Xiang Zu dan 2 temannya itu bisa merebut kembali tambang? Namun kristal Qi ditangan Xiang Du sudah menjadi bukti.


Yang paling terkejut atas cerita itu adalah Xiang Zan sang Tetua Ke-2 yang merupakan ayah Xiang Zu.


Tentu jika berita itu memang benar maka ia akan merasa sangat bangga, namun jelas itu sulit dipercaya bahkan untuk dirinya.


Ia memang tidak tau bagaimana perkembangan kekuatan putranya itu semenjak 2 bulan terakhir, namun yang jelas tidak mungkin dari tingkat Body Tempering tahap 5 akhir mampu naik ketingkat True Fondation tahap 5 akhir dalam waktu 2 bulan.


"Yang'er, apakah hal itu memang benar? Lalu dimana Xiang Zu dan lainnya saat ini?" tanya Xiang Zun.


"Aku tidak mungkin membohongi Patriak dan para tetua tentang hal ini, dan untuk Xiang Zu dan lainnya sekarang masih berada di tambang! Mereka mendapatkan luka setelah pertarungan dan aku ingin kembali membawa kabar ini, namun aku pergi duluan sebab akan memakan waktu lama untuk tiba di sini jika mereka ikut dalam keadaan terluka!" jawab Xiang Yang.


Patriak dan para tetua saling berpandangan dalam diam, menyimpan pemikiran masing-masing.


"Selain itu, aku memperkirakan setelah tambang itu kembali di rebut, tidak mungkin Keluarga Chen dan Keluarga Li akan diam saja, mereka pasti akan bersatu untuk menghancurkan Keluarga Xiang, jadi alangkah baiknya jika kita mempersiapkan pasukan untuk menyambut kedatangan mereka!"


Perkataan Xiang Yang membuat mereka semua sedikit tersentak lalu berpikir, apa yang Xiang Yang katakan memang benar, meskipun itu hanya perkiraan namun kemungkinan besar Keluarga Chen dan Keluarga Li akan melakukan penyerangan, selain itu tidak ada salahnya untuk mempersiapkan pasukan jika saja mereka benar-benar datang.


Setelah melakukan perbincangan singkat, keputusan pun diambil oleh Patriak Xiang Zun, dimana Keluarga Xiang akan menyiapkan pasukan untuk menyambut kedatangan pasukan Keluarga Chen dan Keluarga Li.


Meskipun sebelumnya Xiang Yang lah yang memberikan saran itu, namun sebenarnya ia tidak ingin pertarungan itu membuat korban di pihak Keluarga Xiang, jadi ia berencana untuk menghancurkan kedua Keluarga itu sebelum mereka menginjakkan kaki di Kediaman Keluarga Xiang.


Dan malam nanti adalah saat dimana rencananya di mulai.

__ADS_1


***


Malam telah tiba, Xiang Yang memulai rencananya bersama dengan Cai'er.


Mereka berdua membagi tugas yang mana Xiang Yang akan mengurus Keluarga Chen sedangkan Cai'er akan mengurus Keluarga Li.


Sebenarnya Xiang Yang ingin mengurus semuanya sendiri, namun Cai'er protes tidak setuju, gadis itu ingin mendapatkan bagian membantai mereka.


Cai'er ingin membunuh Li Fan itu dengan tangannya sendiri, Cai'er memang orang yang pendendam.


Saat ini Xiang Yang sudah berada diatas dinding pembatas Keluarga Chen, berdiri memandang bangunan-bangunan kediaman Keluarga Chen dengan tatapan datar.


Penjagaan di kediaman Keluarga Chen benar-benar longgar, bahkan Xiang Yang sebelumnya tidak melihat adanya penjaga gerbang.


Meskipun sekarang Xiang Yang akan melakukan pembantaian, namun ia memikirkan bagaimana nasib seorang Li Fan dan anggota keluarganya. Pasti Cai'er akan melakukan hal yang sangat brutal, paling ringan gadis itu akan memuti*lasi Li Fan.


Ah..Xiang Yang tidak ingin membayangkan hal itu.


"Baiklah, baiknya dari mana aku mulai dan apa yang harus ku lakukan terlebih dahulu untuk melakukan pembantaian!" Xiang Yang mengelus dagunya, berpikir untuk melakukan apa sebagai awal dari pembantaian.


Setelah beberapa saat, Xiang Yang menganggukkan kepalanya "Memang akan lebih baik seperti itu!" Senyum menyeringai lebar yang terlihat menyeramkan langsung menghiasi bibir pemuda itu "Kosongkan gudang harta sebelum menghancurkan semuanya!"


Selesai bergumam, Xiang Yang langsung melompat turun dari dinding, mulai berjalan dengan santai di tengah malam yang mana tanpa ada cahaya bulan.


Xiang Yang pernah mendengar jika struktur kediaman ketiga keluarga di Kota Batu Hitam ini tidak jauh berbeda satu sama lain.


Memang dari apa yang Xiang Yang perhatikan tadi di atas tembok, tata letak kediaman Keluarga Chen tidak jauh berbeda dengan kediaman Keluarga Xiang, mungkin hanya desain bangunannya saja yang agak berbeda.

__ADS_1


Jadi Xiang Yang bisa menebak dimana letak gudang harta Keluarga Chen. Meskipun dia tau pastinya apa yang ada di dalam gudang harta Keluarga Chen tidak ada apa-apanya dibandingkan harta yang ia miliki, namun sangat sayang jika diabaikan, siapa tahu di dalam gudang harta Keluarga Chen akan ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


Xiang Yang terus berjalan santai melewati lorong, mengabaikan semua bangunan yang ada dan beberapa suara 'olah raga malam' yang sangat intens dari beberapa penghuni bangunan yang ia lewati.


Setelah beberapa menit, Xiang Yang tiba-tiba mendengar suara seseorang berjalan di persimpangan lorong di depannya.


Xiang Yang meluruskan dua jari tangan kanannya, sedangkan jari lainnya ditekuk, seketika pancaran energi dingin keluar diantara dua jarinya yang terbuka, membuat sebuah jarum es kecil.


Xiang Yang masih berjalan, saat orang di persimpangan lorong itu mulai menampakkan diri.


"Jarum Es Kematian!" Xiang Yang melemparkan jarum es di sela dua jari tangan kanannya.


Jarum itu seketika menancap di dada orang itu yang ternyata seorang pria dewasa, dimana jantung pria itu langsung membeku, membuatnya mati seketika tanpa mengeluarkan suara apapun.


Bagaikan dewa kematian yang tidak mempedulikan nyawa yang ia renggut, Xiang Yang berjalan santai melewati mayat pria itu dengan wajah datar, tanpa menoleh sedikitpun untuk melihat mayatnya.


Setelah beberapa waktu berlalu...


"Sepertinya itu adalah gudang harta!" gumam Xiang Yang setelah melihat sebuah bangunan yang cukup besar dimana dijaga oleh dua pria yang sudah tertidur lelap.


Satu orang tidur berdiri, bersandar pada dinding bangunan, sedangkan satu lainnya tidur dalam posisi duduk sambil memegang tombak ditangannya.


Xiang Yang masih berjalan santai menuju bangunan itu, sesaat kemudian ia menciptakan dua jarum es di sela tiga jari tangan kanannya.


Xiang Yang melemparkan kedua jarum es itu yang mana langsung membunuh kedua penjaga itu dengan jarum es menancap di dada, membuat jantung mereka membeku.


Xiang Yang dengan santai melewati mayat kedua penjaga itu lalu masuk kedalam gudang harta.

__ADS_1


Melihat isi gudang harta yang bisa dibilang tidak seberapa itu, Xiang Yang dengan malas mengibaskan tangannya, memasukkan semua harta didalam gudang itu kedalam cincin dimensinya.


__ADS_2