
"Benar-benar merepotkan! Melawannya berdelapan saja sudah sulit! Apa lagi sekarang kami hanya tinggal berenam!" Bi Wang berdecak kesal.
Bi Wang sudah mendapatkan cukup banyak luka, begitu juga dengan ke-5 rekannya, bahkan ada satu yang mendapatkan luka cukup parah.
Sedangkan Xiang Yang sama sekali tidak tersentuh, pemuda itu tidak mendapatkan luka sedikitpun.
Meskipun begitu, energi Qi nya sudah terkuras cukup banyak. Jika hanya menggunakan Pedang Naga saja, Xiang Yang tidak akan kehabisan energi Qi terlalu banyak, namun menggunakan kekuatan Jiwa Naga Api memerlukan energi Qi yang lumayan besar
Tapi jika Xiang Yang tidak menggunakan kekuatan Jiwa Api maka mungkin dia masih belum membunuh satupun lawannya.
Xiang Yang sebelumnya masih belum terbiasa menggunakan Perubahan Jiwa Naga Api, hingga dia kesulitan mengeluarkan kekuatan lainnya didalam dirinya.
Namun sekarang setelah melakukan pertarungan sengit, dia sudah mulai terbiasa.
"Menggunakan Tranformasi Naga dan Perubahan Jiwa Naga Api pasti akan menguras lebih banyak energi Qi! Tapi tidak ada pilihan lain, semakin cepat membunuh mereka makan akan semakin bagus!"
Setelah bergumam demikian, 3 warna aura yang berbeda keluar dari tubuh Xiang Yang, bercampur dengan aura merah menyala dari Jiwa Naga Api.
Aura hitam dan putih yang mewakili unsur Yin-Yang dan aura emas yang mewakili kekuatan Naga Emas didalam tubuh Xiang Yang.
Perubahan pada tubuh Xiang Yang kini terlihat lebih signifikan. Seluruh tubuhnya benar-benar tertutupi sisik emas, benar-benar terlihat seperti manusia naga, bahkan ekornya juga tumbuh, hanya pada bagian wajah saja yang masih normal, namun terlihat dua tanduk yang tumbuh di kening bagian kiri dan kanan.
Satu hal yang masih kurang dari Tranformasi Naga Xiang Yang, yaitu sayapnya saja. Mungkin Xiang Yang akan bisa berubah dengan sempurna saat dia sudah berada ditingkat Nirwana.
Melihat perubahan pada tubuh Xiang Yang, terlebih merasakan 4 macam aura yang menyelimuti tubuh pemuda itu, membuat Bi Wang dan rekan-rekannya secara refleks mundur dengan sikap yang lebih waspada.
"Auranya.. tekanan aura pemuda itu sudah setara dengan tingkat Nirwana! Bagaimana mungkin?! Jurang pemisah antara tingkat Transcendent dan tingkat Nirwana sangatlah dalam, tidak mungkin jurang pemisah itu bisa terlewati dengan hanya sebuah teknik atau semacamnya! sebenarnya siapa pemuda ini?!" Bi Wang menatap ngeri Xiang Yang.
Saat Bi Wang berkedip, dia langsung melebarkan matanya karena Xiang Yang tau-tau sudah berada tepat didepan matanya.
Xiang Yang sudah berada dalam posisi siap memukul, memusatkan semua kekuatannya pada kepalan tangan kanannya.
Secara refleks Bi Wang menyilangkan kedua lengannya, membuat perisai pertahanan terkuat yang dia bisa.
*BAAAMMM!!
*PYARRR!
__ADS_1
*KRAK!!
*BOOOMMM!!
Dalam satu pukulan Xiang Yang, membuat perisai pertahanan Bi Wang hancur. Kedua lengannya yang menyilang pun terkena pukulan Xiang Yang, hingga tulangnya langsung patah, membuat pria paruh baya itu terpental keras menghantam tanah.
Kelima rekan Bi Wang tertegun di tempat melihat kejadian yang terjadi begitu cepat. Namun dalam sekejap mereka sadar, mereka langsung bergerak menjauh.
Namun satu diantara mereka tidak bisa bergerak menjauh karena pundaknya sudah di cengkeram dengan tangan kiri Xiang Yang.
Xiang Yang pun meluruskan semua jari tangan kanannya, lalu menusuk perut kultivator itu hingga menembus punggungnya.
"GOUHK!" Kultivator itu batuk keras, memuntahkan banyak darah, sebelum akhirnya mati
Api dengan dua warna yang berbeda tiba-tiba keluar, membakar tubuh kultivator tersebut hingga hangus menjadi abu.
Sementara itu, Bi Wang merasakan pukulan Xiang Yang tidak hanya mematahkan kedua lengannya, tapi itu juga memberikan guncangan pada organ dalamnya.
Saat Bi Wang melihat keatas, dia melihat semburan api dua warna melesat kearahnya.
"Ahhh... sepertinya ini adalah akhir hidup ku!" Bi Wang sudah tidak bisa bergerak, akhirnya pasrah menerima nasibnya.
*BOOOOMMMM!!
2 lagi kultivator Transcendent mati ditangan Xiang Yang, sekarang hanya tersisa 4 orang saja.
***
Han Shizu masih bertarung dengan tenang melawan beberapa kultivator tingkat Transcendent tahap 3 sekaligus.
Han Shizu sudah mengeluarkan kekuatan penuhnya, tubuhnya diselimuti aliran petir ganas, membuat tubuhnya seakan menjadi petir itu sendiri.
Gerakan Han Shizu begitu cepat, menyerang Bun Ta secara terus menerus, membuat pria paruh baya itu terpojok.
Bun Ta terus menangkis serangan Han Shizu, hingga dalam satu kesempatan, dia memberikan pukulan pada pundak gadis itu, membuatnya dapat bergerak menjauh, mengambil jarak untuk mengatur nafasnya sejenak.
Saat Han Shizu akan kembali menyerang Bun Ta, dia membatalkan niatnya dan malah melakukan tebasan kearah atas, menciptakan gelombang energi petir berbentuk kepala naga.
__ADS_1
Terlihat diatas sebuah batu humanoid setinggi 20 meter menerjang kearah Han Shizu, dengan tombak ditangan batu tersebut dilemparkan kearah gadis itu.
*BOOOOMMMM!!
Tombak batu dan kepala naga petir beradu, membuat ledakan keras.
Han Shizu menatap tajam kearah batu humanoid yang melayang di udara, dimana di atas kepala batu, atau lebih tepatnya Golem itu terlihat berdiri sosok pria paruh baya yang memiliki kultivasi tingkat Transcendent tahap 4.
Han Shizu menjadi waspada, akan sulit bagi dirinya melawan kultivator tingkat Transcendent tahap 4.
"Senior Jung!" beberapa kultivator yang sebelumnya di lawan Han Shizu langsung bergerak kearah pria yang menaiki Golem.
"Kalian sungguh payah! Melawan seorang kultivator tingkat Transcendent tahap 1 saja sampai terluka seperti ini!" Jung Ping menatap tajam Bun Ta dan lainnya.
"Maaf Senior Jung, tapi gadis itu memiliki kekuatan yang tidak biasa! Kekuatan petir yang dia miliki sama persis dengan kekuatan petir Tuan Wan Yun!" Bun Ta menjelaskan dengan nafas yang sedikit tidak teratur.
Jung Ping pun menoleh kearah Han Shizu, menatap sosok gadis yang sudah terlihat bagaikan petir.
Dia mengerutkan keningnya saat merasakan energi petir milik gadis itu memang mirip atau bahkan sama persis dengan energi petir milik Wan Yun.
Han Shizu tiba-tiba mengangkat tangannya. Hal itu langsung membuat Bun Ta dan lainnya waspada, sementara Jung Ping masih terlihat tenang.
Sesaat kemudian sesosok naga petir sepanjang 30 meter keluar dari tubuh Han Shizu, melayang meliuk-liuk keatas.
Bun Ta semakin waspada, namun mereka memasang wajah bingung saat melihat naga petir itu malah melesat kearah sebaliknya.
Bun Ta dan rekan-rekannya melebarkan mata karena mengetahui niatan Han Shizu.
Arah dimana naga petir itu terbang adalah tempat dimana Ga Ma sedang memulihkan kondisi.
Mereka pun sadar jika dari tadi Han Shizu mengalihkan tempat pertarungan agar mereka menjauh dari tempat Ga Ma berada, membuat gadis itu bisa lebih mudah membuat Ga Ma.
Namun mereka hanya diam saja di tempat karena mengetahui mereka tidak akan sempat jika berusaha menahan naga petir itu.
Selain itu, Han Shizu pasti tidak akan membiarkan mereka melakukannya.
*BOOOOMMMM!!
__ADS_1
Naga petir tepat mengenai sasaran, membuat ledakan keras yang mengguncang daratan. Tidak diketahui apakah Ga Ma masih hidup atau tidak.
\=\=\=\=