Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.268 - Naga Hitam


__ADS_3

Yun Nuwa kembali ke Sektenya, Sekte Pulau Awan. Dia tiba disana saat tengah malam.


Seperti namanya, Sekte Pulau Awan merupakan sebuah pulau yang mengapung diantara awan-awan di langit.


Tidak ada yang mengetahui penyebab pulau itu bisa melayang di langit kecuali Ketua Sekte Pulau Awan sendiri.


Setibanya di kediamannya, Yun Nuwa tersenyum tipis karena merasakan aura milik muridnya.


"Ying'er tidak mengecewakan ku. Dari auranya, dia sepertinya sudah menerobos ketingkat Nirwana tahap menengah. Tapi yang terpenting, dia bisa kembali dengan selamat!" Yun Nuwa langsung melayang terbang ketempat Yun Ying berada.


Dia tiba dalam waktu kurang dari 1 menit, melihat muridnya sedang berada diatas batu ditengah halaman, duduk bersila, berkultivasi menyerap energi Yin yang dipancarkan bulan purnama.


Merasakan aura familiar, Yun Ying membuka matanya, dia menoleh dan melihat gurunya yang tersenyum lembut, berjalan santai kearahnya.


Yun Ying turun dari batu lalu segera menangkupkan tangan memberi hormat.


"Salam guru."


"Syukurlah, kau bisa kembali dengan selamat!" Yun Nuwa langsung memeluk Yun Ying dengan hangat, seakan seorang ibu yang merasa lega melihat anaknya kembali.


Setelah beberapa saat, Yun Nuwa melepaskan pelukannya, melihat wajah muridnya yang juga tersenyum lembut.


"Jadi bagaimana pengalaman mu di Benua Lingwu? Apakah ada sesuatu yang membuat mu terganggu disana?" tanya Yun Nuwa.


Baru saja Yun Ying ingin menjawab, Yun Nuwa mendahuluinya.


"Tunggu dulu Ying'er, sepertinya ada sesuatu yang aneh." Yun Nuwa bisa merasakan sesuatu yang kurang pada muridnya.


Yun Ying tertegun sejenak sebelum menundukkan kepala, dia tau kalau gurunya sudah menyadari hal itu.


Yun Nuwa memegang pergelangan tangan Yun Ying lalu memeriksa kondisi tubuh gadis itu.


Ekspresi Yun Nuwa tiba-tiba menjadi dingin "Kau kehilangan Yin Fital mu! Ying'er, katakan pada guru, siapa yang melakukannya pada mu?"


Yin Fital merupakan sesuatu yang dimiliki oleh semua kultivator wanita, dimana Yun Fital itu menunjukkan jika wanita itu masih suci.


Jika seorang kultivator kehilangan Yin Fitalnya maka artinya, wanita itu sudah kehilangan kesucian mereka.


Mengetahui muridnya sudah tidak memiliki Yin Fital, tentu membuat Yun Nuwa menjadi marah.


"Dengarkan aku dulu, guru. Ini semua terjadi karena kesalahan ku!" Yun Ying mencoba menenangkan gurunya.


"Kalau begitu ceritakan pada guru, apa yang sebenarnya terjadi?"


Yun Ying pun menceritakan apa yang terjadi mulai dari awal dia tiba di Benua Lingwu, sampai saat dimana dia memasuki dimensi kecil, hingga kejadian dimana dirinya kehilangan kesuciannya.

__ADS_1


Akhirnya setelah keluar dari dimensi kecil, dan pertempuran besar yang terjadi, sebelum dia memutuskan untuk kembali ke Benua Chenwu.


Cerita yang cukup panjang, namun Yun Nuwa mendengarnya sampai akhir tanpa memotong, meskipun beberapa kali dia terkejut mendengar cerita Yun Ying.


Setelah Yun Ying selesai bercerita, barulah Yun Nuwa menghela nafas panjang lalu menoleh kearah muridnya dengan tatapan sendu.


"Ying'er, apa kau yakin dengan keputusan mu? Jangan hanya karena janji mu itu kau malah mengabaikan perasaan mu sendiri!"


Yun Ying menggeleng pelan "Guru tidak perlu menyalahkan diri sendiri, karena ini adalah keputusan ku. Lagi pula..." Yun Ying menundukkan kepalanya "Dia sudah memiliki istri!"


Yun Nuwa tersenyum pahit lalu memeluk muridnya, dia tau kalau Yun Ying sebenarnya memiliki perasaan pada pemuda itu.


"Ying'er, siapa nama pemuda itu?"


Dari awal Yun Ying bercerita, dia sama sekali tidak menyebutkan nama Xiang Yang.


"Xiang Yang." jawab Yun Ying singkat.


"Xiang Yang?" Yun Nuwa mengerutkan keningnya, karena nama pemuda itu sama dengan nama putra Xiao Chang.


Yun Nuwa melepaskan pelukannya, kedua tangannya masih memegang pundak Yun Ying.


"Ying'er, turunkan penjagaan kesadaran spiritual mu, guru ingin memastikan suatu hal!"


Dengan jari telunjuk dan jari tengah yang mengeluarkan cahaya, Yun Nuwa menyentuh kening Yun Ying untuk memeriksa ingatan gadis itu.


Seketika Yun Nuwa melebarkan matanya karena melihat siapa Xiang Yang yang dimaksud Yun Ying.


"Ternyata memang benar!"


"Apa maksud guru?"


Yun Nuwa pun menceritakan mengenai Xiao Chang yang memiliki seorang putra bernama Xiang Yang, dan Xiang Yang yang Yun Ying temui, ternyata adalah putra Xiao Chang.


Yun Ying tentu saja terkejut mengetahui kenyataan itu.


"Tidak ku sangka ternyata putra Junior Xiao Chang berada di Benua Lingwu, tapi sayang sekali susunan formasi kuno itu hanya bisa digunakan sekali, dan tidak berfungsi lagi setelah digunakan oleh Ying'er."


Yun Nuwa memilih untuk tidak menceritakan mengenai hal ini terlebih dahulu pada Xiao Chang, karena untuk saat ini, Yun Nuwa sendiri tidak tau dimana letak pasti dari Benua Lingwu.


Jika Yun Nuwa menceritakan kalau suami dan putra Xiao Chang berada di Benua Lingwu maka Xiao Chang pasti akan mencari keberadaan Benua Lingwu itu.


Sedangkan bahaya di lautan lepas sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan untuk Yun Nuwa sendiri.


Yun Nuwa sekarang penasaran siapa sebenarnya kelompok misterius yang berniat menguasai Benua Lingwu.

__ADS_1


Kultivator kuat seperti Sun Wong dan Wan Yun bahwa tergabung kedalam kelompok misterius itu.


"Aku harus mencari tau mengenai kelompok misterius itu, mungkin saja mereka bisa membahayakan Benua Chenwu!"


****


Di suatu tempat di Benua Chenwu, mungkin didalam sebuah ruangan khusus yang luas dengan pilar-pilar yang menopang langit-langit, atau mungkin saja tempat itu berada didalam sebuah goa. Entahlah.


Seorang pemuda terlihat duduk bermeditasi dengan seluruh tubuhnya yang diselimuti kilatan petir hitam, sesekali akan terlihat petir merah yang keluar diantara petir hitam itu.


Petir hitam yang menyelimuti tubuh pemuda itu bergejolak semakin kuat, hingga akhirnya.


*BAAANG!!


Ledakan kuat terjadi hingga membuat kawah di tanah.


Pemuda itu berdiri lalu memusatkan energi petir hitam pada lengan kanannya. Dengan satu pukulan, kilatan petir hitam ganas melonjak keluar, menghantam salah satu pilar hingga hancur.


Wajah pemuda itu terlihat datar, matanya bahkan terkesan kosong, seolah tidak memiliki emosi.


Tiba-tiba pemuda itu merasakan seseorang melingkarkan kedua lengan pada lehernya dari belakang, sesuatu benda yang empuk menempel di punggungnya, namun itu masih tetap tidak mengubah ekspresi pemuda itu.


"Kau tidak mengecewakan ku, Xiang Zu ku memang sungguh hebat, hanya dalam 2 tahun kau telah menerobos ketingkat Transcendent tahap 5!"


Suara seorang wanita yang begitu halus dan merdu terdengar jelas di telinga pemuda yang tidak lain adalah Xiang Zu, sahabat Xiang Yang.


"Long Xiao, aku menginginkan darah mu lagi." ucap Xiang Zu dengan suara datar.


"Kau baru meminum darah ku sebulan lalu untuk menerobos ketingkat Transcendent tahap 5, sekarang kau sudah haus lagi dengan darah ku?" wanita bernama Long Xiao berkata dengan suara menggoda tepat di telinga Xiang Zu.


Dengan kedua tangannya, Xiang Zu membuat pelukan Long Xiao sedikit melonggar. Dia pun bisa membalik badan, melihat wajah Long Xiao yang begitu cantik dengan gaun serba hitam, serta rambut dan mata dengan warna yang sama, hitam pekat bagaikan langit malam.


Xiang Zu mendorong Long Xiao hingga terjatuh, dengan dirinya yang menindih wanita itu. Tanpa basa-basi, Xiang Zu menghisap darah Long Xiao dengan mengigit salah satu buah surganya.


"Aw, kau sekarang sudah berani kasar ya, Xiang Zu." meskipun mengatakan itu, Long Xiao sama sekali tidak melakukan penolakan, malah mengelus kepala pemuda itu, seakan dia juga menikmati darahnya dihisap.


"Minumlah sebanyak mungkin Xiang Zu ku, semakin cepat kau kuat, semakin cepat pula aku bisa memulihkan kekuatan ku!" Long Xiao menyeringai lebar.


Bersamaan dengan itu, di suatu sudut tertentu didalam ruangan itu, menyala suatu cahaya warna merah.


Cahaya merah itu membuat ruangan itu cukup terang, hingga bisa dilihat asal dari cahaya merah itu.


Terlihat suatu sosok yang hanya terlihat kepalanya saja, berada di dalam es yang merupakan dinding ruangan.


Jika dilihat lebih teliti, kepala itu merupakan kepala naga dengan sisik hitam pekat. Naga hitam itu hanya terlihat kepalanya saja, sedangkan bagian tubuhnya yang lain tidak terlihat karena berada jauh di dalam dinding ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2