Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.172 - Berakhir Menjadi Sejarah


__ADS_3

Pertempuran besar yang terjadi di Sekte Pedang Surga benar-benar didominasi oleh pasukan Xiang Yang. Anggota Sekte Pedang Surga sungguh tidak berkutik melawan para kultivator Gold Core dari Sekte Naga Emas.


*Booommm...!


*Booommm...!


*Booommm...!


Ledakan-ledakan terus terdengar disertai suara teriakan, bersahut-sahutan di semua area pertempuran.


Pertarungan sengit terjadi antara banyaknya kultivator Gold Core. Para anggota Sekte Pedang Surga yang berada ditingkat Silver Core kebawah kebanyakan melarikan diri karena melihat banyaknya musuh yang berada ditingkat Gold Core.


Meskipun begitu tidak sedikit juga yang memilih bertarung, tentu saja itupun karena mereka tidak punya pilihan sebab dikepung dari segala arah.


Tetua Lin Sang saat ini juga memimpin 100 lebih anggota kelompoknya, mengepung puluhan anggota Sekte Pedang Surga yang mana diantaranya terdapat beberapa kultivator Gold Core. Salah satu kultivasi Gold Core itu adalah Tetua Pertama Sekte Pedang Surga.


"Serang!" bersamaan dengan teriakan Tetua Lin Sang, semua anggota kelompoknya langsung menerjang maju.


Para anggota Sekte Pedang Surga yang terpojok, merasa tidak punya pilihan lain selain melawan, akhirnya mereka pun juga menerjang maju.


Tetua Lin Sang berhadapan dengan Tetua Pertama Sekte Pedang Surga yang bernama Ya Rou dimana memiliki kultivasi tingkat Gold Core tahap 5 awal.


Tetua Lin Sang dan Ya Rou bertarung sengit diudara, tidak ada yang berani ikut campur dalam pertarungan antara dua kultivator puncak di Kekaisaran Ming itu.


Mereka berdua terus bertukar serangan, entah itu serangan jarak jauh maupun jarak dekat. Jelas sekali terlihat kalau Tetua Lin Sang lebih unggul dari Ya Rou, sudah pasti karena kultivasi Tetua Lin Sang yang sudah setengah langkah menuju tingkat Nescent Soul.


Dalam kurun waktu belasan menit, Ya Rou sudah tidak bisa lagi melawan, ia terkena pukulan keras di bagian wajah hingga tulang hidungnya remuk dengan tubuhnya yang terpental jauh menghantam tanah dengan keras.


Tidak membuang waktu, Tetua Lin Sang melemparkan sebuah energi pedang yang langsung menancap di perut Ya Rou.

__ADS_1


"Aaarrrggghhh..!"


*Booommm...!!


Ya Rou sempat berteriak kesakitan sebelum energi pedang yang menancap diperutnya meledak, tentu saja itu juga membuat tubuhnya meledak hingga semua anggota tubuh Ya Rou terpental kesegala arah.


Para anggota kelompok Tetua Lin Sang juga sudah selesai mengurus musuh masing-masing.


"Mulai dari sini kita akan terpecah menjadi 10 kelompok, berpencar kesegala arah, jangan biarkan ada anggota Sekte Pedang Surga yang melarikan diri!"


"Baik Tetua!"


Mereka semua langsung mematuhi perintah Tetua Lin Sang lalu terpecah menjadi 10 kelompok yang berpencar kesegala arah, membunuh semua anggota Sekte Pedang Surga yang mereka temukan.


***


Sementara itu, di tempat Xiang Yang saat ini.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka berhenti berteriak, bisa dilihat tubuh mereka semua gemetaran.


Selang satu menit, tubuh mereka semua terlihat mulai tenang, mereka pun bangkit berdiri, membuka mata yang mana mata mereka terlihat tidak memancarkan kecerahan, seakan mereka adalah mayat hidup. Bisa dilihat ekspresi mereka semua sangat datar.


"Tangkap!" Xiang Yang mengeluarkan beberapa cincin dimensi lalu melemparkan masing-masing satu ke para Ketua Sekte itu.


"Didalam cincin dimensi itu dipenuhi pil, sekarang kembalilah ke sekte kalian masing-masing lalu bagikan semua pil itu pada para anggota sekte kalian, dan jangan lupa untuk memanggil semua anggota Sekte kalian yang berada diluar untuk mendapatkan pil yang aku berikan! Dalam beberapa hari lagi aku akan mengunjungi Sekte kalian masing-masing!"


Perkataan Xiang Yang disambut dengan anggukan kepala oleh mereka semua, sebelum melesat terbang kembali ke Sekte masing-masing.


Ya, dalam 6 bulan terakhir, Xiang Yang memang kebanyakan menghabiskan waktu dalam menyuling Spirit Pil, namun tidak semua waktunya ia gunakan untuk menyuling pil. Pemuda itu juga memperdalam pemahamannya terhadap Teknik Segel Jiwa, hingga sekarang Xiang Yang bisa mengendalikan seseorang melalui jiwanya, seperti yang baru saja dia lakukan.

__ADS_1


Beberapa saat setelah kepergian Yu Hang dan lainnya, Xiang Yang menoleh kearah Han Shizu.


"Shizu, jangan biarkan ada satupun orang yang kabur!"


Han Shizu mengangguk lalu lalu melesat terbang kearah gerbang barat Sekte Pedang Surga, untuk membunuh para anggota Sekte Pedang Surga yang berusaha kabur.


Dalam sekejap, Han Shizu sudah berada disana. Puluhan orang yang baru saja akan keluar melalui gerbang barat, kini gerakan mereka terhenti melihat kedatangan seorang gadis cantik berambut coklat cerah.


Orang-orang itu terlihat melangkah mundur. Dari aura yang dikeluarkan Han Shizu, mereka paham kalau gadis itu memiliki kultivasi tinggi, tidak bisa mereka lawan.


"Seperti yang diperintahkan, jangan biarkan satupun orang yang tersisa, bunuh semuanya!" batin Han Shizu, lalu dengan wajah datarnya, ia membunuh semua orang itu menggunakan Jarum Petir Kematian.


Dalam sekejap orang-orang itu langsung mati dalam satu kali serangan, tidak peduli apakah itu kultivator Gold Core tidak ada yang selamat.


Setelah membunuh orang-orang itu, Han Shizu menoleh ke beberapa arah, melihat para anggota Sekte Pedang Surga yang terlihat melarikan diri. Namun mereka tidak memilih gerbang barat, mereka sepertinya berniat meloncati tembok untuk melarikan diri.


Han Shizu melesat cepat ke kanan, dia memilih untuk mengurus arah sana terlebih dahulu sebelum mengurus yang bagian kiri.


Untuk gerbang selatan dan utara, Han Shizu tidak memikirkannya karena disana sudah dijaga oleh 1 kelompok yang masing-masing lebih dari 100 kultivator.


Dalam waktu belasan menit, Han Shizu sudah membantai habis semua anggota Sekte Pedang Surga yang berniat melarikan diri. Setelah itu gadis itu beralih menuju kearah kiri untuk mengurus para anggota Sekte Pedang Surga disana.


Ada belasan orang yang memang sudah sempat keluar dengan meloncati tembok sekte, namun sayangnya mereka sama sekali tidak dibiarkan hidup oleh Han Shizu. Dengan sangat mudah Han Shizu dapat membunuh mereka semua, tidak hanya orang yang sudah keluar dari area sekte, namun juga orang-orang yang masih berada didalam area Sekte Pedang Surga.


Han Shizu sama sekali tidak mengubah ekspresinya meskipun sudah membunuh banyak orang. Wajahnya sepenuhnya dingin, tidak berkedip bahkan dalam mengambil nyawa orang lain, seakan nyawa orang-orang itu sama sekali tidak berguna.


Dalam hal ini, Sekte Pedang Surga sudah dipastikan akan hancur, sama sekali tidak ada kesempatan untuk mereka menang atau bahkan bertahan.


Para anggota Sekte Naga Emas sama sekali tidak memberi ampun untuk mereka semua.

__ADS_1


Sekte Pedang Surga yang dikenal sebagai sekte aliran putih terkuat, kini akan berakhir menjadi sejarah.


__ADS_2