
Xiang Yang mengetahui banyak hal setelah bertanya pada adiknya.
Ternyata ibunya merupakan Ketua Sekte dari salah satu sekte raksasa di Benua Chenwu, Sekte Bintang Suci, penguasa Provinsi Tanah Herbal yang terkenal sebagai rumah para alkemis.
Xiang Yang juga mengetahui kalau adiknya ini adalah seorang gadis yang sulit diatur, karena mendengar bagaimana Xiang Yi An sering kabur dari sekte untuk jalan-jalan keluar.
Awalnya memang Xiang Yi An tidak ingin menceritakan mengenai kenakalannya. Namun karena gelagat anehnya saat dia berusaha menyembunyikan hal itu membuat Xiang Yang menyadarinya.
Dengan sedikit tekanan, Xiang Yi An akhirnya menceritakan tentang sifat buruknya dan bagaimana bisa dia berada di hutan ini.
Setelah sebelumnya Xiang Yi An melarikan diri dari Sekte Bintang Suci dengan mengelabui Tetua Yung Hai, dia pergi ke hutan untuk mencari herbal.
Ini merupakan hal yang biasa dia lakukan. Saat Xiang Yi An memasuki sebuah hutan yang sama sekali tidak dia ketahui, tanpa pikir panjang ia memasuki hutan dan mencari tanaman herbal.
Karena bisa dibilang dia mendapat cukup banyak tanaman herbal langka di hutan itu, tanpa sadar dia terus memasuki hutan hingga akhirnya dia melihat beberapa Ginseng Petir Perak berusia ribuan tahun yang dijaga oleh puluhan Spirit Beast Fenrir.
Xiang Yi An mengambil semua Ginseng Petir Perak itu saat semua Fenrir sedang tertidur.
Namun dia ketahuan dan akhirnya dia pun dikejar-kejar oleh puluhan Fenrir selama beberapa hari tanpa henti.
Xiang Yi An yang terus melesat melarikan diri, sama sekali tidak memperhatikan arah hingga dia sekarang tidak tau berada dimana.
Intinya dia tersesat karena terus dikejar oleh puluhan Fenrir.
Xiang Yang menghela nafas karena sekarang dia juga tidak bisa menentukan akan pergi kearah mana.
Xiang Yang menyentil kening Xiang Yi An "Seharusnya kau jangan asal main pergi dari rumah tanpa pengawalan. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mu, ibu pasti akan sedih!"
"Aku hanya bosan di rumah terus, selalu disuruh belajar Alkimia tanpa setiap hari. Karena itulah aku keluar dari sekte untuk mencari udara segar!"
"Udara segar apanya? Kau sudah terbunuh sekarang jika aku tidak datang menyelamatkan mu!"
"Sudahlah, tidak perlu membahas hal yang sudah berlalu!" Xiang Yi An berdiri lalu melihat sekitarnya "Artefak milik kakak sangat luar biasa, dimensi kecil ini cukup luas, bahkan bisa untuk menanam herbal. Aku akan berkeliling sebentar."
__ADS_1
Tanpa mendengar jawaban Xiang Yang, Xiang Yi An langsung berlari kecil melihat-lihat tanaman herbal.
"Ibu pasti pusing mengurus anak ini." Xiang Yang tidak bisa membayangkan bagaimana pusingnya ibunya mengurus Xiang Yi An.
Sifat Xiang Yi An saat ini, pasti turunan dari ayahnya saat masih muda yang sulit diatur.
Xiang Yi An terus berkeliling dimensi kecil, melihat berbagai macam jenis tanaman herbal, dari yang biasa sampai langka, dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi.
Xiang Yi An benar-benar kagum, meskipun dari segi jumlah, tanaman herbal di dimensi kecil ini tidak bisa dibandingkan dengan jumlah herbal di Sekte Bintang Suci, tapi dari segi kualitas, herbal di dimensi kecil ini sangat tidak biasa.
Hingga akhirnya, Xiang Yi An melihat sebuah kolam kecil. Itu merupakan kolam bekas Kolam Spiritual.
Meskipun sudah berkali-kali digunakan untuk mandi, tapi air di kolam itu masih sangat jernih dan bersih seolah tidak tersentuh.
Entah kenapa Xiang Yi An jadi ingin mandi di kolam tersebut.
"Kakak, aku ingin mandi di kolam kecil ini! Jangan mengintip!" Xiang Yi An berteriak agar Xiang Yang bisa mendengarnya.
"Terserah kau, aku mau keluar sebentar untuk melihat situasi!" Xiang Yang pun menghilang dari dimensi kecil.
***
Xiang Yang muncul kembali di bekas pertarungan antara Xiang Yi An melawan para Fenrir.
Ternyata disana ada beberapa kultivator tingkat Nescent Soul.
Melihat kemunculan tiba-tiba Xiang Yang, beberapa kultivator itu segera melompat, mengepung Xiang Yang dari berbagai arah.
"Siapa kau? Kau sepertinya bukan anggota Sekte Bumi Chenwu." ucap salah satu kultivator, melihat Xiang Yang dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Sekte Bumi Chenwu?" Xiang Yang bergumam, mengerutkan keningnya karena mengingat jika Sekte Bumi Chenwu merupakan salah satu sekte raksasa di Benua Chenwu ini.
"Aku tadi dikejar-kejar oleh segerombolan Spirit Beast, hingga tidak sengaja memasuki hutan ini, aku akhirnya tersesat dan tidak tau jalan keluar dari hutan ini. Jika para saudara berkenan, bisakah memberitahukan jalan keluarnya pada ku?" Xiang Yang bersikap sopan, masih tidak ingin bertindak gegabah.
__ADS_1
"Tersesat?" para kultivator itu saling memandang sebelum kembali menoleh kearah Xiang Yang dengan seringai lebar.
"Hahaha, nasib mu sungguh tidak beruntung bocah. Entah dari mana asal mu tapi kau mungkin saja memiliki beberapa barang menarik! Serahkan semua barang milik mu, baru kau boleh pergi!" salah satu kultivator berkata sambil mengeluarkan pedangnya.
Xiang Yang menaikkan alisnya "Sepertinya kalian bukan anggota Sekte Bumi Chenwu!"
"Memangnya kenapa? Sekte Bumi Chenwu sebentar lagi akan hancur, tidak akan ada lagi Sekte Bumi Chenwu di Benua ini!"
Xiang Yang mengerutkan keningnya, dia merasa ada sesuatu yang aneh.
Xiang Yang memperkirakan jika dirinya kini berada di Provinsi Bumi Chenwu, yang merupakan wilayah kekuasaan Sekte Bumi Chenwu.
"Apakah sedang terjadi perang di Sekte Bumi Chenwu? Tapi jika perang yang sudah melibatkan satu sekte raksasa pasti tersebar ke seluruh Benua Chenwu, tapi Yi An tidak mengetahui hal itu!" Xiang Yang bergumam dalam hati "Memang ada sesuatu yang aneh!"
"Aku rasa kalianlah yang tidak beruntung." Xiang Yang berkata dengan tenang sebelum bergumam "Aku hanya bisa mendapatkan informasi yang jelas dari mereka!"
"Jarum Es Kematian!"
Dalam sekali serangan cepat, para kultivator itu langsung tumbang, hanya menyisakan satu orang yang tertegun melihat para rekannya yang tiba-tiba saja terjatuh.
"Apa yang terjadi? Hei!" orang itu menendang tubuh salah satu rekannya yang tumbang.
Baru saat itulah dia menyadari jika semua rekannya telah tewas, tewas dalam sekejap mata tanpa dia sadari dari mana arah datangnya serangan.
Kini orang itu menatap Xiang Yang dengan tubuh gemetaran, dia sekarang mengetahui kalau pemuda didepannya bukan kultivator sembarangan.
Mengetahui tidak bisa menang, dia berniat menelan sebutir pil hitam kecil, namun secara bersamaan, Xiang Yang juga melemparkan pil kedalam mulut orang itu. Hingga dia menelan dua pil sekaligus tanpa sadar.
"Cara yang sangat kuno, berniat memakan pil racun agar kau mati supaya bisa menyembunyikan informasi!" Xiang Yang berjalan pelan kedepan.
Sementara orang itu terkejut kenapa dirinya tidak mati padahal sudah menelan pil racun. Dia tidak mengetahui kalau secara bersamaan tadi dia menelan sebuah pil penawar racun yang dilemparkan Xiang Yang, membuat pil racun itu tidak bereaksi.
"Baiklah, sekarang waktunya mengorek informasi!"
__ADS_1
Entah bagaimana cara yang akan Xiang Yang lakukan untuk mendapatkan informasi dari kultivator itu, yang pasti, cara yang dia lakukan tidaklah biasa.