Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.295 - Kemalangan Bian Chun


__ADS_3

Rencana Xiang Yang untuk membunuh dua kultivator tingkat Mahayana pihak musuh akhirnya sukses.


Hanya saja hatinya terasa sakit karena cincin dunia yang dia miliki harus dikorbankan dalam rencananya tersebut.


Namun juga secara bersamaan, Xiang Yang merasa bangga karena bisa membunuh dua kultivator tingkat Mahayana disaat kultivasinya yang baru-baru ini menerobos ketingkat Nirwana.


Xiang Yang tidak memiliki pilihan lain selain mengorbankan cincin dunianya. Karena Jun Hu dan Jin Yu bisa saja menghancurkan dimensi kecil pada cincin dunia dari dalam untuk keluar dari sana.


"Untung saja aku sempat mengambil sebagian besar tanama herbal di dalam dimensi kecil ku, jadi kerugian ku tidak terlalu besar!"


Sebenarnya Xiang Yang sengaja menyisakan puluhan tanaman herbal langka di dalam dimensi kecil, agar saat Jun Hu ataupun Jin Yu memasuki dimensi kecil, mereka tidak langsung mengobrak-abrik seisi dimensi kecil.


Para Tetua segera menghampiri Xiang Yang karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi, kemana dua musuh mereka sebelumnya pergi.


"Junior Xiang Yang, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tetua Wei Lang.


Xiang Yi An juga menghampiri Xiang Yang "Kakak, tadi itu ledakan apa? Dan apa yang terjadi disini?"


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya sekarang, tapi yang pasti mereka berdua telah mati!"


Pernyataan Xiang Yang membuat para Tetua terkejut, sementara Xiang Yi An masih memasang ekspresi bingung.


"Apakah ledakan tadi..." Tetua Wei Lang melihat kearah kepulan asap di langit akibat ledakan.


"Ya, ledakan itu telah membuat tubuh kedua orang itu hancur menjadi debu!" Xiang Yang mengangguk pelan sebelum menoleh kearah Bian Chun "Bukan waktunya untuk senang sekarang, karena kita masih memiliki satu lagi musuh yang lebih kuat dari dua kultivator tingkat Mahayana sebelumnya!"


Semua Tetua menoleh kearah Bian Chun yang sekarang mengeluarkan aura membunuh, menatap mereka seakan predator yang melihat mangsanya.


"Bocah! Katakan dimana Jun Hu dan Jin Yu?!" Bian Chun berkata dengan nada tinggi yang ditekan.


"Mereka sudah mati!" Xiang Yang menjawab dengan santai, membuat emosi Bian Chun semakin meluap.


"Kalau begitu kalian juga akan mati hari ini!" aura membunuh Bian Chun semakin pekat.


Xiang Yang menoleh kearah adiknya "Yi An, sebaiknya kau segera pergi dari sini!"


"Kakak, aku akan ikut bertarung!" Xiang Yi An yang memang keras kepala, menolak perintah Xiang Yang.


"Yi An!" Xiang Yang berkata dengan nada tinggi "Kau hanya akan menjadi beban jika ikut bertarung! Musuh kita saat ini bukanlah kultivator biasa saja, dia adalah kultivator tingkat Mahayana, jika kau ikut bertarung dan mati maka aku tidak akan memiliki wajah saat bertemu dengan ayah dan ibu!"


Xiang Yang menatap tajam mata adiknya, mengistirahatkan jika dia sama sekali tidak main-main.

__ADS_1


"Junior Yi An, benar apa yang dikatakan Junior Xiang Yang! Jika kau mati di sini maka hubungan antara Sekte Bumi Chenwu dan Sekte Bintang Suci bisa saja memburuk!" Tetua Wei Lang juga berusaha membujuk Xiang Yi An.


Xiang Yi An mengangguk pelan dengan wajah lesu, menyalahkan dirinya sendiri yang begitu lemah hingga tidak bisa bertarung bersama kakaknya.


"Kalau begitu, aku akan pergi!" Xiang Yang dengan kecepatan penuh melesat pergi.


Melihat itu, Bian Chun langsung menatap Xiang Yi An. Dia pun mengingat jika gadis itu adalah Dewi Saint Pil, murid dari Dewi Pil Mahayana.


Akan sangat berguna bagi kelompoknya jika dirinya berhasil menyandera Xiang Yi An.


"Jangan harap ada satupun diantara kalian yang bisa melarikan diri!" dengan gerakan cepat, Bian Chun melesat mengejar Xiang Yi An.


Xiang Yang yang sudah menyadari hal itu, langsung menggunakan perubahan kekuatan penuhnya.


Perubahan Jiwa Naga Api!


Tranformasi Naga Emas!


Xiang Yang melesat dengan kecepatan penuh, menghadang Bian Chun.


Para Tetua terkejut melihat perubahan Xiang Yang yang begitu tiba-tiba, dimana pemuda itu sudah tidak lagi terlihat seperti manusia.


Namun disebut Spirit Beast pun tidak benar karena Xiang Yang sama sekali tidak mengeluarkan aura Spirit Beast.


Akibatnya tubuh kultivator itu bisa mengalami perubahan, namun itu terjadi saat kultivasi itu menggunakan kekuatan Spirit Beast saja.


Sebagaimana Xiang Yi An setelah menyerap Kristal Spirit Rubah Ekor Sembilan. Gadis itu bisa menggunakan kekuatan Rubah Ekor Sembilan saat melakukan perubahan.


Namun kasus ini sangat langka terjadi, presentasinya bahkan bisa kurang dari 1%.


Orang yang bisa mendapatkan hal itu bisa dibilang sangat beruntung.


Jadi para Tetua berpikir Xiang Yang adalah salah satu dari orang yang beruntung tersebut.


Tapi yang menjadi pertanyaan para Tetua, Kristal Spirit dari Spirit Beast apa yang Xiang Yang serap hingga memiliki perubahan yang begitu kuat.


Xiang Yang mengarahkan tangan kanannya kedepan.


Tiba-tiba Bian Chun yang masih terbang cepat terhenti seketika saat aura emas menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Aura apa ini? Kenapa aura ini bisa menekan kekuatan ku?" Bian Chun merasa aliran energi Qi nya terganggu saat aura emas itu mengekang tubuhnya.

__ADS_1


Sebelum Bian Chun bisa melepaskan diri, Xiang Yang tiba-tiba muncul di depannya. Dengan kepalan tangan yang diselimuti aura 4 warna, Xiang Yang berhasil memukul Bian Chun tepat di wajahnya.


*BAAAMMM!!


*BRUUUSSSHH!!


Bian Chun terpental keras, tubuhnya jatuh menghantam dan terus menggerus tanah hingga membuat kawah memanjang seperti aliran sungai kering.


"SERANG SECARA BERSAMAAN!" Xiang Yang berteriak membuat para Tetua segera menyiapkan serangan terkuat mereka.


Detik berikutnya, Xiang Yang melemparkan bola Yin-Yang bersamaan dengan serangan para Tetua, mengincar Bian Chun.


*BOOOOMMMM...!!


Ledakan dahsyat terjadi, hampir setara dengan ledakan cincin dunia Xiang Yang.


Xiang Yang dan para Tetua melihat kearah kepulan asap debu akibat ledakan.


Xiang Yang tidak yakin jika Bian Chun akan mati dengan serangan gabungan mereka, namun dia yakin orang itu setidaknya akan mendapatkan luka yang tidak ringan.


"BAJ*INGAN!!"


Suara teriakan keras terdengar menggelegar dari kepulan debu, bersamaan dengan gelombang angin kencang yang menerbangkan kepulan asap debu.


Hingga mereka bisa melihat Bian Chun yang sedang dalam kondisi terluka cukup parah, pakaian bangsawannya sudah compang-camping seolah pakaian pengemis pinggir jalan.


Bian Chun terlalu menganggap tinggi dirinya sebagai kultivator tingkat Mahayana, hingga mereka memandang kultivator tingkat Nirwana sebelah mata.


Hasilnya inilah yang dia dapat.


"AKAN KU BUNUH KALIAN SEMUA!!"


*BOOOOMMMM...!!


Tiba-tiba gelombang energi yang begitu dahsyat melesat kearah Bian Chun tanpa disangka-sangka.


Menyebabkan ledakan keras yang setara dengan serangan gabungan Xiang Yang dan para Tetua sebelumnya.


Bian Chun terkena secara telak gelombang energi tersebut, tidak diketahui bagaimana kondisinya sekarang.


Belum saja Bian Chun melampiaskan kemarahannya, dia sudah terkena serangan lainnya.

__ADS_1


Para Tetua melihat kearah datangnya serangan, mereka langsung melebarkan mata saat mengetahui siapa yang mengeluarkan serangan dahsyat tadi.


"Dewi Bulan Purnama?!"


__ADS_2