
"Apa yang kau lihat?" Yun Ying bertanya dengan suara berat dan wajah gelap.
Xiang Yang berdiri kemudian menjawab "Tidak ada, hanya sesuatu yang hitam seperti langit malam!" Xiang Yang batuk satu kali "Tidak ku sangka kau suka yang warna hitam!"
"KU BUNUH KAU!!" Yun Ying menjadi sangat marah, langsung melesat menyerang Xiang Yang.
Pertarungan mereka pun kembali berlanjut setelah beberapa saat terhenti.
Yun Ying menyerang dengan sangat ganas membuat Xiang Yang kerepotan. Entah itu dari segi kecepatan dan kekuatan, Xiang Yang masih berada di bawah Yun Ying.
Pertarungan mereka terus berlangsung, Xiang Yang terus di paksa dalam posisi bertahan, sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk melakukan serangan balasan.
Hingga dalam satu kesempatan, Yun Ying berhasil memukul perut Xiang Yang dengan telak.
Gadis itu kemudian memutar tubuhnya disertai tendangan yang yang tepat mengenai kepala Xiang Yang.
Xiang Yang terpental hingga menabrak satu pilar yang sudah retak sebelumnya.
*Krak! Krak...!
Retakan pada pilar semakin parah, hingga akhirnya pilar itu runtuh, menimbun tubuh Xiang Yang sampai tidak lagi terlihat.
*Boooommmm!!
Terjadi ledakan pada reruntuhan pilar, Xiang Yang keluar dari sana.
Perut Xiang Yang terasa diremas dari dalam. Memang sekarang dia memiliki kulit yang keras setelah menggunakan perubahan naga, tapi tetap saja organ dalamnya masih lemah.
Mendapatkan serangan terus menerus pasti akan memberikan guncangan pada organ dalamnya, memberikan rasa sakit padanya.
Saat Xiang Yang baru keluar dari reruntuhan pilar, dia melebarkan matanya karena Yun Ying sudah berada di depan matanya.
Semua jari tangan kanan Yun Ying diluruskan, energi Qi kuat dan tipis melapisi tangannya, membuat tangannya seakan menjadi pedang.
Tangan kanan Yun Ying beberapa inci lagi akan menusuk wajah Xiang Yang.
Xiang Yang bereaksi tepat waktu, memiringkan kepalanya, tubuhnya berputar lalu bergerak menjauh melewati Yun Ying.
Bersamaan dengan itu, Xiang Yang mengeluarkan pedang kelabang, lalu membuat pedang kelabang melilit pinggang Yun Ying.
Dia berniat menarik tubuh gadis itu, namun bilah pedang kelabang yang melilit pinggang Yun Ying membeku hingga bilah pedangnya Xiang Yang terputus.
"Percuma saja, kau tidak akan bisa mengalahkan ku!" Yun Ying berkata dengan dingin dan wajah gelap, menatap Xiang Yang dengan tatapan penuh nafsu membunuh "Kau harus mati!"
__ADS_1
Yun Ying tidak akan membiarkan Xiang Yang hidup setelah apa yang pemuda itu lihat. Selama ini dia tidak pernah membiarkan pria manapun menyentuh kulitnya, karena dia sangat membenci pria, bukan karena dia pernah putus cinta atau semacamnya, namun karena suatu hal lainnya.
Yun Ying pun melesat kembali menyerang Xiang Yang.
Yun Ying meningkatkan kecepatan dan kekuatannya, membuat Xiang Yang semakin tidak berkutik. Dia terus memberikan serangan telak yang sama sekali tidak bisa dibalas oleh pemuda itu.
*Booommm!!
*Booommm!!
*Booommm!!
Pukulan dan tendangan terus menghantam tubuh Xiang Yang. Pemuda itu terus terpental kesegala arah karena terus menerus mendapatkan serangan.
Bisa saja Yun Ying langsung membunuh Xiang Yang, namun itu tidak dia lakukan. Dia seakan ingin menyiksa pemuda itu terlebih dahulu sebelum membunuhnya.
Hingga setelah belasan menit terus di hajar, Xiang Yang kembali mendapatkan tendangan keras pada perutnya, membuatnya terpental menghantam satu pilar hingga retak.
Baru saja jatuh kebawah, Yun Ying muncul didepannya lalu menusukkan pedang tepat pada jantung pemuda itu, hingga tembus menancap pada pilar di belakangnya.
Tubuh Xiang Yang seperti di paku pada pilar raksasa.
"Aaarrrggghhh!!" Xiang Yang berteriak kesakitan, darah mengalir keluar dari mulutnya.
Sudah jelas tidak ada makhluk yang bisa hidup setelah jantungnya tertusuk seperti itu.
"Aku sudah memperingatkan mu sebelumnya tapi kau malah memaksa ku membunuh mu!" Yun Ying mendengus sebelum berbalik, terbang melayang kearah pil diatas altar.
Dengan hati-hati Yun Ying mengambil pil itu dengan energi Qi nya.
"Aku rasa ini memang Pil Esensi Dewa, seharusnya dengan pil ini, kultivasi ku bisa kembali ketingkat Nirwana!" Yun Ying duduk bersila lalu mulai mengkonsumsi pil tersebut.
Dia pun menyerap manfaat pil.
Selama beberapa saat, Yun Ying merasakan rasa sejuk yang membuatnya merasa sangat nyaman.
Sebagai seorang yang mengolah energi Es, sudah pasti mendapatkan aliran energi dingin membuatnya merasa nyaman.
Akan tetapi, sesaat kemudian Yun Ying merasakan suatu keanehan. Tiba-tiba dia merasakan rasa hangat dalam tubuhnya, namun rasa hangat itu dengan cepat menjadi panas.
Yun Ying mengerutkan keningnya, berusaha mengendalikan gejolak energi panas didalam tubuhnya.
Namun rasa panas di tubuhnya semakin menjadi, sama sekali tidak bisa dia kendalikan. Dia pun mencoba melawan energi panas itu dengan energi dingin miliknya, tapi yang dia dapatkan justru rasa sakit di tubuhnya akibat tabrakan dari dua energi yang bertolak belakang.
__ADS_1
"Aaarrrkkk!!" Yun Ying berteriak kesakitan, memegang perutnya yang terasa panas.
Gejolak energi didalam tubuhnya membuatnya tidak bisa mengendalikan energi dengan benar.
"Sial, apa-apaan ini? Kenapa efek Pil Esensi Dewa malah membuat kekacauan energi didalam tubuh ku!" Yun Ying kembali fokus, berkonsentrasi penuh mengendalikan energinya.
Namun percuma saja, dia bahkan tidak bisa mengendalikan energi Qi nya dengan benar.
Hingga sesaat kemudian, Yun Ying merasakan dingin pada leher bagian kanan. Dia melirik ke kanan dan ternyata sebuah bilah pedang terhunus di samping kanan lehernya.
Yun Ying tertegun lalu menoleh kebelakang, matanya melebar saat melihat sosok pemuda yang tersenyum lebar menghunuskan pedang kearah lehernya.
Pemuda itu tidak lain adalah Xiang Yang.
"Yo, kau sepertinya terlihat sangat menderita!"
"Kau...!" Yun Ying merapatkan giginya, bingung bagaimana bisa Xiang Yang masih hidup setelah sebelumnya dia menusuk jantungnya.
Tidak hanya itu, bahkan tubuh Xiang Yang terlihat normal, tidak ada lebam atau semacamnya, padahal dia yakin sebelumnya sudah menghajar pemuda itu habis-habisan.
"Aku sudah.. menusuk jantung mu.. bagaimana bisa kau.. masih hidup?" Yun Ying berkata sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
"Haha, kau sebelumnya terlalu bersemangat sampai tidak sadar kalau itu semua hanyalah ilusi!"
Yun Ying melebarkan matanya, dia tidak pernah berpikir akan terkena ilusi.
"Ilusi... sejak kapan?"
"Sejak aku melihat betapa hitamnya langit malam!"
Sebelumnya karena Yun Ying tersulut emosi, Xiang Yang bisa membuat gadis itu terperangkap kedalam ilusinya. Sementara dirinya bersembunyi di suatu sudut tertentu ruangan itu.
Xiang Yang tidak berani bergerak atau bahkan mengeluarkan aura atau energinya, karena itu bisa membuat Yun Ying mendeteksi keberadaannya, hingga gadis itu bisa keluar dari ilusinya.
"Kau...!" Yun Ying menjadi marah karena mengetahui apa arti perkataan Xiang Yang.
"Sial, aliran energi didalam tubuh ku sangat kacau, aku sampai tidak bisa mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi ku!" batin Yun Ying.
"Jadi, apakah ada kata-kata terakhir?" Xiang Yang berkata dengan dingin.
"Jika kau membunuh ku maka sesuatu yang tidak akan pernah kau bayangkan akan menghampiri mu, tidak hanya seluruh keluarga mu tapi seluruh Benua Lingwu akan hancur!" Yun Ying berkata dengan ekspresi menahan rasa sakit.
"Aku tidak peduli!" setelah mengatakan itu, Xiang Yang langsung menebas leher Yun Ying.
__ADS_1