
Setelah memikirkan rencana awalnya, Xiang pun melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanannya, Xiang Yang memilih jalur lurus yang langsung menuju Kota Langit Ungu, ia tidak menggunakan jalan yang biasa digunakan oleh orang-orang karena akan memakan waktu lebih lama dan juga jarak yang lebih jauh.
Meskipun jalur lurus yang Xiang Yang pilih memiliki jarak tempuh yang lebih pendek, namun juga lebih beresiko karena akan melewati beberapa hutan yang pastinya terdapat Spirit Beast juga kemungkinan bertemu dengan para bandit lebih besar.
Namun Xiang Yang tidak peduli dengan bahaya itu, ia akan menganggap itu sebagai latihan untuknya.
1 hari kemudian, Xiang Yang masih melakukan kegiatan seperti hari-hari sebelumnya dalam perjalanan.
Xiang Yang terus melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, hingga beberapa menit kemudian, ia berhenti di sebuah dahan pohon.
"Hm, suara pertarungan!" Xiang Yang samar-samar mendengar suara pertarungan, ia mencoba menajamkan pendengarannya, mencari arah keberadaan suara pertarungan itu.
"Arah jam 11!" tanpa menunda waktu, Xiang Yang langsung bergerak kearah jam 11.
Sekitar setengah jam kemudian, Xiang Yang berhenti di sebuah dahan pohon, melihat kearah kejauhan dimana seorang pria muda sedang dikepung oleh belasan orang.
Pria muda itu terlihat mengalami luka yang lumayan parah, namun ekspresinya sama sekali tidak menunjukkan keraguan dan ketakutan, pemuda itu menatap penuh kemarahan pada belasan orang yang mengepungnya.
"Apa yang terjadi disana? Siapa pemuda malang itu!" Xiang Yang hanya diam mengamati, ia datang kemari hanya untuk melihat situasi, sama sekali tidak berniat ikut campur.
"Hahaha! Pangeran Ming Tu, kau sudah tidak bisa melarikan diri lagi, riwayat mu akan tamat hari ini!" salah satu orang tertawa dengan senyum menghina.
"Pasukan pemberontak mu dan Sekte Langit Ungu akan segera menjadi sejarah! Pangeran Ming Tu, jika kau bersujud minta ampun dan menggonggong seperti anjing maka mungkin aku akan mengampuni nyawa mu!" yang lainnya menambahkan.
"Jangan harap aku akan menuruti keinginan kalian!" Ming Tu meludah "Bahkan jika aku akan mati hari ini, setidaknya aku akan menarik salah satu dari kalian ikut bersama ku!"
"Hahaha! Pangeran Ming Tu, kau terlalu banyak bermimpi, dengan kondisi mu saat ini, bahkan kau tidak bisa melukai salah satu dari kami! Bagaimana kau akan membunuh kami?"
Ming Tu tidak menanggapi perkataan orang itu, ia langsung melesat cepat menyerang dengan sisa-sisa tenaganya.
Semua orang itu hanya berada ditingkat Silver Core, tidak ada yang berada ditingkat Gold Core. Ming Tu sendiri berada ditingkat Silver Core tahap 4 puncak.
__ADS_1
Ming Tu terus menyerang dengan susah payah, sedangkan belasan musuhnya hanya tertawa mengejek sambil terus menghindar, sama sekali tidak melakukan serangan.
Jelas sekali mereka hanya ingin mempermainkan Ming Tu sebelum membunuh pemuda itu.
Hingga pada satu kesempatan, Ming Tu berhasil memberikan sayatan yang dalam pada lengan salah satu musuhnya, membuat pemuda itu tersenyum.
Musuh yang Ming Tu lukai jadi marah karena mendapatkan luka, juga ditertawai oleh rekan-rekannya.
Karena marah, ia langsung menendang Ming Tu dengan keras, membuat pemuda itu terlempar 20 meter lebih.
"Huh, kesabaran ku sudah habis, aku akan membuat mu membayar berkali-kali lipat atas luka yang kau berikan!" Orang itu memasang wajah gelap, menatap Ming Tu yang terbaring lemah ditanah dengan tatapan kemarahan. Ia berjalan pelan dengan tombak yang diseret membuat garis memanjang di tanah.
Hingga saat ia tiba didepan Ming Tu, orang itu menebaskan tombaknya, berniat memenggal kepala Ming Tu.
Ming Tu tiba-tiba seakan melihat waktu melambat.
"Apakah seperti ini yang akan terjadi jika ajal sudah mendekat?" Ming Tu memejamkan matanya "Apa semuanya akan berakhir disini? Semua perjuangan ku selama ini untuk menegakkan keadilan di Kekaisaran Ming ini akan hilang begitu saja?"
Ming Tu sudah pasrah akan kematiannya, namun setelah beberapa saat, ia tidak merasakan apa-apa.
Ming Tu membuka pelan matanya, hal pertama yang ia lihat adalah punggung seorang pemuda yang sudah pasang badan di depannya.
Pemuda di depan Ming Tu tidak lain adalah Xiang Yang.
Sebelumnya Xiang Yang memang berniat untuk melihat saja, namun setelah mengetahui kalau pemuda itu adalah Ming Tu yang merupakan pangeran Kekaisaran Ming, Xiang Yang akhirnya memutuskan untuk menolongnya.
"Siapa kau?" Ming Tu bertanya dengan suara lemah.
"Saudara, kau tidak perlu banyak bicara untuk sekarang!" Xiang Yang melemparkan satu pil yang langsung ditangkap oleh Ming Tu "Makan itu dan pulihkan kondisi mu, biar aku yang mengurus mereka!" Xiang Yang berjalan maju beberapa langkah.
Ming Tu tertegun sejenak, melihat pil ditangannya lalu tanpa ragu memakan pil tersebut. Ming Tu mengambil posisi bersila untuk memulihkan kondisinya.
"Bocah, aku sarankan agar tidak ikut campur dan pergi dari sini atau kau akan mati!" Satu orang mengacungkan pedangnya.
__ADS_1
"Untuk apa membiarkannya pergi? Kita bunuh saja dia karena sudah berani menghalangi kita!" Orang itu langsung menerjang maju.
"Menyerang secara langsung dengan penuh amarah, membuka banyak celah! Sungguh kau terlalu meremehkan ku!" Xiang Yang tersenyum tipis, lalu melemparkan satu jarum es.
Jarum es itu melesat cepat, tidak bisa dihindari hingga jarum es itu menancap di dada orang itu, membekukan jantungnya hingga mati seketika.
Hal itu terjadi begitu cepat, bahkan orang-orang lainnya tidak sempat berkedip sebelum satu rekannya itu terbunuh.
"BAJINGAN! BERANINYA KAU! BUNUH BOCAH ITU!"
"HORREAAAA...!"
Belasan orang itu dengan cepat menerjang menyerang Xiang Yang.
Xiang Yang mengeluarkan pedangnya, mengalirkan energi Yin-Yang dan energi Inti Apinya pada pedangnya.
Kobaran api panas dan dingin seketika keluar dari pedang Xiang Yang, menggelora dengan tekanan yang intens.
"Sekumpulan orang bodoh yang tidak bisa belajar dari kesalahan!" Xiang Yang dengan kuat melakukan tebasan tunggal.
"Matilah! Tebasan Api Surgawi!"
*Wooossshhh..!!
Gelombang tebasan api dengan tekanan kuat, menyembur keluar dari tebasan tunggal Xiang Yang, melesat cepat kearah belasan orang didepannya.
Belasan orang itu tidak menyangka bocah didepan mereka akan bisa mengeluarkan teknik sekuat ini, hingga mereka tidak melakukan persiapan apapun. Mereka tidak bisa menghindar, hanya bisa pasrah menerima nasib.
*BOOOMMM...!!
Gelombang api itu menghantam belasan orang itu hingga menyebabkan ledakan keras. Hawa panas dan dingin tumpang tindih membuat suasana aneh di sekitar ledakan.
Di area ledakan itu terdapat lantai es di beberapa bagian, ada juga tanah yang memerah seperti bara api.
__ADS_1
Tubuh belasan orang itu sudah menjadi abu, namun ada juga beberapa bagian tubuh yang terlihat berada di dalam bongkahan es.
Intinya, mereka semua telah mati hanya dalam satu kali serangan Xiang Yang.