Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.47 - Kisah Masa Lalu


__ADS_3

"Sesuai dengan permintaan ayah, aku membawa pulang seorang menantu untuk ayah!" Xiang Yang tersenyum lebar "Namanya Medusa, atau bisa juga ayah panggil dengan sebutan Cai'er!"


Xiang Han tertegun mendengar itu, secara refleks dia menoleh kearah Xiang Yang, lalu kembali menatap Cai'er lekat-lekat.


Cai'er menjadi gugup, menundukkan kepala sambil memainkan jari-jarinya. Jika dipikir-pikir, ini pertama kalinya Cai'er merasa gugup seperti ini.


"Hahaha! Yang'er, kau tidak mengecewakan ayah, memang ayah menginginkan menantu yang cantik!" Xiang Han duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan Cai'er.


"Medusa kan? Nama mu cukup unik, namun itu tidak masalah!" Xiang Han melihat makanan yang memenuhi meja makan "Apakah ini semua kau yang memasaknya?"


"I-iya, ini semua aku yang masak!" Cai'er masih terlihat gugup, bisa diketahui dari kata-katanya yang gagap.


"Haaah!! Medusa, kenapa kau jadi seperti ini?! Bagaimana jika ini membuat ayah mertua mu jadi tidak menyukai mu?!"


Cai'er mengutuk dirinya sendiri dalam hati.


Xiang Han tersenyum hangat "Tidak perlu gugup Cai'er, kau bisa memanggilku ayah, sama seperti Yang'er memanggil ku!"


"B-baiklah ayah!" Cai'er tersenyum canggung, tidak bisa menghilangkan rasa gugup dihatinya.


Xiang Yang saat ini juga sudah duduk di kursi disamping Cai'er.


"Apakah Cai'er biasanya pemalu seperti ini Yang'er?" Tanya Xiang Han.


"Tidak!" Xiang Yang menatap Cai'er sesaat sebelum kembali menatap Xiang Han "Ini juga pertama kalinya aku melihat Cai'er yang pemalu, biasanya dia sangat ganas!"


Cai'er segera mencubit perut Xiang Yang dengan ekspresi cemberut.


"Ganas?" Xiang Han menatap Xiang Yang dengan senyum lebar penuh makna.


"Ayah, jangan berpikir yang aneh-aneh!"


"Oh, kau tidak membantah perkataan ku?" Xiang Han tersenyum semakin lebar.


"Mendengar ucapan mu membuat ku ingin menyumpal mulut ayah dengan makanan ini!"


"Hahaha...! Kau masih tidak membantah perkataan ayah! Tapi itu bagus Yang'er, dengan begitu maka ayah bisa secepatnya mendapatkan cucu!" Xiang Han menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Xiang Yang tersenyum kecut, sementara Cai'er menutup wajahnya karena malu. Dia sendiri belum siap untuk mempunyai anak untuk saat ini.


"Sudahlah ayah, tidak baik bicara terlalu banyak saat makanan sudah siap diatas meja! Lebih baik kita makan dulu sebelum melanjutkan obrolan!" Xiang Yang langsung menyantap makanan diatas meja.


Xiang Han juga ikut mencobanya, dia ingin tau bagaimana rasa masakan calon menantunya.


"Lumayan enak, memang pantas menjadi menantu ku!" Xiang Han kembali menyantap makanan setelah berkomentar.


"Terima kasih ayah!" Wajah Cai'er menjadi cerah mendengar pujian Xiang Han.


"Kalau begini, mungkin aku akan merepotkan Cai'er untuk memasak setiap hari!"


"Tentu saja!" Wajah Cai'er semakin cerah.


"Oh ya Cai'er, dari mana asal mu? Apakah orang tua mu tau kalau kau pergi keluar?" tanya Xiang Han.


Cai'er menundukkan kepalanya karena mengingat tentang orang tuanya yang telah terbunuh.


Melihat ekspresi Cai'er, Xiang Han pun mengerti "Maaf Cai'er, aku mungkin mengingatkan mu pada suatu tragedi yang ingin kau lupakan!"


"Ayah, kenapa kau selama ini merahasiakan kekuatan mu? Padahal jika semua orang tau kalau ayah berada ditingkat Sky Spiritual tahap 5, ayah pasti bisa menjadi Patriak Keluarga Xiang!" Xiang Yang menatap ayahnya dengan pemasaran.


Semua orang mengira kalau ayahnya hanya seorang kultivator tingkat True Fondation tahap 3 puncak yang merupakan tetua paling lemah.


Namun siapa sangka ternyata ayahnya telah mencapai puncak kultivasi. Entah bagaimana ayahnya bisa memiliki kultivasi setinggi itu dengan sumberdaya di Keluarga Xiang yang seharusnya sangat terbatas.


"Karena ayah memang tidak ingin menjadi Patriak! Menjadi Patriak terlalu merepotkan!" Xiang Han memasang ekspresi malas.


Xiang Yang tersenyum kecut.


"Oh ya ayah, dimana tempat ibu dimakamkan? Aku ingin pergi kesana mengunjungi ibu dengan membawa Cai'er!"


Selama ini Xiang Yang hanya mengetahui jika ibunya telah mati saat dia dilahirkan, namun tidak tau dimana makam ibunya berada.


"Sepertinya sudah waktunya ayah menceritakan hal ini pada mu!" Ekspresi Xiang Han berubah serius, membuat Xiang Yang dan Cai'er juga menjadi serius.


"Sebenarnya ibu mu tidak mati, ya..setidaknya itulah yang ayah tau semenjak perpisahan kami terakhir kali! Namun ayah yakin jika dia pasti masih hidup sampai sekarang!"

__ADS_1


Xiang Yang terkejut mendengarnya, begitu juga dengan Cai'er yang sebelumnya mendengar dari Xiang Yang jika ibunya telah meninggal.


"Jadi..ibu masih hidup? Kenapa ayah berbohong pada ku selama ini?"


"Ayah hanya ingin menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan semua ini! Baiklah, biarkan ayah selesai bercerita terlebih dahulu!"


Xiang Han pun mulai bercerita dari masa mudanya dulu, yang mana dia merupakan salah satu jenius di Keluarga Xiang.


Xiang Han memiliki sifat sembrono dan tidak tau yang namanya peringatan, suka menantang maut hingga berkali-kali hampir kehilangan nyawanya.


Saat Xiang Han berusia 18 tahun, dia memasuki Hutan Pohon Darah, dimana saat itu dia sudah berada ditingkat True Fondation tahap 1.


Tanpa rasa takut, Xiang Han pergi menjelajahi Hutan Pohon Darah, berlatih dengan menghadapi Spirit Beast.


"Hahaha! Bertarunglah dengan ku dan jadilah batu loncatan ku!" Xiang Han menyerang Spirit Beast didepannya.


Di masa mudanya, Xiang Han memang sangat liar dan tidak terkendali.


Entah sudah berapa banyak Spirit Beast yang Xiang Han bunuh dalam dua bulan ini.


Xiang Han terus memasuki Hutan Pohon Darah lebih dalam, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya, hingga gerakannya terhenti di salah satu dahan pohon karena melihat dari jarak beberapa ratus meter didepannya, terlihat seperti seseorang yang tergeletak di tanah.


Di samping sifat liar dan tidak terkendali Xiang Han, dia sebenarnya memiliki pribadi yang baik dan peduli pada orang yang membutuhkan.


Xiang Han bergegas menghampiri orang itu, namun baru setengah jalan, dia melihat dari kejauhan seekor Spirit Beast macan juga melesat kearah orang itu.


Xiang Han pun mempercepat gerakannya, namun macan itu sampai lebih dulu.


Spirit Beast Macan melompat berniat menerkam orang itu, namun gerakannya terhenti saat sebuah pedang melesat kearahnya.


Secara refleks Spirit Beast macan melompat mundur. Saat itulah Xiang Han mendarat di dekat pedang yang dia lempar tadi.


Pertarungan pun terjadi antara Spirit Beast macan dan Xiang Han, Diaman berakhir dengan kemenangan Xiang Han, namun dengan tubuh penuh luka.


Xiang Han menghampiri orang yang tergeletak itu, seketika dia tertegun karena orang itu ternyata adalah seorang gadis yang sangat cantik. Sangat jelas meskipun wajah gadis itu berlumuran darah.


Sesaat setelah sadar dari lamunannya, Xiang Han menggendong gadis itu, lalu pergi mencari tempat yang aman untuk mengobati lukanya, sekaligus merawat luka gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2