
Suasana di Aula Utama langsung sunyi setelah Wan Tang mengungkapkan keinginannya.
"Wan Tang, apakah kau merasa telah menjalankan perintah ku dengan baik?"
"Sudah Ratu ku!" Wan Tang menjawab dengan penuh keyakinan.
"Apakah aku pernah memerintahkan untuk membunuh orang yang aku cari?"
Wan Tang diam sejenak, ia memikirkan perintah dari Cai'er dan mengingat kalau Cai'er hanya memerintahkan untuk mencari dua pria, jika sudah ketemu maka harus langsung melaporkan pada sang Ratu. Sama sekali tidak ada perintah untuk membunuh.
Tiba-tiba Wan Tang merasakan beban berat di punggungnya. Ia pun secara perlahan mengangkat kepalanya, melihat kearah Cai'er.
Mata Wan Tang melebar saat menyadari kalau Cai'er sekarang menatapnya dengan dingin menggunakan mata yang menyala hijau dengan pupil tajam.
"Katakan Wan Tang! Apakah aku pernah memerintahkan untuk membunuh mereka?" suara Cai'er semakin berat.
Tidak hanya tubuh Wan Tang yang gemetar, namun juga tubuh Tetua Tan Yi.
"A..."
Belum sempat Wan Tang menyelesaikan satu kata, ia merasakan angin dingin melewati pipi kirinya.
Wan Tang menyadari jika sekarang pipinya mengeluarkan darah karena serangan Cai'er.
Cai'er cukup merasa lega karena yang Wan Tang temui bukanlah Xiang Yang melainkan orang yang hanya mirip dengannya. Jika yang Wan Tang temui benar-benar Xiang Yang, maka sekarang Xiang Yang sudah pasti mati, Cai'er tidak akan bisa lagi bersama suaminya.
Tentu saja dia merasa sangat marah, dia tidak akan pernah memaafkan orang yang berniat membunuh Xiang Yang, entah siapa pun itu.
"Maaf Ratu ku, aku..."
*BAAAM!
*BOOOMMM...!!
Sebuah tendangan keras tepat mengenai wajah Wan Tang, hingga membuat pria itu terpental keras menghantam tembok sampai hancur.
Tetua Tan Yi sama sekali tidak bergerak dari posisinya, bernafas saja dia tidak berani karena sekarang Cai'er berdiri tepat di sampingnya.
"Katakan, bagaimana kau ingin mati?" Cai'er berjalan perlahan mendekati Wan Tang yang kini berusaha berdiri.
Wan Tang mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
"Ratu ku, saya hanya melakukan satu kesalahan, apakah anda tidak bisa memaafkan saya? Lagi pula yang saya bunuh hanyalah seorang pemuda biasa!"
"Ya, kau memang hanya membunuh pemuda biasa dan dia bukanlah orang yang aku cari! Tapi kau sudah membuat ku hampir terkena serangan jantung karena mengira yang kau bunuh adalah orang yang aku cari." suara Cai'er semakin dingin "Dan apa kau tau siapa yang berusaha kau bunuh?"
Wan Tang terdiam karena ia juga tidak tau identitas dari dua pria yang dicari Cai'er.
"DIA ADALAH SUAMI KU! KAU BERNIAT MEMBUNUH SUAMI KU JADI KAU HARUS MENDAPATKAN AKIBATNYA!"
"Ap..."
Belum sempat Wan Tang bereaksi, pukulan keras kembali mengenai wajahnya.
Namun kali ini, tubuh Wan Tang diseret dengan pukulan Cai'er yang masih menempel di wajahnya.
*Booommm!
*Booommm!
*Booommm!
Tubuh Wan Tang sudah menabrak beberapa dinding sampai hancur, namun Cai'er masih terus menyeret Wan Tang.
Hingga tubuh Wan Tang keluar dari kastil Aula Utama, barulah Cai'er melepaskannya, tapi tubuh Wan Tang terus terpental menggerus tanah sampai membuat garis jalan melengkung.
"RATU SEDANG MARAH! PERGI SEJAUH MUNGKIN!" Salah seorang diantara mereka berteriak, membuat mereka semua langsung berhamburan pergi menjauh dengan kecepatan tinggi.
Mereka sudah tau seberapa menyeramkan Cai'er ketika sedang marah. Tidak peduli siapapun itu, kalau tidak sekarat maka sudah pasti akan mati.
Bisa dilihat wajah Wan Tang berlumuran darah, hidungnya bengkok karena pukulan Cai'er membuat tulang hidungnya remuk.
Wan Tang berniat bangkit, namun Cai'er tiba-tiba muncul didepannya lalu memberikan pukulan keras pada perut pria itu.
*BOOOMMM...!
"GOUHK!" Wan Tang memuntahkan banyak darah, perutnya terlihat berlubang karena pukulan Cai'er.
Wan Tang masih tidak mati, memang dengan tingkat kultivasinya saat ini, luka seperti itu masih bisa disembuhkan.
Ekspresi Cai'er masih sepenuhnya dingin, matanya menyala hijau dengan pupil tajam.
Cai'er menginjak dada Wan Tang lalu menarik tangan kirinya.
__ADS_1
"Ratu... tolong maafkan aku.." Wan Tang berkata dengan suara lemah.
Cai'er tidak mempedulikan perkataan Wan Tang, ia terus menarik tangan pria itu hingga lengannya terlepas dari tubuhnya.
"Aaarrrggghhh...!" Wan Tang berteriak kesakitan.
Para anggota Sekte Ular Neraka yang melihat itu dari jauh, hanya bisa bergidik ngeri. Mereka tidak tau apa yang menyebabkan Ratu mereka marah hingga sampai ingin membunuh Wan Tang.
Cai'er kembali menarik tangan kanan Wan Tang hingga lengannya terlepas membuat pria itu berteriak keras. Sekarang Wan Tang sudah tidak memiliki kedua lengannya.
"Kematian yang cepat terlalu baik untuk mu, akan ku buat kau merasakan hidup adalah sebuah kutukan!" serbuk hitam keluar dari tangan kanan Cai'er.
"Racun Kesengsaraan Neraka!"
Serbuk hitam itu melayang lalu masuk kedalam tubuh Wan Tang melalui hidung.
"Aaarrrggghhh...!!" Wan Tang langsung berteriak keras.
Cai'er pun berbalik, berjalan meninggalkan Wan Tang yang masih berteriak keras. Entah apa yang akan Wan Tang lalui setelah serbuk hitam itu memasuki tubuhnya, namun yang pasti bukanlah hal baik.
***
Gunung Dewa Obat merupakan sebuah organisasi atau bisa dibilang sebuah sekte yang semua anggotanya merupakan alkemis.
Gunung Dewa Obat merupakan sekte yang sangat dihormati, karena merupakan kelompok perkumpulan para alkemis terbesar di Wilayah Utara.
Gunung Dewa Obat berdiri di Kekaisaran Qin, dimana keberadaan Gunung Dewa Obat memberikan keuntungan tersendiri bagi Kekaisaran Qin.
Kekaisaran Qin dapat meminta jasa anggota Gunung Dewa Obat untuk menyuling pil dengan lebih mudah. Sedangkan untuk orang-orang diluar Kekaisaran Qin memerlukan persyaratan tertentu, dan tentu saja biaya yang diperlukan lebih tinggi.
Sekarang Kekaisaran Qin bisa dibilang menjadi salah satu Kekaisaran terkuat di Wilayah Utara berkat keberadaan Gunung Dewa Obat.
Saat ini, Xiang Yang berada di Kekaisaran Qin, tepatnya di sebuah restoran di kota Qian.
Xiang Yang tidak sendirian, dia ditemani oleh Han Shizu. Sebelumnya Xiang Yang memang melarang gadis itu untuk ikut, namun karena Han Shizu sedikit memaksa, akhirnya Xiang Yang mengijinkannya.
Untuk menghindari masalah yang tidak perlu, Han Shizu mengenakan pakaian hitam tertutup dengan penutup wajah bagaikan ninja.
Tujuan Xiang Yang datang ke Kekaisaran Qin pastinya untuk mengunjungi Gunung Dewa Obat. Dia berencana untuk menjadikan Gunung Dewa Obat sebagai bagian dari Sekte Naga Emas.
Tentu saja Xiang Yang tidak akan melakukan cara kasar, dia telah menyusun sebuah rencana yang pastinya akan membuat Gunung Dewa Obat bisa dengan mudah ia dapatkan.
__ADS_1
Entah bagaimana cara yang akan Xiang Yang lakukan.
Setelah selesai makan, Xiang Yang dan Han Shizu membayar tagihan makanan sebelum keluar dari restoran lalu melanjutkan perjalanan.