
Keesokan harinya, Xiang Yang terbangun dari tidurnya dengan senyum cerah. Ia sangat puas karena dapat membalas perbuatan Cai'er kemarin malam.
Semalam setelah menemukan penginapan dan menyewa kamar, Cai'er terus menyeret Xiang Yang hingga masuk kamar.
Cai'er langsung tidur di ranjang setelah itu menarik selimut, tanpa menghiraukan Xiang Yang yang meringis kesakitan mengelus telinganya.
Entah kenapa tidak seperti biasanya, Cai'er tidak ingin melakukan kegiatan malam bersama Xiang Yang, sepertinya ia memang sedang kesal dengan Xiang Yang.
Namun pada akhirnya, setelah mendapatkan sentuhan-sentuhan dan rayuan maut Xiang Yang, Cai'er yang tidak tahan lagi akhirnya masuk perangkap Xiang Yang.
Xiang Yang menjadikan kegiatan malam mereka sebagai pembalasan karena Cai'er telah menjewer telinganya, dimana ia membuat Cai'er begadang semalaman tanpa memberinya waktu istirahat.
Cai'er hampir saja pingsan tadi malam karena perbuatan Xiang Yang jika saja pemuda itu tidak berhenti.
Hingga sekitar 1 jam yang lalu barulah Cai'er bisa tidur, sekarang bisa dilihat wajahnya sangat kelelahan.
Ya..seperti kata pepatah 'Seganas-ganasnya seorang istri, pasti akan takluk diatas ranjang'.
(Pepatah dari mana dah itu)
Xiang Yang berniat beranjak dari ranjang, namun lengannya tiba-tiba diraih oleh Cai'er, dipeluk dengan erat.
"Jangan pergi" Cai'er berkata lirih.
Xiang Yang menoleh melihat wajah istrinya yang masih tertidur pulas, sepertinya ia mengigau.
Melihat wajah Cai'er yang sangat kelelahan, entah kenapa Xiang Yang merasa bersalah atas apa yang ia lakukan tadi malam.
***
20 hari berlalu begitu cepat, Ibu Kota Kekaisaran sekarang sudah semakin ramai karena sebentar lagi turnamen Kekaisaran Han akan segera dimulai.
Xiang Yang dan Cai'er selalu menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang di Ibu kota.
Entah sudah berapa kali masalah datang karena para orang-orang tolol yang ingin mendekati Cai'er.
Orang-orang tolol itu bernasib malang, entah dihajar oleh Cai'er, atau tulangnya dipatahkan oleh Xiang Yang.
Bahkan pernah sekali Cai'er melancarkan aksi psikopatnya karena sangat kesal dengan satu orang yang sangat tolol.
__ADS_1
Dan nasib orang tolol itu berakhir seperti Li Fan, jasadnya ditemukan tergeletak di kamarnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan, tidak ada yang mengetahui siapa pelaku yang telah berbuat keji itu.
Selain itu, Xiang Yang sama sekali tidak pernah menemukan wanita pembunuh yang sebelumnya kabur. Entah kemana perginya wanita itu, Xiang Yang juga tidak pernah mencarinya.
***
Sementara itu, kelompok peserta dari Kota Batu Hitam sekarang sudah berada di tengah perjalanan.
Xiang Zu, Xiang Jun dan Xiang Ba adalah generasi muda yang akan menjadi peserta mewakili Kota Batu Hitam.
Selain mereka bertiga, ada 3 orang lagi yang bersama mereka, yaitu Tetua Pertama Xiang Lu, Tetua Ke-2 Xiang Zan, dan Tetua Ke-7 Xiang Han.
Sebenarnya sebelumnya yang ditugaskan untuk mengawal Trio Xiang adalah Tetua Pertama dan Tetua Ke-2 saja, namun Xiang Han mengajukan diri sebagai tambahan.
Sekarang Keluarga Xiang masih belum mengetahui tingkatan kultivasi dari Trio Xiang yang sebelahnya, mereka hanya mengetahui jika Trio Xiang berada ditingkat True Fondation tahap 5 akhir.
Jika mereka mengetahuinya maka mereka akan merasa malu karena mengirim pengawal yang lebih lemah dari orang yang akan dikawal.
"Hahaha, Zu'er! Meskipun kau nanti tidak akan bisa menjadi juara, namun setidaknya Kota Batu Hitam akan menjadi lebih eksis di mata publik! Kau harus bisa menarik perhatian orang-orang agar nanti bisa masuk ke Sekte Pedang Langit!" Xiang Zan tertawa bangga.
"Heheh, itu sudah pasti ayah! Tapi aku yakin nanti akan mendapatkan peringkat satu!" Xiang Zu berkata dengan penuh percaya diri, lalu ia bergumam pelan "Ya..setidaknya jika saudara Xiang Yang dan kakak Cai'er tidak ikut maka pasti aku akan mendapat peringkat 1!"
Hingga beberapa menit kemudian..
"Berhenti!" Xiang Han membuat isyarat tangan untuk berhenti.
Semua orang menatap Xiang Han dengan bingung.
"Ada apa Tetua Xiang Han?" Tetua Xiang Lu bertanya.
Xiang Han tidak menjawab, matanya menelusuri sekitar. Suasana sunyi membuat perasaan semuanya jadi tidak enak.
"Keluar! Apa kalian tidak lelah bersembunyi terus-menerus?!" Xiang Han berseru di tengah kesunyian.
"Hahaha...!!"
Tiba-tiba terdengar suara tawa keras, sesaat kemudian sekitar belasan orang muncul di belasan meter didepan mereka.
Mereka semua langsung memasang kuda-kuda waspada, kecuali Xiang Han yang masih berdiri tegak menatap tajam belasan orang yang menghadangnya.
__ADS_1
Diantara belasan orang yang mana semuanya adalah pria, satu orang terlihat paling tua berdiri di depan.
Pria tua yang terlihat berusia 57 tahun itu memiliki aura paling kuat, kultivasinya berada ditingkat Sky Spiritual tahap 5.
Sementara 10 orang sisanya adalah pria berusia 30 tahun kebawah, paling kuat diantara mereka adalah Earth Spiritual tahap 5, sedangkan yang paling lemah berada ditingkat True Fondation tahap 5 akhir.
Mereka adalah Tetua Sun Da dan para muridnya.
"Tidak disangka ternyata memang benar Keluarga Xiang memiliki kultivator kuat, sekarang aku yakin kalian lah yang telah membunuh kakak ku!" wajah Sun Da terlihat gelap.
"Aura yang mereka keluarkan sangat kuat, dari mana mereka berasal? Tidak mungkin mereka hanya bandit jalanan semata!" Xiang Lu memasang wajah buruk, ia tau ini tidak akan berakhir baik.
"Tetua Xiang Lu, Tetua Xiang Zan, bawa anak-anak pergi, aku akan menahan mereka!" Xiang Han berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari kelompok Sun Da.
"Tetua Xiang Han apa yang kau katakan? Seharusnya kaulah yang membawa anak-anak pergi, kami akan menjadi tameng daging kalian untuk melarikan diri!" Xiang Zan tidak menyetujui perintah Xiang Han.
Xiang Han menghela nafas pelan "Aku sebenarnya masih tidak ingin memperlihatkan kekuatan ku! Tapi situasi ini sangat memaksa!"
Aura kuat langsung keluar menyelimuti tubuh Xiang Han, auranya tidak lebih lemah dari Sun Da.
Tetua Xiang Lu dan Tetua Xiang Zan melebarkan matanya karena terkejut, sementara Trio Xiang tidak karena mereka sudah tau kekuatan Xiang Han.
"Tetua Xiang Han kau..." Tetua Xiang Lu tidak bisa berkata-kata lagi karena terkejut.
"Tetua, sekarang bukan waktunya untuk bertanya, bawa mereka pergi! Biarkan aku menahan mereka!"
Wajah terkejut dua tetua kembali menjadi teguh, mereka berniat mengatakan sesuatu namun didahului oleh Xiang Zu.
"Tidak paman Han, kami tidak akan melarikan diri!"
"Benar, kami akan membantu paman Han!"
"Zu'er, apa yang kau katakan, sekarang bukan saatnya menjadi keras kepala!" Xiang Zan sedikit membentak, tentu saja ia tidak ingin kehilangan putranya.
"Ayah, kami selama ini sudah berlatih keras bersama saudara Xiang Yang, kami tidaklah selemah yang kalian pikirkan!"
Bersamaan dengan berakhirnya kalimat Xiang Zu, aura kuat keluar dari tubuh mereka bertiga.
Tetua Xiang Lu dan Tetua Xiang Zan kembali dibuat terkejut sampai tidak tau harus berkata apa. Mereka bisa merasakan kedalaman aura Trio Xiang bukanlah sesuatu yang bisa mereka jangkau.
__ADS_1
Kalau begini bukankah artinya kami yang paling lemah? Haruskah kami yang melarikan diri?. Begitulah yang dia tetua itu pikirkan.