
Xiang Ba mengacungkan pedangnya "Tidak usah banyak bacot! Akan ku habisi kalian semua hari ini!"
"Bocah, aku tidak tau bagaimana bisa ada anggota Keluarga Xiang yang bisa mencapai tingkat kultivasi setinggi itu di usia belasan tahun! Tapi jangan pikir karena kau seorang jenius bisa berbuat seenaknya!" Chen Fu berkata dengan nada keras, tidak ada lagi kesopanan dalam ekspresinya karena identitas Xiang Ba telah terungkap.
"Semuanya menyingkir!" teriak Chen Fu lalu menoleh kearah Li Tsu disampingnya "Saudara Li Tsu, biar aku saja yang mengurus bocah tidak tau diri ini!"
Chen Fu menarik pedangnya sambil melangkah maju kedepan, menatap penuh kemarahan pada Xiang Ba.
"Orang tua bau tanah!" Xiang Ba menyeringai lebar "Jangan salahkan aku jika pinggang mu nanti patah karena tidak kuat bergerak!"
"Bedebah!" Chen Fu yang sudah marah, segera melesat maju menyerang Xiang Ba.
Tidak diam saja, Xiang Ba juga maju dengan pedangnya.
***
Sementara itu, Xiang Zu saat ini sudah masuk ke dalam tambang, berjalan santai menatap sekitar dengan senyum lebar.
Xiang Zu sama sekali tidak menemukan pekerja tambang karena memang masih berada tidak jauh dari pintu masuk lorong tambang.
Semua pekerja yang ada didalam adalah anggota Keluarga Chen dan Keluarga Li, mereka semua pasti sedang menambang kristal Qi dengan penuh semangat.
Mereka telah dengan seenaknya mengambil properti milik Keluarga Xiang.
Tidak bisa dimaafkan! Mereka harus diberi pelajaran, akan ku jadikan tambang ini sebagai kuburan untuk mereka.
Xiang Zu membuka telapak tangan kanannya, terlihat ada 10 benda bulat warna hitam yang terlihat tidak jauh berbeda dengan gundukan tanah yang dibulatkan hingga terlihat seperti pil.
Namun itu sebenarnya ada pil, pil peledak. Seperti namanya, pil itu bisa meledak, Xiang Zu sebelumnya mendapatkan pil itu dari Xiang Yang.
Xiang Zu tersenyum licik sebelum melesat menelusuri lorong tambang.
Di setiap lorong pasti akan ada satu cabang, Xiang Zu menaruh satu pil peledak pada satu pintu cabang lalu memasuki cabang lainnya.
Hingga Xiang Zu sudah memasang 9 pil, pemuda itu melesat keluar dari tambang.
Xiang Zu sekarang hanya memiliki 1 sisa pil peledak, dia menaruhnya pada lorong utama tidak jauh dari pintu masuknya.
__ADS_1
Setelah semua pil peledak terpasang, Xiang Zu keluar dari tambang.
"Sekarang hanya tinggal mengaktifkan semua pil peledak!" Xiang Zu menyeringai.
Di setiap pil peledak, Xiang Zu sudah memasang jejak energi Qi disana, ia hanya tinggal mengaktifkan jejak Qi itu untuk memicu ledakan pada pil peledak.
Tidak lama kemudian.
*Booommm...!
*Booommm...!
*Booommm...!
10 ledakan terjadi secara berturut-turut, membuat lorong tambang runtuh hingga membuat jalan keluar tertutup tanah dan bebatuan.
Para pekerja yang berada di dalam tambang, panik karena tiba-tiba merasakan getaran di dalam tambang, getaran yang membuat mereka berpikir sedang terjadi gempa.
Namun mendengar suara ledakan berturut-turut barusan, mereka jadi berpikir ada yang menyerang tambang.
Para pekerja itu semakin panik, rata-rata dari mereka hanya berada ditingkat Body Tempering tahap 3 kebawah, akan sangat sulit menyingkirkan bebatuan besar yang menutupi lorong jalan keluar.
Mereka sekarang berada di tempat tertutup, entah apakah mereka akan berhasil keluar sebelum udara di tempat itu habis.
Namun tidak ada salahnya berusaha, jadi mereka semua mulai berusaha menghancurkan bebatuan itu menjadi lebih kecil, supaya lebih mudah dipindahkan.
***
Sementara itu, Xiang Yang tersenyum tipis melihat apa yang Xiang Zu perbuat. Dia awalnya mengira pemuda itu akan menggunakan pil peledak untuk menyerang musuh.
"Ternyata aku masih terlalu meremehkan saudara Xiang Zu!" jujur Xiang Yang tidak menduga Xiang Zu akan berpikir sampai sejauh itu untuk menghancurkan tambang.
Xiang Zu sendiri, saat ini langsung pergi keluar dari area tambang, ia yakin para penjaga dari dua keluarga pasti akan segera datang sebab mendengar suara ledakan tadi.
***
Xiang Ba saat ini masih bertarung melawan Chen Fu dengan sengit.
__ADS_1
Terlihat keduanya sudah mendapatkan luka sayatan di berbagai bagian tubuh mereka, namun jelas sekali jika Chen Fu mendapatkan luka lebih banyak, bahkan sudah mulai disudutkan.
Chen Fu tentu saja merasa marah, karena sekarang ada banyak anggota keluarganya yang menonton.
Sebagai seorang Tetua Pertama yang terhormat, bagaimana mungkin dia disudutkan oleh seorang bocah dari Keluarga Xiang.
Namun harus dia akui kalau kemampuan Xiang Ba berada diatasnya meskipun tidak terima dengan kenyataan itu.
Mereka masih terus bertarung sampai kemudian, keduanya berhenti karena mendengar suara ledakan keras dari dalam tambang.
Semua yang ada disana melihat kearah pintu masuk tambang yang runtuh akibat ledakan yang tidak mereka ketahui penyebabnya, Chen Fu juga tidak terkecuali.
Wajah mereka semua menjadi pucat kala melihat pintu masuk tambang telah runtuh, dan mendengar dari banyaknya tadi ledakan yang terjadi, mereka menduga jika lorong-lorong tambang di dalam sana banyak yang runtuh.
Sementara itu, Xiang Ba tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hadir didepan mata. Chen Fu benar-benar menoleh kebelakang disaat musuh sudah jelas-jelas berada didepannya.
Mengabaikan musuh didepan mata adalah kesalahan yang sangat fatal.
Xiang Ba melesat kedepan dalam satu kali tolakan kuat kakinya, lalu menebas leher Chen Fu, membuat kepala pria paruh baya itu terlepas dari tubuhnya.
Di saat yang bersamaan, Xiang Jun juga melihat kesempatan yang tersaji didepan matanya.
Xiang Jun menarik satu anak panah, mengalirkan energi Qi yang banyak, membuat anak panah itu diselimuti aliran listrik yang hampir menutupi semua bagian anak panah.
Dengan tatapan tajam mengarah pada Li Tsu, Xiang Jun melepaskan tali busur yang sudah ditarik dengan kuat, membuat anak panah melesat dengan kecepatan tinggi.
*JLEB!
Anak panah Xiang Jun menancap pada punggung Li Tsu, menembus jantung hingga dadanya.
Pandangan Li Tsu langsung menjadi gelap, kemudian jatuh dengan mata yang masih terbuka lebar seakan tidak percaya akan mati disini, terlebih ia tidak mengetahui siapa yang membunuhnya.
"Hahaha...! Siapa sangka ternyata para bocah itu begitu kejam!" seringai lebar Cai'er semakin menjadi melihat pembunuhan yang dilakukan ketiga pemuda itu.
Siapa yang akan menyangka ketiganya akan mampu membunuh dengan mudah seperti orang yang telah terbiasa dalam membunuh, padahal kenyataannya ini merupakan pengalaman pertama mereka.
"Ya, sebelumnya aku bisa melihat banyak celah dalam rencana mereka, namun siapa sangka semua celah itu tertutupi oleh kebodohan anggota Keluarga Chen dan Keluarga Li!" Xiang Yang masih memasang senyum tipis.
__ADS_1