Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.224 - Han Shizu VS Gu Chen II


__ADS_3

Gu Chen terpental, berguling-guling di tanah, lalu dengan cepat mengatur posisi tubuhnya.


"Tidak ku sangka ternyata dia begitu cepat!" Gu Chen justru tersenyum lebar "Jika tidak bisa membuat mu menjadi istri ku maka akan ku bunuh kau untuk mengambil Jiwa Petir milik mu!"


Elemen petir meledak keluar dari tubuh Gu Chen, membuat retakan di tempatnya berpijak.


Gu Chen dan Han Shizu saling menatap dalam diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya melesat cepat secara bersamaan.


Seketika mereka sudah saling berhadapan, keduanya sama-sama melancarkan pukulan kuat.


*Booommm...!!


Pukulan mereka berdua beradu, membuat gelombang ledakan keras disertai jilatan petir ganas yang menyambar sekitar mereka.


Tidak berhenti sampai di sana, mereka terus menerus beradu pukulan, membuat gelombang ledakan yang saling bersahutan.


Sampai sesaat kemudian.


*Boooommmm...!!


Dalam satu pukulan mereka yang beradu, Gu Chen terpental beberapa meter, membuatnya membuka celah dalam gerakannya.


Han Shizu tidak menyia-nyiakan hal itu, dia dengan cepat melesat lalu memberikan pukulan keras yang tepat mengenai wajah Gu Chen.


Gu Chen terpental kebawah, belum saja tubuhnya menghantam tanah, Han Shizu sudah muncul di bawahnya lalu memberikan tendangan keras.


Gu Chen terpental keatas, namun kakinya segera diraih oleh Han Shizu, kemudian tubuhnya dibanting dengan kuat.


*Baaammm...!!


Tidak berhenti sampai di sana, Han Shizu mengangkat kaki kanannya keatas, memusatkan energi petir kuat. Dalam sekali serangan, kaki Han Shizu menghantam dada Gu Chen.


*BOOOMMM...!!


Ledakan kuat terjadi, asap debu keluar memenuhi area sekitar, hingga tidak terlihat apa yang terjadi didalamnya.


Saat asap debu menghilang, terlihat Gu Chen ternyata mampu menahan serangan Han Shizu dengan kedua lengan yang menyilang didepan dada.


Gu Chen merai kaki Han Shizu, lalu melemparnya menjauh dari dirinya. Dia pun melompat dari kawah, terus bergerak mengambil jarak dari gadis itu.


"Sialan! Bagaimana mungkin dia bisa lebih kuat dari ku?! Jiwa Petir yang dia miliki... meskipun sama dengan milik ku, tapi kenapa energinya lebih murni dan kuat, itu membuat Jiwa Petir milik ku seakan hanya tiruan dari Jiwa Petir miliknya!" Gu Chen merapatkan giginya, tidak terima dengan kenyataan pahit yang dia terima.

__ADS_1


Gu Chen sangat yakin diantara para kultivator tingkat Nescent Soul tahap 5, dirinya merupakan yang terkuat setelah memiliki Jiwa Petir, tidak ada yang bisa mengalahkannya diantara para kultivator Nescent Soul.


Tapi sekarang dia malah disudutkan oleh seorang kultivator tingkat Nescent Soul tahap 3. Ini sungguh membuat kebanggaan Gu Chen hancur.


Han Shizu berjalan santai mendekati Gu Chen, memberikan tekanan tertentu pada Gu Chen.


Gu Chen mengeluarkan sebuah tombak dari cincin dimensinya, lalu mengalirkannya dengan energi Jiwa Petir.


"Kau membuat ku marah, nona! Dengan membuat ku terluka, itu artinya tidak ada kesempatan lagi bagi mu untuk menjadi Sitri ku!"


"Aku malah menjadi lebih lega mendengarnya! Jangan pikir hanya karena kau adalah calon Ketua Sekte, semua wanita akan mau mengikuti mu. Kau harus ingat kalau kau hanyalah seorang calon yang bisa digantikan kapan saja, kau juga bisa saja terbunuh hari ini ditangan ku!"


Gu Chen semakin marah mendengar perkataan Han Shizu, dia pun melesat menyerang gadis itu.


Han Shizu mengeluarkan pedangnya lalu bergerak menyambut serangan Gu Chen.


Pertarungan sengit antara dua kultivator Nescent Soul kembali terjadi.


Serangan demi serangan mereka keluarkan, membuat area tempat mereka bertarung porak-poranda.


Gu Chen benar-benar menyerang Han Shizu dengan niat membunuh yang kuat, sama sekali tidak menahan diri dalam melawan gadis itu.


Begitu juga dengan yang dilakukan Han Shizu, dia ingin membunuh Gu Chen. Selain karena Gu Chen adalah anggota Sekte Naga Biru, juga untuk mendapatkan Jiwa Petir miliknya.


"9 Tombak Halilintar!"


9 tombak petir terbentuk di sekeliling Gu Chen, dia mengibaskan tombaknya, membuat 9 tombak petir melesat kearah Han Shizu.


Han Shizu menangkis semua tombak petir, namun tombak petir itu kembali melesat kearahnya.


Gu Chen tidak diam saja, dia ikut menyerang gadis itu bersama 9 tombak petirnya.


"Hahaha! Apakah hanya ini kekuatan mu?! Jika seperti ini maka tidak lama lagi kau akan mati di tangan ku!" Gu Chen terus menyerang tanpa henti, tidak memberikan jeda untuk Han Shizu.


Han Shizu hanya diam, dia terus menangkis serangan Gu Chen. Hingga sesaat kemudian, gadis itu menebas ke-9 tombak petir dengan cepat, membuat semua tombak petir terlempar.


Han Shizu kemudian melakukan gerakan menusuk, mengincar wajah Gu Chen yang berada tepat didepannya.


Gu Chen melebarkan matanya melihat perubahan gerakan Han Shizu yang tiba-tiba, dia sempat bereaksi, memiringkan kepalanya ke kiri.


*Crasss!

__ADS_1


Pipi kanan Gu Chen tetap terkena serangan, membuat darahnya mengalir keluar.


Gu Chen dengan cepat bergerak mundur lalu mengibaskan tombaknya, membuat ke-9 tombak petir kembali menyerang Han Shizu.


"Aku sudah bisa membaca pergerakan tombak petir mu!" Dalam sekejap, Han Shizu kembali membuat 9 tombak petir terpental.


Dia pun melesat menyerang Gu Chen.


Seketika Han Shizu sudah berada tepat didepan Gu Chen.


Gu Chen langsung menebaskan tombaknya, mengincar kepala Han Shizu.


Dengan mudah Han Shizu menghindari serangan itu, menundukkan badan lalu memberikan tebasan kuat, berniat memotong tubuh Gu Chen.


Gu Chen masih sempat membuat lapisan energi yang melindungi pinggangnya.


*Slasss...!!


Dengan lapisan energi itu membuat Gu Chen tidak mendapatkan luka yang fatal, meskipun pinggang kanannya mendapatkan tebasan yang dalam.


Gu Chen terpental belasan meter. Saat dia sudah mendapatkan kembali momentumnya, ia tidak menemukan keberadaan Han Shizu.


Tiba-tiba Gu Chen merapatkan Han Shizu sudah berada dibelakangnya. Dia berniat berbalik namun sebuah tebasan secara telak mengenai punggungnya.


"Arrrkkk!!" Gu Chen berteriak kesakitan.


Han Shizu menendang punggung Gu Chen, memberikan rasa sakit yang berlipat pada punggungnya.


Gu Chen terpental menghantam tanah dalam keadaan terlungkup.


"Ughh!" Gu Chen berniat bangkit, namun...


*Jleb! Jleb!


Pedang petir menembus kedua lengannya, seakan kedua lengannya di paku kedalam tanah.


"AAARRRKK!!" Gu Chen berteriak keras.


Belum saja selesai rasa sakit pada kedua lengannya, dua pedang petir menancap pada kedua kakinya, membuat pria itu mengeluarkan suara teriakan yang semakin keras.


Gu Chen tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya dalam kondisi ini, sungguh nasib yang sial untuknya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Han Shizu me darat di samping Gu Chen.


"Sudah ku bilang, meskipun kau memiliki kultivasi di atas ku, kau yang hanya memiliki satu pecahan tidak akan bisa melawan ku yang sudah menyatukan 3 pecahan Jiwa Petir!"


__ADS_2