
"Menyembuhkan Kaisar Ming Qin memang akan sangat sulit, bahkan bisa dikatakan mustahil jika kondisinya sudah seperti ini!" Xiang Yang duduk berlutut di samping ranjang "Namun itu hanya berlaku untuk alkemis biasa!"
Xiang Yang mulai proses penyembuhan.
Xiang Yang memang memiliki pil yang dapat langsung menyembuhkan Kaisar Ming Qin, namun efeknya terlalu kuat untuk ditampung tubuh Kaisar Ming Qin yang terlalu lemah.
Jadi untuk pertama, Xiang harus membuat Kaisar Ming Qin bangun hingga dapat kembali menggunakan energi Qi.
Xiang Yang mulai dari mengalirkan kekuatan jiwanya keseluruh tubuh Kaisar Ming Qin, membuat beberapa jalur seperti pipa kecil dari kekuatan jiwanya, kemudian menyaring darah sang Kaisar melalui jalur yang ia buat.
Sambil melakukan proses penyaringan, Xiang Yang memasukkan pil kedalam mulut Kaisar Ming Qin, membantunya menyerap pil tersebut untuk mendukung proses penyaringan darah.
Xiang Yang terlebih dahulu memfokuskan untuk menyaring racun pada Dantian Kaisar Ming Qin, agar dia bisa menggunakan energi Qi.
Setelah beberapa menit, Xiang Yang kembali memasukkan pil kedalam mulut sang Kaisar.
Proses itu dilakukan cukup lancar, hingga setelah 10 menit, Xiang Yang mengeluarkan sebuah wadah kecil lalu menusuk ujung jari tengah tangan kiri Kaisar Ming Qin dengan jarum kecil.
Cairan hitam mengalir keluar dari jari tengah Kaisar yang ditusuk jarum. Xiang Yang cepat mengarahkan wadah ditangannya sebagai wadah dari cairan hitam yang terus keluar dari jari tengah Kaisar Ming Qin.
Setengah jam berlalu, cairan hitam yang merupakan racun itu pun memenuhi wadah kecil.
"Seharusnya sekarang sudah cukup!" Xiang Yang menghentikan proses penyaringan, membuat cairan hitam di jari tengah Kaisar Ming Qin berhenti keluar "Tunggu sebentar lagi Saudara Ming Tu, Kaisar Ming Qin akan segera bangun!"
Ming Tu mengangguk sebagai jawaban.
Xiang Yang berdiri lalu menepuk bahu Ming Tu "Aku rasa kalian perlu berbicara berdua!"
Xiang Yang memasang kembali topengnya sebelum berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
Hal pertama yang menyambut Xiang Yang setelah keluar adalah wajah khawatir dari Wang Duo dan Yuan Ran, sementara Ming Xue sendiri masih terlihat seperti biasa.
"Bagaimana Tuan Alkemis? Apakah suami ku bisa disembuhkan?" tanya Yuan Ran.
Xiang Yang menghela nafas "Sangat sulit untuk melakukannya, kekuatan ku tidak mampu menyembuhkan Yang Mulia Kaisar!"
Air mata langsung mengalir keluar membasahi wajah Yuan Ran, bahkan bisa didengar Isak tangisnya yang pelan.
"Wanita ini sungguh ahli dalam berakting, jika aku tidak mengetahui seperti apa wajah yang dia sembunyikan, mungkin aku juga akan terjebak kedalam tipuannya!" gumam Xiang Yang dalam hatinya.
Xiang Yang merasa jijik melihat Yuan Ran, namun di satu sisi ia juga kagum dengan kemampuan akting wanita itu serta otaknya yang licik.
"Apakah kondisi suami ku akan terus seperti ini?" Yuan Ran bertanya dengan suara bergetar, benar-benar terlihat putus asa dengan kondisi Kaisar Ming Qin "Heheh, sepertinya aku hanya terlalu khawatir, pak tua itu tidak mungkin bisa disembuhkan!" Yuan Ran tersenyum licik dalam hatinya.
"Saudara ku sekarang sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Yang Mulia Kaisar, jadi untuk sekarang kita tunggu saja!" Xiang Yang melirik sekilas kearah Ming Xue yang mana gadis itu memutar matanya dengan malas.
Sepertinya Ming Xue sudah jengah melihat topeng yang ibunya kenakan saat ini.
Meskipun Xiang Yang memiliki kekuatan untuk membuka wajah asli Yuan Ran secara paksa, namun tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan, terkadang kita juga perlu mengandalkan otak agar masalah bisa selesai dengan lebih mudah dan lancar.
Yuan Ran mengusap air matanya "Semoga saja setidaknya suami ku bisa sadar, agar aku bisa kembali berbicara dengannya!"
**
Setelah beberapa menit berlalu, bisa Ming Tu lihat, kelopak mata Kaisar Ming Qin bergerak, hingga beberapa saat kemudian, sang Kaisar membuka matanya secara perlahan.
Pandangan Kaisar Ming Qin masih buram karena baru membuka mata setelah sekian lama tertidur. Pandangan Kaisar Ming Qin semakin jelas seiring waktu, tidak lama setelah pandangannya menjadi jelas, hal pertama yang Kaisar Ming Qin lihat adalah wajah putranya yang memandangnya dengan dingin.
"Tu'er.." Kaisar Ming Qin berkata dengan suara lemah.
__ADS_1
"Oh, kau sudah sadar" Tidak ada jejak senang atau bahagia di wajah Ming Tu melihat ayahnya yang sudah sadar.
"Tu'er...maafkan ayah..!" Meskipun selama ini mata Kaisar Ming Qin selalu terpejam, namun indera pendengarannya masih berfungsi.
Dia bisa mendengar jelas percakapan orang-orang disekitarnya.
Selama ini Kaisar Ming Qin selalu mendengarkan ocehan dari Yuan Ran tentang ambisi dan apa yang telah wanita itu lakukan selama ini untuk menjebak dirinya.
Tentu Kaisar Ming Qin sangat marah dan menyesal telah mempercayai wanita itu hingga malah mengusir Ji Lan dan puteranya, Ming Tu. Namun tidak ada yang bisa dirinya salahkan selain dirinya sendiri yang begitu bodoh hingga melakukan semua itu.
Semuanya hancur karena dirinya sendiri.
"Setelah semua yang terjadi, setelah banyaknya air mata yang ibu ku habiskan hanya untuk pak tua bodoh seperti mu! Apakah kau pikir satu kata maaf bisa menyelesaikan semuanya?" Ming Tu berkata dengan dingin.
Ia malah menjadi marah mendengar perkataan maaf dari ayahnya.
"Dan kau masih bisa menyebut diri mu sebagai ayah ku!? Apakah kau sudah pikun hingga melupakan bagaimana kau mengusir ibu ku dan mengatakan kalau kau sudah tidak menganggap ku sebagai anak mu lagi?!" ucapan Ming Tu semakin berat seiring kata yang dia ucapkan.
Kaisar Ming Qin memejamkan matanya, perkataan Ming Tu benar-benar membuat rasa bersalah dihatinya semakin besar, hingga ia berpikir kalau mungkin dirinya lebih baik mati saja. Ia benar-benar sudah tidak pantas disebut sebagai seorang ayah.
"Satu hal yang harus kau ingat adalah aku bukan lagi putra mu, jadi tidak perlu meminta maaf pada ku!" Ming Tu menatap tajam Kaisar Ming Qin "Jika bukan karena aku membutuhkan mu untuk membuka kedok si Ja*lang Yuan Ran itu, maka pasti aku sudah membunuh mu saat ini!"
Kaisar Ming Qin menghela nafas pahit "Apakah..aku tidak bisa mendapatkan maaf dari kalian?"
"Apa kau pikir diri mu pantas mendapatkan permintaan maaf dari kami?" Ming Tu menanggapi pertanyaan Kaisar Ming Qin dengan kembali melontarkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Kaisar Ming Qin.
Ming Tu masih mengingat dengan jelas cara ayahnya, Kaisar Ming Qin, mengusir dirinya dan ibunya dengan sangat tidak terhormat, bahkan ibunya sampai menangis. Ming Tu paling tidak suka dengan orang yang membuat ibunya menangis, karena itulah dia sangat membenci ayahnya sendiri.
"Ingat ini Pak Tua, setelah semua kedok Yuan Ran terbongkar maka kau perlu meminta maaf pada ibu ku! Setelah itu kau sudah tidak ada gunanya lagi, mati mungkin akan lebih baik untuk pak tua seperti mu!"
__ADS_1
\=\=\=\=\=