Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.56 - Ampunan


__ADS_3

Xiang Zu dan Xiang Jun bertarung sekuat tenaga melawan anggota Keluarga Chen dan Keluarga Li yang tersisa.


Hingga pada saat musuh mereka hanya tersisa 3 orang saja, orang-orang itu pun membuang senjata, menyerah, merasa sudah tidak ada kesempatan menang.


Meskipun mereka melihat kondisi Xiang Zu dan Xiang Jun sudah tidak baik, terluka cukup parah, namun mereka melihat ada dua orang lagi yang belum bergerak, yaitu Xiang Yang dan Cai'er.


Mereka tidak tau kultivasi Xiang Yang dan Cai'er, namun mereka yakin sama dengan para pemuda yang mereka lawan.


Jika mereka terus melawan maka kematian sudah pasti mereka dapatkan.


Jadi cara satu-satunya untuk mempertahankan nyawa adalah menyerah, ya..setidaknya itulah yang mereka yakini.


Xiang Zu dan Xiang Ba juga langsung berhenti menyerang setelah musuh mereka yang tersisa membuang senjata masing-masing, yang mana menjadi isyarat jika mereka menyerah.


Kedua pemuda itu mengatur nafas, tubuh mereka bersimbah darah serta penuh dengan luka, meskipun luka mereka tidak separah Xiang Ba.


Melihat 3 orang yang sudah menyerah, Xiang Yang dan Cai'er yang sebelumnya hanya menonton, kini berjalan mendekati mereka.


3 orang itu menyadarinya, mereka pun langsung bersujud meminta ampun.


"Ampuni kami tuan muda, kami sudah menyerah!"


"Kami tidak akan lagi melawan, asalkan kalian mengampuni nyawa kami!"


"Kami akan mengabdi pada Keluarga Xiang seumur hidup jika kami dilepaskan!"


Cai'er mendengus dingin, sementara Xiang Yang hanya memasang wajah datar, mereka berjalan melewati mayat-mayat anggota Keluarga Chen dan Keluarga Li.


Meskipun memasang wajah datar, Xiang Yang sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman berjalan melewati mayat-mayat manusia.


Dunia kultivator ini jauh lebih kejam dari dunia Xiang Yang yang sebelumnya.


Dimana, pembunuhan di dunia kultivator adalah suatu hal yang wajar, tidak ada hukum atau aturan yang pasti, semuanya akan bergantung pada kekuatan masing-masing.


Jika kau kuat maka kau bisa berbuat apapun yang kau inginkan tanpa ada yang bisa memberimu aturan.


Xiang Yang melemparkan masing-masing satu pil pada Xiang Zu dan Xiang Jun.

__ADS_1


"Bangunlah!" ucap Xiang Yang.


Ketiga orang itu pun bangun.


"Aku akan mengampuni kalian!"


Angin segar langsung menerpa ketiga orang itu, sebelumnya mereka masih was-was akan dibunuh oleh para pemuda brutal itu.


"Xiao Yang, apa kau benar-benar akan mengampuni mereka!" Cai'er terlihat tidak setuju dengan keputusan Xiang Yang "Jika mengampuni mereka, bisa saja mereka menjadi duri nantinya, jadi lebih baik jika dibunuh!"


Kobaran api langsung keluar dari tangan Cai'er.


3 orang yang baru saja merasa mendapat angin segar, kini berubah pucat wajahnya, membayangkan akan kematian mereka.


"Cai'er, tidak perlu sampai membunuh mereka, cukup hilangkan saja kultivasi mereka!" Xiang Yang memegang tangan gadis itu, membuat api ditangannya menghilang.


3 orang itu pun kembali bernafas lega, namun masih belum lega sepenuhnya, karena nasib mereka masih belum jelas.


Cai'er mendengus kesal lalu menatap tajam 3 orang yang kini sudah kembali bersujud "Kalian beruntung karena Xiao Yang ku adalah orang baik!"


"Aku akan mengampuni nyawa kalian, tapi sebelum itu.." Xiang Yang memberikan mereka masing-masing satu pil "Makan ini untuk memulihkan luka kalian lalu kubur semua mayat yang ada disini!"


***


Kediaman Keluarga Li.


Di sebuah ruangan khusus, terlihat sedang diadakan pertemuan.


Dalam ruangan itu terdapat sebuah meja bundar yang dikelilingi beberapa kursi, yang mana 4 kursi sudah ada yang menduduki.


Mereka adalah Li Qiye Patriak Keluarga Li dan Chen Xuan Patriak Keluarga Chen. Selain itu disana juga ada 2 orang lainnya yang merupakan 2 tetua dari Sekte Aliran Hitam terbesar di Kekaisaran Han, yaitu Sekte Golok Darah, mereka adalah Sha Qi sang Tetua Pertama dan Sun Mu sang Tetua Ke-4.


Mereka datang kemari setelah mendengar kabar tentang kristal Qi dari Li Qiye dan Chen Xuan.


Sebenarnya Keluarga Chen dan Keluarga Li merupakan 2 keluarga yang didirikan oleh 2 anggota Sekte Golok Darah beberapa ratus tahun yang lalu.


Jadi bisa dibilang, kedua keluarga ini merupakan bagian dari Sekte Golok Darah.

__ADS_1


Pihak Sekte Golok Darah sangat bersemangat setelah mengetahui manfaat dari kristal Qi itu. Sumber daya luar biasa seperti itu harus dimiliki oleh Sekte Golok Darah.


Tentu mereka tidak mungkin melepaskan hal ini, mereka ingin memonopoli semua kristal Qi, karena itulah pihak Sekte Golok Darah sampai mengirim 2 tetua mereka.


"Chen Xuan, Li Qiye! Tentu kalian tau akibatnya jika membohongi kami bukan?" Sun Mu menatap kedua pria paruh baya itu dengan tatapan mengancam.


"Tentu saja, kami tidak mungkin berbohong!" Chen Xuan mengeluarkan sebuah benda dari jubahnya lalu meletakkannya diatas meja "Ini adalah kristal Qi, dua tetua terhormat bisa memeriksanya!"


Sun Mu ingin mengambilnya, namun keduluan oleh Sha Qi. Sun Mu hanya bisa tersenyum kecut, tentu ia tidak berani protes apa lagi melawan karena Sha Qi lebih kuat darinya.


Sha Qi melihat kristal Qi itu dengan teliti lalu tersenyum lembar "Aku memang bisa merasakan energi Qi yang sangat murni didalamnya, sungguh benda yang luar biasa!"


Sha Qi menoleh kearah Chen Xuan "Kau bilang jika kristal Qi bisa diserap bukan?"


"Ya, sama halnya dengan Kristal Spirit, kristal Qi juga bisa diserap! Bedanya kristal Qi memiliki energi yang benar-benar murni, berbeda dengan kristal spirit yang memiliki kotoran didalamnya, energi pada kristal Qi bisa diserap sepenuhnya tanpa masalah!" jawab Chen Xuan.


Sha Qi tersenyum tipis sebelum mulai mencoba untuk menyerap energi pada kristal Qi.


Tidak lama kemudian...


*Krak! Krak!


Kristal Qi itu retak kemudian hancur berkeping-keping ditangan Sha Qi.


"Kristal Qi memang pantas untuk namanya, energi didalamnya benar-benar murni!" Sha Qi sedikit tertegun merasakan manfaat dari kristal Qi.


Sementara Sun Mu menjadi semakin penasaran dan ingin mencoba menyerap kristal Qi.


"Apakah hanya itu saja kristal Qi yang kalian miliki?" tanya Sun Mu.


Li Qiye paham jika Sun Mu juga ingin mencoba kristal Qi, lalu mengeluarkan satu dari dalam jubahnya.


"Kami tidak lama ini merebut tambang kristal Qi itu dari Gunung Huan, sebelumnya kami hanya membawa masing-masing untuk kami 50 kristal Qi!" jawab Chen Xuan.


Sun Mu tidak terlalu mendengarkan perkataan Chen Xuan, ia mengambil kristal Qi diatas meja lalu coba menyerapnya.


Setelah itu, reaksi Sun Mu tidak jauh berbeda dengan Sha Qi.

__ADS_1


Sun Mu ingin mengeluarkan komentar namun tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka dengan cukup keras.


__ADS_2