
Kali ini, Xiang Yang dan Yun Ying juga tidak mengingat seberapa lama mereka melakukannya.
Selain karena mereka berdua memang menikmati apa yang mereka lakukan, mereka kini berada di sebuah ruangan besar di bawah tanah, jadi tidak mengetahui sudah berapa kali matahari terbenam dan sudah berapa kali matahari terbit.
Seperti sebelumnya, Xiang Yang lebih dulu bangun. Dia langsung memasang pakaiannya kemudian menyelimuti tubuh tanpa busana Yun Ying, lalu duduk di sampingnya.
Xiang Yang pun menghela nafas setelahnya "Yah, aku hanya bisa berharap Cai'er tidak mengebiri ku saat bertemu nanti!"
Beberapa menit berlalu, Yun Ying membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah Xiang Yang yang tersenyum lembut kearahnya.
Seketika ingatan tentang kejadian sebelumnya muncul di kepalanya, membuat Yun Ying memalingkan wajahnya yang memerah.
Padahal dia sangat membenci pria, tidak disangka dia malah akan melakukan hal itu dengan seorang pria yang baru dia kenal.
"Jadi Yun Ying, bagaimana keputusan mu?" meskipun sebelumnya Xiang Yang mengatakan dirinya yang memutuskan, namun dia masih menghormati Yun Ying untuk menentukan pilihannya sendiri.
Dia tidak ingin ada paksaan diantara mereka, karena sesungguhnya, sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik.
Yun Ying sesaat mengatur nafasnya, lalu bangun dalam posisi duduk. Hal itu membuat kain yang menutupi tubuhnya jatuh, memperlihatkan tubuh bagian atasnya.
Dengan cepat Yun Ying kembali menaikkan kainnya untuk menutupi tubuhnya.
"Kenapa harus menutupinya? Aku sudah melihat bahkan sudah menyentuh seluruh inci dari tubuh mu!" Xiang Yang tersenyum penuh makna.
"Jangan bahas hal itu lagi! Sekarang cepat berbalik!!" Yun Ying berkata dengan nada tinggi dan wajah sedikit merah.
"Baiklah baiklah!" Xiang Yang pun berbalik.
Dalam beberapa detik saja, Yun Ying sudah selesai memasang pakaiannya.
"Kau sudah boleh melihat!"
Xiang Yang berbalik, melihat Yun Ying yang sudah berpakaian rapi, terlihat sangat anggun dan cantik.
"Jadi?" Xiang Yang menaikkan alisnya.
"Aku rasa kita tidak bisa bersama, Xiang Yang!"
__ADS_1
"Eh, kenapa?" Xiang Yang cukup terkejut mendengar jawaban Yun Ying.
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri sebelumnya, tidak akan menikah jika guru ku belum menikah. Karena itulah kita tidak bisa bersama!"
"Memangnya siapa guru mu? Kau sepertinya sangat menghormatinya."
"Guru ku adalah wanita yang sangat baik, namanya Yun Nuwa!" Yun Ying kemudian menceritakan masa lalunya, dimana dirinya dulu hanyalah seorang anak yang dibuang oleh orang tuanya.
Dia hidup diantara orang-orang kumuh, mencuri dagangan orang lain untuk bertahan hidup, bahkan ia tidak mengingat namanya sendiri.
Hingga akhirnya Yun Ying bertemu dengan seorang wanita yang mengadopsinya, menjadikan dirinya sebagai murid, memberinya nama, merawat dan melatihnya sebagai kultivator yang hebat.
Selain menjadi guru, Yun Ying sudah menganggap Yun Nuwa sebagai orang tuanya.
Dengan semua yang diberikan Yun Nuwa pada dirinya, tidak mungkin Yun Ying tidak menghormati gurunya itu.
Mungkin hanya satu hal saja yang Yun Ying tidak suka dari gurunya, yaitu kesetiannya pada seorang pria.
Dari dulu Yun Ying sering melihat gurunya menyendiri, berdiri ditengah tanah lapang sambil menatap bintang-bintang, terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Karena penasaran Yun Ying pun bertanya apa yang sebenarnya gurunya pikirkan.
Gurunya hanya mengatakan itu dan sepertinya tidak ingin menceritakan lebih pada dirinya. Yun Ying pun tidak lagi bertanya, meskipun sangat penasaran siapa pria yang dimaksud gurunya.
Yun Ying awalnya tidak terlalu memikirkan hal itu, namun seiring waktu, dia selalu melihat gurunya menatap langit malam membuatnya jadi kasihan pada gurunya.
Itu membuatnya jadi tidak menyukai atau membenci pria, karena berpikir seorang pria telah menyakiti gurunya, membuat gurunya menunggu sampai begitu lama namun pria itu tidak kunjung datang.
Padahal ada banyak pria kuat di dunia ini, pria yang mengejar gurunya juga sangatlah banyak, namun gurunya selalu menolak semua pria karena menunggu seorang pria yang dia cintai.
Entah siapa pria yang ditunggu gurunya, yang pasti Yun Ying menjadi sangat membencinya. Yun Ying juga telah berjanji untuk terus bersama gurunya, tidak akan menikah atau memilih seorang pria jika gurunya belum menikah.
"Karena itulah kita tidak bisa bersama, jadi seperti yang kau katakan sebelumnya, lebih baik kita melupakan semua ini, anggap kita tidak pernah bertemu!"
Xiang Yang diam menatap Yun Ying, membuat suasana hening selama beberapa saat sebelum ia membuka suara.
"Aku tidak akan menghalangi keputusan mu itu, aku juga tidak masalah jika kau memang ingin melupakan semua ini! Tapi Yun Ying, aku sudah mengatakan jika kau adalah milik ku, dan akan ku buat kau benar-benar menjadi milik ku!" Xiang Yang berkata dengan tegas, menatap mata Yun Ying dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Seketika Yun Ying merasa sesuatu menusuk jantungnya, membuat dadanya entah kenapa berdebar lebih kencang.
Yun Ying tidak tau perasaan asing macam apa yang tiba-tiba muncul dihatinya.
"Sekarang mungkin kau tidak memiliki perasaan pada ku, tapi akan ku pastikan tidak lama lagi ku buat kau mencintaiku!" Xiang Yang tersenyum penuh percaya diri.
Entah kenapa dia sekarang mulai menginginkan Yun Ying, padahal sebelumnya dia sama sekali tidak tertarik.
"Hahaha...! Baguslah, kalian sudah menyelesaikan masalah kalian berdua!"
Suara Jin Long terdengar lantang, menggema didalam ruangan. Sesaat kemudian, Jin Long dan Chi Rong keluar dari patung mereka, melayang pelan mendekati Xiang Yang dan Yun Ying.
Mereka berdua dari awal hanya mengawasi Xiang Yang dan Yun Ying dari dalam patung. Mereka tidak akan ikut campur jika situasi masih terkendali.
Jika situasi sudah diluar kendali, dimana Xiang Yang dan Yun Ying akan benar-benar saling membunuh, mereka akan langsung keluar untuk melerai.
Namun mereka kedua kultivator muda itu dapat menyelesaikan masalah mereka.
Xiang Yang dan Yun Ying langsung memberikan tatapan tidak suka pada mereka berdua, karena semua ini terjadi karena kedua sosok jiwa itu, meskipun memang bukan kesalahan Jin Long dan Chi Rong sepenuhnya.
"Kalau begitu sekarang jelaskan semuanya!" Xiang Yang langsung menuju ke intinya.
"Untuk menjelaskan semuanya, ini akan menjadi cerita yang panjang, tapi akan ku ceritakan singkat saja!"
Jin Long mulai bercerita tentang masa dimana dirinya dan istrinya hidup ratusan ribu tahu lalu.
Jin Long memiliki julukan Dewa Pedang Naga, sementara istrinya, Chi Rong dikenal sebagai Dewi Naga Es.
Jin Long hidup pada masa perang besar antara umat manusia melawan Naga Hitam.
Xiang Yang terkejut mengetahui ternyata Jin Long dan Chi Rong adalah dua kultivator yang hidup pada masa perang besar ratusan ribu tahu lalu.
Dia kini sudah bertemu dengan 3 jiwa kultivator kuat pada masanya dahulu. Xiao Chong sang Dewa Obat, Jin Long sang Dewa Pedang Naga dan Chi Rong sang Dewi Naga Es.
"Ada apa anak muda?" Jin Long menghentikan ceritanya karena melihat reaksi Xiang Yang.
"Tidak apa-apa, lanjutkan saja cerita senior!"
__ADS_1
Jin Long pun melanjutkan ceritanya.